Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (267)


__ADS_3

Hari pernikahan Aliyaa dan Fabian semakin dekat, Dokter Nadia yang begitu sangat sibuk sekali untuk menyiapkan nya.


Siska yang ikut serta pun merasa sangat kasihan sekali dengan Dokter Nadia.


"Kemana sih Tante Miranda, kenapa dia tidak mau ikut campur sedikit pun. Seharusnya dia sudah harus melerakan Aliyaa menikah dengan Kak Fabian kenapa dia masih saja egois."


Siska merasa sangat kesal sekali kepada Miranda.


"Sudahlah Siska, lebih baik dia tidak ada dari pada ada pun hanya membuat permasalahan saja. Lebih baik dia memang tidak datang."


Siska melihat Aliya yang seperti bersiap untuk pergi.


"Al, kamu mau kemana ? besok itu kan hari pernikahan kamu. Lebih baik kamu diam saja di rumah."


Siska menghampiri Aliyaa yang kelihatan akan pergi.


"Aku harus pergi Sis, aku ingin meminta ijin sama Papa aku. Aku harus mendatangi nya."


Siska begitu sangat hawatir dia berpikiran negatif terhadap Aliyaa.


"Kamu hati-hati yaa Al, aku hawatir sekali loh Al."

__ADS_1


Aliya memegang tangan Siska sambil tersenyum manis.


"Aku pasti akan baik-baik saja kok Sis tenang saja yaa."


Aliya pun langsung pergi menuju ke mobil yang sudah menunggu nya.


Siska merasa sangat menghawatirkan sekali dia takut Tante Miranda berbuat sesuatu kepada nya.


Aliya masuk ke dalam mobil nya dia memandangi foto kebersamaan mereka bertiga.


"Pap, aku tidak pernah menyangka jika aku akan menikah di usia muda seperti ini. Tapi aku merasa ini yang terbaik untuk aku karena Mama yang sudah tidak peduli dengan aku lagi dan aku sangat beruntung sekali mendapatkan orang-orang yang begitu sayang kepada kuu."


Setelah membeli bunga tersebut Aliyaa memilih untuk berjalan menuju ke pemakaman Papa nya.


Aliya pun sangat terkejut sekali ketika dia melihat Mama nya yang sedang menangis histeris di makam Papa nya.


Aliya hanya terdiam saja dia tidak mau mendekati Mama nya.


Miranda pun langsung berdiri dan hendak meninggalkan makam suami nya tapi ternyata dia melihat Aliyaa yang sedang berdiri di belakang nya


Miranda memandangi wajah Aliyaa dengan mata yang lebab dan wajah yang memerah.

__ADS_1


Miranda pun memilih untuk mengabaikan Aliyaa dia tidak berkata-kata kepada Aliyaa.


Aliya pun membalikkan badannya ketika melihat Mama nya yang tidak menegur nya.


"Besok adalah hari pernikahan kuu, jika Mama berkenan Mama aku harapkan untuk datang menghadiri hari pernikahan kuu ini."


Mendengar perkataan Aliyaa Miranda langsung berhenti berjalan dan setelah Aliyaa selesai bicara dia melanjutkan langkah kaki nya.


Seketika Aliyaa langsung memegang dada nya dia merasa sangat sesak sekali ketika melihat sikap Mama nya seperti itu.


"Mam, datang lah aku mohon walaupun itu sangat berat untuk Mama. Tapi setelah aku menikah Mama akan lebih bebas menikmati kehidupan Mama untuk bersenang-senang dengan teman-teman Mama dan uang-uang Mama."


Aliya pun langsung memandangi tempat peristirahatan terakhir Papa nya


"Doakan aku yaa Pap, semoga semua lancar dan tidak ada kendala sedikit pun."


Aliya menaburkan bunga mawar merah tersebut dengan senyuman manis sambil membayangkan wajah Papa nya.


"Aku bahagia sekali Pap bisa di kelilingi dengan banyak nya orang-orang yang baik yang ada di sekitar aku sekarang."


Aliya mencium batu nisan almarhum Papa nya.

__ADS_1


__ADS_2