Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 64


__ADS_3

Ben seketika berlari dan meloncat naik ke atas panggung, melepaskan jas nya dan menutupi bagian pantat dan pinggul Sunny menggunakan jasnya, lalu mengikat kedua lengannya.


Ben memberikan intruksi untuk menutup tirai dan mengakhiri peluncuran perhiasannya.


Kemudian Tirai langsung tertutup, para pembawa acara langsung mengarahkan para penoton untuk menuju ruangan lain dimana seluruh koleksi perhiasan di pajang.


"Silahkan menuju ke ruangan berikutnya untuk melihat dan melakukan pelelangan, banyak koleksi perhiasan lainnya di sana."


Kemudian para pelaksana acara dan pengawal Ben membimbing mereka semua.


Derreck menyusul masuk dan melihat Sunny berdiri dengan di papah Ben.


Ben melihat ke arah Hannah dengan mata iblis.


"Kalian ingin main-main denganku." Kata Ben.


Tak lama Traver pun menyusul ke atas panggung.


"Maa... Maaf Tuan Ben, tapi kami tidak sengaja."


"Tidak sengaja? Kau idioot? Kalian semua hanya berdiri berbaris dan tiba-tiba kakimu terulur maju, siapa namamu." Kata Ben.


"Sa... Saya... Anda lupa dengan saya?" Kata Hannah terkejut.


"Aku tidak pandai mengingat orang yang tidak penting. Traver urus mereka semua, siapapun yang berkomplot hancurkan mereka karir mereka."


Traver menunduk tanda mengerti.


"Tidak Tuan Ben maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja!!!" Hannah memohon.


Fei Wang syock dan terduduk di atas lantai catwalk tak berdaya, air matanya mengalir.


"Kau bilang Tuan Ben tidak akan peduli pada artis pendatang baru itu..." Kata Fei Wang putus asa.


Hannah melihat Fei Wang dan langsung menutup mulut Fei Wang.


"Di... Dia sedang melantur Tuan..."


Fei Wang dengan cepat membuang tangan Hannah yang menutup mulutnya.


"Dia yang gila Tuan Ben, Hannah yang iri, dia mengajak kami untuk menghancurkan Sunny!! Katanya, meski kami membuat Sunny di permalukan dan menghancurkan karir Sunny, anda tidak akan masalah dengannya, karena anda tidak tertarik dengan wanita apalagi terhadap artis, anda sangat membenci artis."


Ben menarik nafas dalam.


"Apa kalian tidak tahu, aku sangat mencoba untuk bersabar." Kata Ben dengan dingin dan ketus.


"Traver urus mereka, kalau perlu hancurkan karir mereka. Memuakkan." Kata Ben pergi sembari menggendong Sunny.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Para artis terkejut ketika Ben menggendong Sunny, bahkan Derreck tak bisa berkata apapun, ia mematung di tempatnya.


"Kalian akan menerima akibatnya, hukuman dari Tuan Ben merupakan sebuah kehormatan untuk kalian, jangan membayangkan semua akan baik-baik saja setelah kalian mendapatkan kehormatan dari Tuan Ben. Semua tidak akan berakhir begitu saja, bahkan untuk keluarga kalian."


"Tuan Traver kasihani kami, lagi pula kami tidak sengaja."


"Apa katamu Kami? Apa katamu tidak sengaja? Aku tidak terlibat apapun dengan dia, Tuan Traver. Semua murni rencana Hannah, aku hanya di suruh olehnya!!!" Kata Fei Wang.


"Zeiwei, kau bisa berbicara, hidupmu ada di tanganmu, tergantung dari kesaksianmu. Selain melukai Nona Sunny, apakah kalian tidak berfikir waras? Kalian juga menghancurkan acara penting Tuan Ben." Kata Traver dingin.


Di belakang, Derreck diam-diam mengikuti Ben, kemana dia akan membawa Daisy. Ternyata Ben membawa Daisy ke waiting room miliknya.


Ben menurunkan Sunny di sofa.


"Te... Terima kasih. Anda sudah menolong saya."


"Sepertinya kaki mu terkilir, akan serius jika tidak langsung di tangani. Dokter sebentar lagi akan datang."


"Terima kasih, tapi tunangan saya di sini, dan dia pasti akan membawa saya ke rumah sakit."


"Kau jatuh saat melakukan peluncuran Jelwery, jadi ini adalah tanggung jawabku, tunggu lah sebentar lagi."


Sejenak ruangan menjadi tenang dan hening tanpa ada yang berbicara, tapi kemudian Sunny membuka percakapan.


"Tapi Tuan Ben... Apakah benar anda membenci artis?"


Ben masih diam, ia berdiri bersandar di dinding sembari memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana.


