Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (180)


__ADS_3

Fabian meninggalkan kamar Aliyaa ketika dia melihat Aliyaa sudah tertidur pulas.


"Aku tidak mungkin bisa menyentuh muu seperti apa yang sudah aku lakukan kepada Mama kamu. Aku harus menjaga kamu Aliyaa, aku ingin semua nya indah pada waktu nya."


Fabian menutup pintu kamar Aliyaa, dia masuk ke dalam kamar nya dan membereskan barang-barang yang akan dia bawa besok.


"Hanya tiga hari saja Fabian, itu bukan waktu yang lama apalagi di gunakan untuk kesibukan pekerjaan."


Fabian merasa sangat berat sekali untuk bisa meninggalkan Aliyaa sendiri di dalam rumah nya, apalagi sekarang Aliyaa memiliki teman masa kecil nya lelaki.


"Aku harus percaya kepada Aliyaa, dia juga pasti percaya kepada aku."


Fabian memandangi foto Aliyaa dia akan membawa foto tersebut.



Fabian memeluk erat foto Aliyaa tersebut dan membaringkan tubuh nya ke kasur.


Fabian berharap besar bisa mimpi indah bersama dengan Aliyaa.

__ADS_1


Aliya terbangun dari tidur nya dia melihat baju nya yang masih sangat rapih.


Aliya pun mengingat kejadian tersebut sebelum dirinya bisa tertidur pulas.


"Dia tidak menyentuh kuuu, dia masih bisa menjaga kuu."


Aliya memilih untuk keluar dari kamar nya, dia berniat untuk bisa melihat Fabian di dalam kamar nya.


Aliya melihat Fabian yang sudah menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa.


Aliya pun perlahan masuk ke dalam kamar tersebut, dia melihat Fabian yang sedang memeluk sebuah bingkai foto.


Aliya terus memandangi wajah Fabian kenapa dia seperti tidak merelakan kepergian Fabian padahal itu untuk kepentingan perusahaan nya


"Kak Bian itu pergi bersama dengan Mama tapi kenapa aku harus mempunyai rasa cemburu kepada Mama kuu sendiri, sedangkan Kan Bisn bilang jika Mama itu sudah mempunyai kekasih brondong nya."


Aliya pun duduk di samping Fabian dia mengelus rambut Fabian.


"Aku jadi berpikir dulu Mama seperti tidak suka jika aku bersama dengan Kak Fabian, dan sekarang aku baru tahu jika Mama itu pecinta seorang brondong. Apa waktu itu Mama sering sekali marah-marah sama itu karena Mama punya perasaan lebih dengan Kak Fabian."

__ADS_1


Aliya langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil memejamkan mata nya.


"Tidak-tidak itu tidak mungkin terjadi, Mama tidak mungkin mempunyai perasaan terhadap Kak Bian. Itu tidak mungkin terjadi."


Aliya pun memilih untuk pergi dari kamar Fabian dia masuk kembali ke dalam kamar nya.


Aliya menutup rapat pintu kamar nya, pikiran terus saja memikirkan Mama nya yang menyukai Fabian.


"Aku harus selalu berpikir positif karena itu hanya ada di pikiran kuu saja, itu hanya hayalan kuu saja. Tidak mungkin Mama mempunyai perasaan terhadap Kak Bian."


Aliya merasa sangat tidak tenang sekali pikiran-pikiran negatif itu selalu saja ada di dalam pikiran nya.


Aliya mencoba untuk menenangkan pikiran nya dia tidak mau berpikiran negatif terhadap Mama kandung nya sendiri.


Apalagi Aliyaa berpikir jika Mama nya menyukai kekasih nya.


Aliya pun mengambil foto kebersamaan keluarga nya, dia melihat foto Mama dan Papa nya dan juga dirinya.


"Papa, aku rindu sekali dengan Papa besok pagi aku akan pergi untuk menemui Papa."

__ADS_1


Aliya mencium foto kebersamaan keluarga nya, dia memeluk erat foto tersebut sampai akhirnya dia tertidur pulas di kamar nya.


__ADS_2