
Fabian duduk dengan ekspresi wajah yang datar di pikiran nya hanya Aliyaa dia menghawatirkan kondisi Aliyaa.
Miranda menuangkan minuman ke gelas Fabian dengan penuh senyuman, tapi Fabian tetap bersikap dingin.
"Fabian kita sudah lama sekali menjalin hubungan ini, aku merasa sudah sangat bosan sekali dengan kesepian ku ini. Bagaimana kalau kita segera meresmikan hubungan kita."
Fabian menyimpan minum nya dia merasa terkejut ketika Miranda langsung berbicara tentang hubungan mereka.
"Kenapa harus secepat ini kita membicarakan hubungan ini, jujur aku belum siap untuk menikah di usia ku yang masih 25 tahun ini. Jika kamu memaksa lebih baik cari saja lelaki muda di luar sana."
Miranda langsung terkejut mendengar perkataan Fabian yang tampa basa basi terhadap sama seperti dirinya.
"Fabian kenapa kamu bicara seperti itu,? dengan mudah nya kamu menyuruhku untuk mencari lelaki lain. Ohhh apakah sekarang kamu sudah mempunyai wanita lain yang jauh lebih kaya dari aku."
Fabian tersenyum tipis kepada Miranda dia menatap wajah Miranda dengan serius sekali.
__ADS_1
"Apakah jika aku mencari wanita kaya raya itu bisa membuat aku bahagia,? wanita kaya raya berarti aku pun harus melebihi harta kekayaan yang dia miliki karena aku yang bertanggung jawab atas segala nya jika ada nya pernikahan di kehidupan ku."
Miranda semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Fabian, dia yang sangat berubah total sikapnya.
"Fabian kamu berkerja di perusahaan ku, kamu ingin berapa gajih mu akan aku berikan. Kamu tidak usah berkerja keras yang paling penting kamu bisa memberi kebahagiaan di kehidupan ku di saat kita menikah nanti."
Fabian menggelengkan kepala nya dia seperti tidak di hargai oleh Miranda.
"Miranda, aku tahu kamu adalah seorang janda yang kaya raya sekali. Tapi tidak seharusnya kamu berkata seperti itu kepada kuu."
"Aku lelaki mungkin dulu aku yang sangat bodoh sekali demi uang dan fasilitas yang mewah aku harus mengikuti apa yang kamu perintah dan kamu mau, tapi sekarang jika aku merasa sangat malu sekali ketika kehidupan kuu di atur oleh orang lain hanya demi uang."
Fabian langsung berdiri dari tempat duduk nya, dan menyuruh untuk menaikkan alunan biola.
"Aku pergi sekarang besok aku harus berkerja, terimakasih banyak atas semua nya. Undangan yang sangat mewah ini tapi perkataan kamu membuat aku tidak nyaman di sini."
__ADS_1
Dengan alunan suara biola yang romantis, Fabian memilih untuk pergi dari tempat tersebut.
Miranda langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Fabian.
"Fabiaaaaaaannnnnnn Putra,"
Teriak Miranda yang begitu sangat kencang sekali seperti meluapkan semua perasaan hati nya.
Mendengar suara Miranda yang berteriak-teriak kencang, Fabian mengehentikan langkah kaki nya dia membalikkan badannya sambil melambaikan tangan nya dan berjalan kembali menuju ke mobil nya.
Miranda di buat sangat kesal sekali orang perlakuan Fabian, dia terus saja berteriak-teriak seperti orang yang sedang despresi.
Miranda melemparkan barang-barang yang ada di hadapannya, dan ketika makanan datang pun Miranda langsung melemparkan nya.
Dia seperti perempuan yang hilang kesadaran nya, membuat para pegawai yang ada di tempat tersebut merasa sangat takut sekali.
__ADS_1