"Hm... Benar." Kata Ben.


"Berarti anda juga membenci saya." Kata Sunny melirik ke arah Ben.


Ben menarik nafas nya panjang.


"Apakah aku terlihat seperti itu." Kata Ben.


Kemudian Ben berjalan mendekat pada Sunny.


"Kau pikir untuk apa aku menawari mu pekerjaan. Kau sudah baca kontraknya? Apa kau juga sudah melihat daftar produk yang harus kau bintangi?"


"Aku sudah membacanya. Sejujurnya itu membuat saya tidak dapat bekerja sama dengan pihak lainnya, saya tidak dapat memerankan pekerjaan akting di drama dengan jadwal saya yang padat seperti...." Sunny tertahan, kalimatnya tidak ia lanjutnya.


"Apa anda berniat mempersempit ruang saya? Anda berniat membuat jadwal saya penuh, dengan pekerjaan dari perusahaan anda, itu berarti saya tidak dapat memiliki waktu lain untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain."


"Kau melupakan satu hal, dilarang meneken kontrak dengan perusahaan lain." Kata Ben membungkukkan tubuhnya dan wajah mereka kini sangat dekat.


"Ta... Tapi itu menyalahi, perusahaan JiMi akan keberatan." Kata Sunny.


"Kau hanya perlu memilih Sunny, karir mu akan besar jika meneken kontrak dengan perusahaanku, atau karirmu akan hancur jika kau menolaknya, aku memiliki kekuatan itu untuk menghancurkanmu. Kau tahu itu, aku adalah mesin penghancur."

__ADS_1


Sunny menelan ludahnya.


Kemudian dengan gerakan tak terduga, Sunny menarik dasi Ben dan membuat wajahnya semakin dekat dengan wajah Sunny. Ben semakin membungkuk, pria itu langsung reflek menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya pada sandara sofa.


"Anda tahu Tuan Ben, semakin saya melihat anda dari dekat, semakin saya sadar, jika anda sangat tampan."


Sunny semakin erat menarik dasi milik Ben, agar tubuhnya mendekat padanya.


"Apa kau sedang menggodaku." Kata Ben.


"Saya senang dengan sesuatu yang menegangkan, apalagi di belakang tunangan saya, sesuatu yang di rahasiakan darinya, dan sembunyi-sembunyi dari nya. Bukankah itu menyenangkan." Kata Sunny hendak mencium bibir Ben dengan perlahan.


Ben seketika membanting tubuh Sunny, membuatnya tertidur di atas sofa.


"Jangan memancingku Sunny." Peringat Ben.


Sunny tersenyum dan tertawa kecil.


"Anda sangat bersemangat Tuan Ben." Sunny merangkulkan tangannya di leher besar nan kokoh milik Ben.


"Kau mau menjadi wanita murahan?" Kata Ben.


Sunny membelalakkan mata dan melihat wajah Ben semakin serius, matanya lurus menatap mata Sunny dengan sangat dalam dan langsung ingin menusuknya dengan tatapan dingin itu.


"Jika kau ingin menjadi wanita penggoda dan wanita murahan, mari lakukan dengan benar. Temui aku di Hotel Benz Warriot. Kita lihat apa kau cukup kuat untuk menahan semua tenagaku. Ku beri kau kehormatan itu, sekedar informasi, aku tidak pernah menyentuh wanita, kecuali satu orang dalam hidupku, dan jika kau mau melakukannya, sekarang itu akan menjadi 2 orang wanita yang pernah ku sentuh." Bisik Ben di telinga Sunny.


Mata Sunny terbuka lebar, mendadak tubuhnya menjadi kaku dan gemetaran, ia teringat lagi bagaimana penjara ranjang sang diktator yang selalu menjadikannya pelampiasan hasrat dan birahii tanpa henti.


Buru-buru Sunny, menarik rangkulannya, tangannya gemetar.


"Lihat bukan. Jika kau ingin menjadi wanita murahan dan berniat menggodaku, kau harus memiliki kekuatan lebih, setidaknya memiliki niat yang kuat." Kata Ben menyeringaikan bibirnya.


Kemudian Ben berdiri dan kembali bersandar di dinding, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.


Pintu tiba-tiba di buka dan itu adalah Dokter Gavriel bersama Derreck Waldorf.


Dokter Gavriel terkejut melihat sosok Sunny.


"Daisy..." Kata Dokter Gavriel.


"Dia Sunny, sudah ku beri tahu sebelumnya bukan." Kata Ben santai.


"Aaa... Maa... Maafkan saya Nona Sunny. Oh ya kebetulan saya bertemu dengan Tuan Derreck di depan." Kata Dokter Gavriel.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Derreck dan membantu Sunny duduk.


"I... Iya... " Kata Sunny.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2