
Kania merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Miranda terhadap nya.
"Jadi maksud dari perjodohan ini agar dia lepas tanggung jawab nya, lalu Aliyaa bisa hidup bahagia bersama dengan Rendy dengan kemewahan sedangkan dirinya menikmati harta kekayaan untuk dirinya sendiri. Aku tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Miranda."
Kania menyuruh supir pribadi untuk segera meninggalkan rumah Miranda.
***
Miranda masuk ke dalam kamar nya dia merasa sangat pusing sekali dengan apa yang dia rasakan di hari ini.
"Kania datang di waktu yang tidak tepat di saat aku sedang seperti ini, aku berharap bisa membicarakan kembali tentang perjodohan Aliyaa dengan Rendy di saat waktu yang tepat."
Miranda mencoba untuk duduk di tempat tidur nya dia memikirkan ucapan kepada Aliyaa, pengakuan jika dirinya mencintai Fabian.
"Aku menyesal telah mengatakan bahwa aku mencintai Fabian, ini akan membuat aku akan susah untuk bisa bersama dengan Fabian karena Aliyaa sudah mengetahui semuanya."
Miranda berteriak-teriak kencang dia merasa sangat pusing sekali.
__ADS_1
"Ahhhhhh, aku akan susah bersama dengan Fabian. Aku tidak mungkin bilang ke Aliyaa jika aku tadi hanya berbohong kepada Aliyaa bahwa sebenarnya aku tidak punya hubungan apapun dengan Fabian agar Aliyaa menginginkan aku untuk bisa bersama dengan Fabian kembali."
Miranda mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa.
Dan Aliyaa pun merasa sangat terkejut sekali ketika Mama nya melephone dirinya.
"Mama telephone aku ada apa yaa, ini adalah panggilan telephone pertama kali nya Mama."
Aliya pun langsung menjawab panggilan telephone dari Mama nya tersebut.
Aliya begitu sangat bahagia sekali ketika Mama nya mau menghubungi nya kembali.
*Aliya, Mama mau membahas tentang tadi ucapan Mama yang mengatakan bahwa Mama mempunyai perasaan terhadap Fabian itu jangan kamu bawa serius yaa. Itu hanya ketika Mama sedang emosional saja jadi Mama berkata seperti itu karena Mama ingin kamu mendapatkan lelaki yang terbaik untuk masa depan kamu.*
Aliya merasa sangat sedih sekali ketika mendengar Mama yang membahas tentang seperti itu, bukan menanyakan tentang kondisi nya sekarang bagaimana.
*Kabar kuu baik loh Mama, dan aku besok sudah bisa pulang loh Mam. Kata Dokter Nadia aku nggak boleh kecapean dan harus mengonsumsi makanan yang sehat.*
__ADS_1
Miranda langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Aliyaa, dia yang benar-benar sudah tidak peduli dengan Aliyaa.
*Yasudah yaa Mam, aku sekarang mau beristirahat dulu yaa. Aku juga nggak pernah lupa untuk makan dan meminum obat agar aku cepat sehat kembali.*
Aliya memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya bersama dengan Mama nya.
Siska melihat wajah Aliyaa yang terlihat sangat sedih sekali.
"Aku pikir Mama menanyakan tentang kondisi kuu sekarang bagaimana, ternyata dia hanya kalau dia tidak mempunyai perasaan terhadap Kak Bian. Tapi aku rasa itu hanya rencana Mama agar bisa bersama dengan Kak Fabian."
Siska pun memberikan obat untuk Aliyaa dan langsung menyuruh Aliyaa untuk bisa beristirahat dengan cukup.
"Yasudah Aliyaa sekarang kamu fokus saja dengan kesehatan kamu, ingat besok kamu pulang dan bertemu dengan Kak Fabian."
Aliya pun baru menyadari bahwa besok Fabian pulang dari tugas nya.
"Aku sampai lupa besok Kak Bian pulang, semoga saja aku udah ada di rumah sebelum Kak Bian sampai di rumah."
__ADS_1