Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (10)


__ADS_3

Aliya menghampiri salah satu pegawai yang ada di restoran itu, dia memaksa meminta kartu nama pemilik restoran tersebut.


Sampai akhirnya Aliya pun mendapatkan dan langsung tersenyum puas, sambil membawa makanan yang begitu banyak untuk dia bawa ke rumah.


Supir pribadi Aliya terkejut ketika Aliya membawa begitu banyak makanan.


"Non, ini untuk siapa saja banyak sekali."


Tanya supir pribadi nya sambil memasukkan makanan tersebut ke bagasi mobil nya.


"Sudah jangan banyak tanya masuk kan saja ke dalam bagasi."


Supir tersebut mengikuti apa kemauan dari Aliya, Aliya terlihat tidak seperti biasa dia begitu sangat terlihat bahagia sekali.


"Ayoo pak cepatan, kita langsung pulang sekarang."


Di perjalanan Aliya terus memandangi kartu nama tersebut sambil tersenyum.


"Irfan Riawan," ucap Aliya sambil tersenyum manis.


Sesampainya di rumah pun Aliya memanggil semua pegawai yang ada di rumah nya untuk berkumpul di ruangan tamu.


Aliya langsung menyuruh semua pegawai nya untuk menikmati makanan yang dia bawakan.


"Makan sepuasnya yaa semua nya, nanti kalau mau lagi aku belikan kembali."

__ADS_1


Aliya memilih untuk pergi ke kamar nya, semua orang di isi rumah pun merasa aneh dengan sikap Aliya yang biasanya pendiam menjadi ceria sekali.


"Ada apa yaa dengan nona Aliya, kenapa dia jadi berubah di hari ulang tahun nya."


Ucap salah satu pegawai yang ada di rumah nya.


"Sudah lah, ini baguskan nona Aliya jadi ceria begini."


Semuanya pun langsung menikmati makanan yang di berikan oleh Aliya.


Aliya masuk ke dalam kamar nya, dia langsung bercermin dan memperhatikan penampilan.


"Seperti aku harus mulai merubah tampilan aku ini, dan sebentar lagi juga kan aku ini kuliah jadi harus lebih mempesona."


"Hmmmmm, aku lupa belum nge save nomber nya, om Irfan yaa dan belum ngechat dia duluan jugaaa, ahhhhh jadi deg-degan kan."


Aliya terus memandangi kartu nama tersebut sambil membayangkan wajah tampan Om Irfan.


"Besok di sekolah aku bakalan cerita ahhhh sama Siksa dia kan sahabat baik pasti dia mau mendengarkan curahan hati aku."


*****


Miranda pergi ke Apartemen nya kembali dia melihat tidak ada Fabian di sana.


"Dia pergi ke mana setelah dapat uang dari aku, aku harus menunggu nya di sini sampai dia pulang."

__ADS_1


Miranda memeriksa lemari milik Fabian, tapi dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Miranda langsung pergi ke kamar mandi, dia mengacak-acak baju dan jaket Fabian, dan ternyata Miranda menemukan sesuatu di dalam jaket tersebut sebuah parfume kecil aroma bunga.


"Parfume siapa yaa ini seperti parfume wanita, Fabian tidak mungkin memakai parfume seperti ini."


Miranda langsung mengambil parfume tersebut untuk di tanyakan kepada Fabian, Miranda pun langsung menunggu kedatangan Fabian.


30 menit berlalu Miranda menunggu kedatangan Fabian, dia pun sangat di bawa emosi oleh Fabian.


Tidak lama kemudian Fabian pulang dengan keadaan setengah sadar, Miranda dengan emosional menanyakan tentang parfume dan setiap uang yang dia berikan.


"Baru pulang dari mana kamu ? pulang dengan keadaan mabuk seperti ini, kamu pakai uang dari aku ini untuk bersenang-senang dengan siapa,?"


Fabian yang kurang sadar pun merasa sangat pusing sekali ketika mendengar pertanyaan dari Miranda.


Fabian mengabaikan pertanyaan dari Miranda, dia memilih untuk pergi ke kamar nya, tapi Miranda menarik tangan Fabian dan membuat Fabian terjatuh ke depan badan Miranda.


"Astaga Fabian, kamu menyusahkan sekali."


Miranda pun sekuat tenaga membawa Fabian ke kamar nya dan melempar nya ke atas kasur.


"Percuma aku menanyakan semua nya, dalam keadaan dia yang seperti ini. Lebih baik besok saja aku tanyakan kembali sekarang aku pulang saja."


Miranda memilih untuk pergi dari Apartemen nya, dia memilih untuk tidur di rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2