Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (124)


__ADS_3

Fabian berniat untuk menemani Aliyaa sampai dia pulang, tapi handphone terus berdering kencang karena Fabian yang tidak membalas pesan dari Miranda.


Pada akhirnya Fabian pun mengambil handphone nya dan menolak panggilan telephone dari Miranda dia memilih untuk membalas nya dengan pesan saja.


*Jangan lagi-lagi menggangu dengan panggilan telephone mu ini. Aku akan datang kiriman saja alamat dan waktu nya.*


Membaca pesan dari Fabian, Miranda merasa kesal sekali dia merasa sikap Fabian benar-benar berubah total.


"Sikap Fabian begitu sangat dingin sekali, aku jadi semakin curiga dengan nya."


Miranda mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan kesalnya dia pun membalas pesan tersebut dengan hati yang sangat tenang.


*Malam ini pukul 22:00, di villa tempat biasa kita bersama.*


Setelah membaca pesan dari Miranda, Fabian memilih untuk menonaktifkan handphone nya.


Aliya terus saja memandangi wajah Fabian yang terlihat tidak bersemangat.

__ADS_1


"Ada Kak,? panggilan telephone penting yah. Mama nyuruh Kakak buat kerja yah."


Fabian terpaksa berbohong kepada Aliya karena dia tidak mau Aliyaa mengetahui semuanya.


"Hmmmmmm, iya ada meeting jam 10 malam. Kakak harus menemani Mama kamu Aliyaa."


Aliya pun hanya tersenyum saja dia tidak bisa berkomentar banyak karena Fabian adalah asisten pribadi Mama nya yang harus selalu mematuhi peraturan perusahaan.


"Aliya kamu kan sudah lumayan sehat bagaimana kalau kita pergi ke luar untuk menghirup udara segar dengan memakai kursi roda."


Aliya menyutujui ajakan dari Fabian dia memang merasa sangat bosan sekali di dalam ruangan.


Fabian begitu sangat hati-hati sekali memperlakukan Aliyaa dengan sangat tulus sekali.


Membuat Aliyaa merasa sangat nyaman sekali ada di samping Fabian, Aliyaa tersenyum tipis kepada Fabian dan membuat Fabian tersipu malu karena di pandangi terus menerus oleh Aliyaa.


"Aliya jangan seperti itu doang, kakak jadi salah tingkah nih di liatin terus kamu."

__ADS_1


Aliya pun langsung tersenyum lebar sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Terimakasih banyak yah Kak, aku merasa sangat beruntung sekali. Mama mempertemukan aku dengan Kakak yang ternyata begitu sangat baik sekali dan perhatian dengan aku, terimakasih banyak."


Fabian mulai merasa gelombang cinta yang di berikan oleh Aliyaa kepada nya, dia begitu sangat bahagia sekali ketika Aliyaa sudah bisa menerima kehadiran nya di kehidupan nyata nya.


Fabian pun mendorong kursi roda tersebut dan membawa Aliyaa ke taman bunga yang ada di sekitar rumah sakit tersebut.


Aliya terlihat menikmati sekali suasana di luar rumah sakit, dia seperti menghirup udara segar.


"Segar sekali yah Kak, aku suka ngerasa kaya yang bebas gitu Kak. Keluar dari ruangan itu."


Fabian melihat Aliyaa yang begitu bahagia sekali, dan besok adalah hari di mana dia harus pulang kembali ke rumah yang penuh dengan permasalahan.


"Aliya, kamu besok sudah harus pulang. Kamu pulang dengan siapa dan di jemput oleh siapa."


Aliya menggelengkan kepalanya dia seperti tidak tahu apakah besok akan ada yang menjemput nya.

__ADS_1


"Aku nggak tahu Kak, besok pulang dengan siapa dan di jemput siapa. Mungkin Pak Denies yang akan menjemput aku karena siapa lagi yang punya rasa peduli tinggi sama aku selain Pak Denies. Tidak mungkin Mama yang datang menjemput ku."


__ADS_2