Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (48)


__ADS_3

Kedatangan Aliya kembali ke Restoran tersebut membuat para pegawai yang ada di sana pun menjadi kebingungan, sebenarnya siapa perempuan yang akan di jadikan kekasih oleh Irfan.


"Aliya Mutiara, kamu kemana saja sih cantik baru mampir lagi ke Restoran ini."


Aliya langsung duduk berhadapan dengan Om Irfan dengan seragam sekolah nya.


"Aku baru selesai ujian sekolah Om dan hari ini adalah hari terakhir dam akhirnya aku bisa bebas pergi ke sini lagi."


Pegawai pun langsung menghampiri Aliya untuk menulis pesanan Aliya.


"Aku mau chocolate yaa minum nya 2 untuk aku dan Om Irfan hehe."


Aliya terus memandangi wajah ganteng Om Irfan, dia berharap bisa bersama dengan Om Irfan seperti impian nya.


Di saat minuman sudah datang, handphone Aliya berdering sangat kencang sekali. dan ternyata itu adalah panggilan telephone dari Mama nya.


Aliya langsung menjawab panggilan telephone dari Mama.


*Hallo Mama ada apa yaa?.*


*Aliya Mutiara, kamu sekarang dimana kamu sudah sampai rumah belum. Hmmmmm maksud Mama Fabian jemput kamu kan.*

__ADS_1


Suara Miranda terlihat sangat hawatir sekali, dan suaranya pun terdengar begitu sangat kencang sehingga Irfan bisa mendengar suara Miranda.


Irfan yang sedang meminum chocolate drink pun seketika merasa mengenali suara tersebut.



*Aku sudah di jemput sama Kak Fabian kok Mam, dan Kak Fabian bilang dia mau pergi ke kantor Mama tapi aku nggak ikut. Aku lebih milih buat duduk-duduk dan menikmati Chocolate Drink, udah yaa Mam Bye-bye.*


Aliya langsung mematikan panggilan telephone dari Mama nya, sedangkan Irfan terus memikirkan suara itu suara siapa.


Aliya melihat Om Irfan seperti sedang memikirkan sesuatu dan dia pun menepuk pundak Om Irfan dan membuat nya terkejut.


Aliya langsung memandangi wajah Irfan yang seperti sedang kebingungan.


"Om, kenapa jadi diam begitu sih. Om lagi mikirin apa sih."


Tiba-tiba salah satu pegawai menghampiri Irfan untuk masuk ke dalam ruangan karena ada sesuatu hal yang sangat penting yang akan di bicarakan.


Irfan pun terpaksa harus meninggalkan Aliya sendiri an di tempat tersebut, Aliya tidak bisa menolak karena dia tahu Restoran ini sangat ramai sekali dan dia pun tidak harus selalu di temani oleh Om Irfan.


Aliya menikmati minuman nya sendiri, ketika Om Irfan pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Di saat Irfan berada di dalam ruangan nya, pikiran dia masih teringat dengan suara tersebut.


****


Fabian sampai di depan kantor Miranda, dia pun langsung masuk ke dalam kantor tersebut dan menuju ke ruangan Miranda.


Fabian langsung masuk ke dalam ruangan itu tampa mengutuk pintu terlebih dahulu.


Miranda seketika terkejut dengan kedatangan Fabian ke kantor nya.


"Fabian, kamu ke sini dan di mana Aliya apakah kamu sudah menjemput nya pulang sekolah."


Miranda berpura-pura bertanya kembali kepada Fabian, dia ingin tahu apakah ucapan mereka sama dengan alasan Aliya.


"Aliya sudah aku jemput dari sekolah nya, dan dia memilih minum di sebuah Coffe Restoran begitu. Mungkin dia ingin melepaskan rasa penat nya sesudah ujian sekolah."


Miranda pun langsung menanyakan maksud dari kedatangan Fabian ke kantor nya.


"Kedatangan aku ke sini ingin mengajak kalian untuk makan malam merayakan hari kelulusan Aliya dan setelah itu kita baru merencanakan liburan bersama kita bagaimana."


Miranda kembali ke meja pekerjaan sambil memikirkan rencana dari Fabian.

__ADS_1


__ADS_2