Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 227


__ADS_3

Tak ada kalimat setuju ataupun tak setuju dari Zac, wajahnya juga tak menampakkan jawaban apapun.


"Tidak mungkin." Kata Charles.


"Kenapa." Jawab Gavriel.


Tanpa menjawab pertanyaan Gavriel, Charles melihat pada Zay, ia mencari sesuatu yang ingin Charles dengar, bahwa ucapan Gavriel hanyalah omong kosong.


Namun... Tiba-tiba komandan pasukan Murder masuk.


"Tuan Moran..." Panggil komandan tersebut.


Moran pun melihat dengan wajah datar.


"Saya mendapatkan laporan bahwa, ada pergerakan yang cepat dari bagian selatan, beberapa sudah ada dentuman boom, entah mafia mana yang akan saling menyerang, meski Negara K sangat luas namun kita tetap harus pergi, jangan sampai terlibat di tengah peperangan para mafia."


Belum sempat Moran menjawab, ponsel Zac bergetar.


"Drrt...Drrtt...!!"


"Ya..."


"Tuan kita akan di serang, Pasukan Douglas Scoot menggila dan Nona Gaby saya bawa ke ruang bawah tanah. Sepertinya kali ini benar-benar akan menjadi peperangan, dan sebentar lagi pasti akan ada serangan dari pasukan udara." Kata Yaroon.


"Nyalakan semua sensornya, dan nyalakan ranjau yang ada di sepanjang mansion." Perintah Zac masih dengan ketenangan.


Zac membangun Mansionnya dengan segala antisipasi yang akurat dan sangat tepat. Mansionnya di lengkapi sensor pemutus aliran atau daya apapun yang akan melintas atau akan mendekat ke mansion miliknya ketika peperangan tiba.


Jika itu Helikopter beberapa kilometer sebelum sampai di mansion, helikopter-helikopter ataupun mobil akan mati, tak bergerak dan jatuh.


Belum lagi mansion milik Zac, di kelilingi ranjau yang kapan saja bisa di aktifkan dan di non aktifkan.


Jika musuh menyerang menggunakan kapal, samudra di dekat dermaga yang akan mereka lalui pun mengandung listrik.


Sebelum masuk ke dalam area mansion, semua akan melalui hutan belantara yang banyak sekali jebakan.


Dipastikan sebelum sampai ke mansion mereka sudah kalang kabut.


"Ada apa...!" Tanya Charles dan Gavriel.


"Mansion di serang, dan aku memerintahkan untuk mengaktifkan ranjaunya yang ada di sepanjang menuju mansion. Lalu, semua jebakan akan di aktifkan."


"Kenapa kemarin kau tak nyalakan ranjaunya saat banyak pasukan Douglas."


"Mereka tidak menyerang, mereka masih pasif, jadi ku diamkan saja. Hanya sebatas tikus. Aku tidak merasa terancam." Kata Zac datar dan santai.


"Sial." Kata Gavriel mengumpat.


"Jadi bagaimana dengan cucuku?" Tanya Moran.


"Dia aman, ada di ruang bawah tanah, tapi aku harus segera kembali, karena Gaby pasti ketakutan." Kata Zac.

__ADS_1


"Periksa berapa banyak yang akan menyerang." Perintah Moran pada sang komandan pasukan Murder.


"Saya mendengar itu cukup banyak, sepertinya ini benar-benar akan menjadi pembantaian, info yang saya terima pasukan Scoot kebanyakan adalah para bandit-bandit yang tak berperasaan, keluarga Scoot mengumpulkan seluruh bandit di dunia dan sepertinya Tuan Douglas memakai dan mengerahkan mereka semua untuk penyerangan. Bandit-bandit terkenal gila dan tak takut mati." Kata Komandan tersebut.


"Siapkan semua pasukan Murder, kita tidak kalah dalam jumlah, hanya saja membutuhkan waktu untuk mereka sampai di Negara K. Aku juga akan ikut kesana." Kata Moran.


"Tapi Tuan Moran, kesehatan anda..." Komandan pasukan Murder tak melanjutkan kalimatnya.


"Tak ada yang perlu di cemaskan, aku dokter." Kata Moran.


"Zay, kau harus pulang ke mansion orang tuamu, para pengawal akan mengantar mu, Ben serta Daisy pasti juga sudah mendengar kabar ini, dan mereka pasti khawatir, aku harus membantu Zac." Kata Gavriel.


Zay menggelengkan kepalanya.


"Aku aman di sini." Kata Zay.


"Tapi..."


"Sudahlah, aku akan memanggil pasukan dan sebagian akan di tempatkan di sini. Sebentar lagi dia juga akan menjadi menantuku." Kata Moran.


Charles hanya diam, ia bahkan merasa sudah kalah sebelum maju untuk merebut hati Zay, Charles tidak tahu kapan Gavriel sudah mulai melangkah, kenapa secepat ini pria itu mendapatkan hati Zay.


"Kita pergi sekarang." Kata Zac melangkah kan kakinya.


