
Namun saat itu Zac harus menyingkirkan egonya lebih dulu, pertama ia harus merebut Giant, kedua barulah ia akan membuat perhitungan dengan pria murahan yang tak tahu malu itu.
"Traver jelaskan padanya."
"Baik Tuan Zac."
"Nona Gloria, Tuan Zac Haghwer akan mengakuisisi perusahaan Giant Group dan akan meletakkan perusahaan Giant di bawah naungan Perusahaan Benz Group sebagai Induk perusahaan Giant. Tuan Zac akan menempatkan Giant sebagai anak perusahaan Benz Group dan akan memperbaiki keuangan serta memperbaiki seluruh sistem perusahaan Giant." Kata Traver.
"Kenapa mengambil langkah sejauh ini? Bukankah Tuan Ben selaku Presdir terdahulu tak memusingkan Perusahan Giant ini?"
"Tapi, sekarang aku lah presdirnya, dan aku memusingkannya, banyak sekali tunggakan dan kelalaian pembayaran angsuran, perusahaan Giant berhutang pada Benz Grup hingga mungkin kau menjual perusahaan mu pada orang lain pun tak akan bisa melunasinya" Kata Zac melirik pada pria di samping Gloria.
"Aahh... Tapi... Hmmm.... Saya sudah setuju untuk menjual pada Xuan Yuan..." Kata Gloriya menggigiti kukunya dan mendesahh manja.
"Siapa?" Tanya Zac.
"Xuan Yuan, dia... Dia Xuan Yuan.. Dia akan membeli perusahanan saya..." Kata Gloria menunjuk pria di hadapannya.
Zac tersenyum sinis.
"Aku akan tetap mengakuisisinya, jika kau keberatan tidak ada cara lain selain tindakan perebutan paksa, tentunya tanpa melibatkan hukum, dan di luar dari ketentuan hukum, kau mengerti maksudku kan. Penghilangan jejak dengan cara gelap."
"Anda lancang sekali Tuan, meski Giant berhutang banyak pada perusahaan anda, tapi anda tak berhak mengambilnya secara paksa, saya sudah melakukan transaksi dengan Nona Gloria dan perusahaan ini akan menjadi milik saya, tenang saja, saya akan melunasi semua hutang perusahaan ini pada perusahaan anda." Kata Xuan Yuan.
Wajah Zac datar dan dingin.
"Jadi, Gloria, kau yakin tak akan memberikannya padaku?" Kata Zac dingin.
Gloria berada di antara para pria yang menginginkan perusahaannya, ia bingung, namun pada saat itulah Gloria ingin merasakan sesuatu, apakah benar rumor tentang Zac Haghwer itu benar.
Desas desus itu mulai terdengar dari mulut ke mulut, para wanita yang di panggil oleh Zac Haghwer, entah siapa dari mereka telah menyebarkan desas desusnya.
Bahwa, Zac Haghwer adalah play boy yang sangat seksi, pria itu memiliki tingkat seksuall yang sangat tinggi, bahkan Zac mampu memesan 10 wanita sekaligus dalam semalam.
Desas desus itu semakin terdengar santer tatkala, seorang madam juga menyebutkan bahwa rumah bordilnya sangat di minati oleh seorang pria yang perkasa, dia masih muda, dan telah di nobatkan sebagai pria paling sukses di dunia di usianya yang muda.
"Saya akan memberikan perusahaann ini pada anda Tuan Zac." Kata Gloria berdiri.
__ADS_1
" Gloria!!!" Xuan Yuan juga berdiri karena terkejut dan juga marah.
Gloria melihat pada Xuan Yuan yang tak terlalu tampan di bandingkan Zac, bahkan 10 % nya saja Xuan Yuan tidak ada, ia kalah telak dengan kharisma yang di miliki Zac. Bahkan tubuh Xuan Yuan kerempeng dan pendek.
"Kau sudah berjanji padaku, jika aku memberikan kenikmatan padamu, kau akan memberikan perusahann ini padaku!!" Teriak Xuan.
"Tapi... Ku pikir aku ingin mencobanya dengan seseorang yang lebih perkasa darimu, ku dengar dia memiliki tenaga bagai jaguar, dan seperti mesin petarung handal di atas ranjang, melawan 10 wanita sekaligus dan para wanita itu pun tak mampu dan tak sanggup melayaninya lagi."
Sontak Zac terkejut dengan penuturan Gloria, ia melihat ke arah Traver.
Traver menundukkan kepalanya dan mengalihkan pandanganya.
"Kita harus bicara serius." Bisik Zac pada Traver.
"Persertan dengan mu Gloria!!!" Teriak Xuan dan kemudian pergi, Xuan berjalan dengan kasar, ia ingin menubruk bahu Zac.
Zac sadar dan ia sedikit mundur menghindar, gagal lah Xuan menabrak bahu Zac.
Zac memandang sinis dan melihat dingin pada Xuan.
"Bodoh.." Kata Zac pelan.
