
Mereka di pertemuankan dalam satu meja makan.
Miranda Larasati.
Aliya Mutiara.
Fabian Saputra.
Fabian menggenggam erat tangan Aliyaa ketika mereka turun dari mobil, Fabian tidak mau melepaskan genggaman tangan nya.
Dan membuat Aliyaa tersenyum dengan sikap yang di lakukan oleh Fabian kepada nya.
Mereka pun duduk berdampingan dengan genggaman tangan masih sangat erat sekali.
"Jangan pernah untuk meminta aku untuk melepaskan genggaman tangan ini, aku tidak akan pernah melepaskan nya."
Ucap Fabian kepada Aliya dengan suara yang sangat tegas sekali.
__ADS_1
Miranda pun datang dengan penuh senyuman manis.
"Akhirnya kalian berdua datang juga silahkan menikmati keindahan yang sudah di persiapkan ini."
Miranda pun duduk dengan kursi yang berhadapan dengan Fabian, Miranda dengan berani tersenyum manis kepada Fabian di depan Aliyaa.
Aliya hanya terdiam ketika melihat sikap gatal Mama nya terhadap kekasih nya.
"Terimakasih banyak yaa Mam, sudah melakukan ini semua untuk kami. Mama memang terbaik."
Aliya meminum jus jeruk yang sudah di siapkan oleh Mama nya.
Tapi Miranda mengabaikan ucapan Aliyaa dan hanya memandangi wajah tampan Fabian, padahal Fabian menundukan kepalanya dan memandangi tangan nya yang memegang erat tangan Aliyaa.
Aliya pun mulai di buat kesal dengan sikap Mama nya yang ternyata melakukan ini semua karena Fabian bukan dirinya.
Miranda yang mendengar perkataan Aliyaa langsung memalingkan pandangan nya dia memilih untuk minum.
"Pertemuan antara Ibu dan anak dan calon menantu, bukan begitu kan sayaaaaang."
Fabian memegang dengan manja pipi Aliyaa dan membuat Miranda yang sedang minum langsung tersedak.
Aliya langsung memberikan air putih untuk Mama nya.
__ADS_1
Yang tiba-tiba saja tersedak ketika melihat kemesraan yang di berikan oleh Fabian kepada Aliyaa.
Miranda mencoba untuk tetap tenang dia tidak mau Aliyaa mengetahui jika dirinya cemburu melihat kemesraan mereka berdua.
"Sebaiknya kita nikmati makanan yang sudah di sediakan oleh Bu Miranda, ini Special untuk kita berdua kan."
Fabian mencoba untuk menikmati makanan tersebut dengan penuh semangat untuk menghabiskan nya.
Miranda masih belum tahu apa maksud dari pertemuan mereka ini.
Aliya terus saja memandangi wajah Miranda sambil tersenyum manis.
"Apakah Mama malam ini sangat bahagia sekali,? kalau aku pasti sangat luar biasa sekali bahagia akhirnya aku bisa melihat Mama ku lagi bukan di saat aku sedang sakit tapi ketika sedang bersenang-senang makan malam bersama ini sangat luar biasa sekali."
Aliya tertawa lepas di hadapan Mama nya.
"Tapi coba kalau posisi ini berubah bagaimana jika Kak Fabian yang tiba-tiba saja sakit dan harus di rawat di Rumah Sakit, mungkin pasilitas terbaik di dunia yang akan menangani nya."
Fabian langsung melirikan mata nya kepada Aliyaa, dia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Aliyaa yang seperti sedang membandingkan nya dengan Aliyaa.
Miranda tiba-tiba hanya terdiam saja ketika Aliyaa berkata seperti itu seakan sedang menyindir dirinya.
"Ayoo Fabian kamu harus mencoba semua makanan yang sudah di sediakan ini sangat enak sekali."
__ADS_1
Fabian merasa sangat tidak nyaman sekali ketika melihat perlakuan Miranda kepada di depan Aliyaa.
Aliya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Mama nya kepada kekasih nya itu.