"Karena ranjau sudah di aktifkan dan sensor udara sudah di nyalakan juga, banyak perangkap di hutan pun juga sudah di turunkan, kita akan melewati jalan bawah tanah." Kata Zac.


Semua para pria itu pergi memakai mobil-mobil mereka, dan di susul iring-iringan pengawal dari depan dan belakang dengan penjagaan yang ketat.


Ketika mobil-mobil masuk, lampu-lampu akan menyala dan ketika mobil-mobil sudah melewatinya lampu di dinding atas akan mati.


"Astaga... Anak muda yang bernama Zac itu mengerikan, bagaimana dia terpikirkan hal seperti ini, aku juga punya lorong bawah tanah, setiap mafia pasti punya, namun ini terlalu menakjubkan." Kata Moran.


"Seandainya cucuku bersama anak muda itu, aku tidak akan keberatan, tapi..."


"Tuan Moran, bagaimana jika nanti ada Tuan Douglas di sana?" Tanya Komandan Pasukan Murder.


Moran hanya diam dan menggerakkan bibirnya yang sudah keriput, Moran pun tak tahu harus mengatakan apa jika bertemu Douglas.


Mobil-mobil akhirnya sampai di basemant, sebuah basemant bawah tanah yang sangat luas dan mewah, interior yang canggih dan modern dan di lengkapi segala senjata.


Mobil-mobil terparkir rapi, Moran melihat ke sekeliling begitu banyak mobil milik Zac berderet dengan senjata-senjata pemusnah yang menakutkan.


"Kurasa dia akan melebihi ayahnya, ini jauh lebih mengerikan." Bisik Moran pada Gavriel.


Mereka semua pun mengikuti sang tuan rumah, menaiki lift dan naik lagi. Itu adalah lantai yang masih berada di bawah tanah.


"Aku rasa ini adalah Mansion di bawah tanah, dan di bawah tanahnya ada Mansion bawah tanah lagi. Aku tak bisa menghitung berapa uang yang sudah dia gelontorkan untuk semua ini." Kata Moran dengan nada santai.


"Ya, aku pun tak menyangka Zac benar-benar memikirkan semuanya. Maka dari itu, aku heran, mengapa anak itu dari awal ketika banyak pasukan Douglas berdatangan dia tetap saja santai. Padahal aku sudah merasa keren saat menyerang semua pengawal Douglas dan dia tetap memujiku. Memang anak yang rendah hati." Kata Gavriel.


Kini mereka sampai di pusat kontrol ruang bawah tanah, terlihat 2 orang pengawal sedang mengawasi melalui monitor yang banyak dan lebar.

__ADS_1


"Hanya 2 pengawal saja?" Tanya Moran.


"Semua pengawal di tarik mundur oleh Ben." Jawab Gavriel.


"Charles kau akan memimpin pasukan mu sendiri, apakah mereka akan datang malam ini?" Tanya Zac.


"Ya sepertinya sebentar lagi, Pasukan Marga Brandon akan datang."


Zac mengangguk pelan.


"Pasukan Scoot terdiri dari bandit-bandit yang memiliki tubuh kekar dan kuat, mereka kebanyakan susah untuk di hadapi, kurasa penggabungan antara pasukan Brandon dan Murder akan cukup baik." Kata Zac.


"Pasukan Murder sangat banyak apakah masih kurang?" Tanya Moran.


"Bukan masalah kalah jumlah, namun para bandit-bandit itu susah mati karena stamina dan tubuh mereka yang lebih besar dari orang normal biasanya." Lanjut Zac.


"Kurasa Douglas akan ikut, apakah sudah ada kabar?" Tanya Gavriel.


Tak berapa lama Yaroon, datang.


"Tuan Zac, Nona Gaby mencari anda." Kata Yaroon.


Zac mengangguk.


"Kau mau bertemu cucu mu?" Tanya Zac.


Moran berpikir sejenak.


"Nanti saja, setelah perang ini selesai." Kata Moran.


Zac hanya diam, dengan wajah datar tanpa ekspresi, lalu melihat ke arah Gavriel serta Moran.


Dalam pikirannya, Moran dan Gavriel adalah pria baik yang sudah pensiun lama dari dunia mafia. Zac tak sampai tega menempatkan mereka di garis depan.


"Aku ingin Paman ada di garis belakang, biarkan aku dan Charles yang ada di garis depan." Lanjut Zac.


"Kenapa?" Tanya Gavriel.


"Lalu aku?" Tanya Moran.


"Kakek Moran berjaga di garis belakang bersama paman Gavriel." Lanjut Zac.


"Aku masih muda kau panggil kakek!" Pekik Moran ngambek.


"Kenapa Zac. Kau tak percaya pada kampuanku?" Tanya Gavriel.


"Bukan itu paman, aku tak meragukan kemampuan bertarung paman, gerakan paman masih sangat hebat dan akurat, tapi aku hanya memikirkan Zay, jangan sampai terjadi apapun pada Paman, aku tahu paman sudah tahu apa yang dilalui Zay, dan dia sedang butuh paman." Kata Zac memberikan pengertian.


Bersambung~


"

__ADS_1


__ADS_2