"Bagaimana Tuan Zac untuk tawaran saya,saya akan memberikan perusahan ini pada anda tapi dengan satu syarat, seperti yang ku lakukan dengan Xuan, jika anda lebih memuaskan di bamding Xuan, saya akan langsung menandatangani akuisis perusahaan ini pada anda." Goda Gloria.
"Hahaha... Memuakkan." Kata Zac dingin.
"Jadi anda takut bahwa anda tak bisa menghadapi saya?" Gloria duduk menyilangkan kakinya dan menarik ujung rambutnya, ia memelintir dan menyibakkan rambut panjangnya.
"Mengecewakan sekali, ternyata rumor dan gosip itu tidak benar, anda pasti takut akan kalah dari saya, anda pasti takut, tenaga anda tidak seluat itu jika berhubungan dengan saya. Sayang sekali padahal saya pikir anda memikat." Kata Gloria.
"Takut?" Tanya Zac.
"Kudengar anda pernah memesan 10 wanita sekaligus ke apartmen anda, dan mereka kwalahan menghadapi tenaga anda, mereka sangat lelah, anda memiliki kekuatan seksuall yang tinggi, katanya anda juga memiliki tenaga pembunuh, hingga mereka semua menjerit kenikmatan, tak tahan, tak kuat, dan semua wanita itu tumbang, saya ingin memastikannya apakah itu benar, ataukah hanya mereka saja yang lemah, bagaimana?" Tanya Gloria.
Zac seketika melihat ke arah Traver, apa yang sudah dia lakukan pada wanita-wanita yang ia suruh datang.
"Jika anda tidak mau, ya sudah.. Saya hanya bisa mengatakan bahwa berita itu bohong, bahwa anda tak sekuat itu, atau mungkin mereka hanya melebih-lebihkan, parahnya mungkin memang sengaja di buat berita itu, bukankah sekarang banyak yang membuat berita palsu, untuk menutupi kekurangan pada diri mereka... Ya, contohmya... Im.. Po... Ten... Hahaha... Uppss... Tenang saja Tuan, saya tidak mengatakan bahwa anda impoten dan menyuap para wanita untuk mengabarkan berita palsu." Kata Gloria tertawa memainkan lidahnya.
__ADS_1
Kata dan kalimat Gloria seolah langsung menghujam Zac, seperti pedang runcing yang baru saja di asah dan menusuk langsung ke dalam jantung Zac. Begitu tepat sasaran.
Wajah Zac seketika pucat pasi.
"Oh... astaga... Apakah itu benar... Padahal saya hanya menebak dan bercanda..."
"Kau berani menantangku? Maka ayo kita lakukan." Kata Zac.
Zac pria arogan, kejam, dan dingin, apalagi gengsinya begitu tinggi, ia tak ingin di remehkan atau di rendahkan oleh siapa pun, dan kini Zac masuk dalam perangkap mulut berbisa Gloria.
"Tuan Zac..." Traver menyela.
Zac kemudian menahan dengan kode tangannya.
"Kita benar-benar harus bicara nanti." Zac melihat Traver dengan mata ganasnya.
"Kalau begitu mari kita lakukan sekarang, aku sudah tidak sabar." Kata Gloria mengambil tasnya dan berlenggang pergi lebih dulu.
"Mau kemana?" Tanya Zac.
"Tentu saja apartmen anda, kemana lagi, anda selau memanggil para wanita ke apartmen milik anda, saya juga ingin disanan, mereka mengatakan bahwa anda sangat perkasaa saya ingin tahu apakah itu benar ataukah hanya berita untuk menutupi kebenaran, saya buka wanita bodoh, banyak orang kaya atau kebanyakan orang - orang bangsawan yang melakukan cara itu atau membuat gosip itu untuk menutupi kebenarasan aslinya."
Zac menutup matanya, dan menghela nafasnya pelan.
Pria itu berjalan mengikuti Gloria yang sangat semangat, lalu mereka secara bersama-sama memasuki mobil mewah milik Zac.
Desas desus dan gosip nya memang sudah santer terdengar dimana-mana, meskipun tak muncul di artikel online ataupun surat kabar, namun gosip tentang Zac seorang play Boy yang perkasa dan tak bisa dikalahkan meski dengan10 wanita sudah sangat menyebar bagai virus yang merajalela.
Dalam perjalannan Zac hanya menutup mata, ia menaruh kepalanya di sandaran mobil.
"Jadi... Mari kita mulai pemanasan dari sekarang." Bisik Gloria.
"Apa?" Zac terkejut
Tiba-tiba Gloria memegang dada Zac dan mendekatkan dirinya, payudarannya sudah menempel di dada milik Zac.
Dalam pikiran Zac, ia juga penasaran, sudah 2 kali "miliknya" mengeras sempurna dan begitu besar saat bersama Gaby, bukan hal sulit, dia hanya perlu menikmatinya dan benda miliknya juga pasti akan mengeras.
__ADS_1
Bersambung