Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (29)


__ADS_3

Mendengar ke egoisan Aliya, Siska hanya bisa diam saja dan memilih untuk membawa buku.


Tiba-tiba handphone Aliya berdering kencang sekali, dan dia pun langsung terkejut melihat Om Irfan yang menelephone nya.


"Waaaahhhhhhhh, Astaga aku nggak mimpi kan ini yang telephone Om Irfan."


Seketika Siska yang membaca langsung terkejut mendengar teriakkan kencang Aliya, yang tiba-tiba saja langsung berubah keadaan.


Aliya langsung menjawab panggilan telephone dari Om Irfan.


* Hallo Om Irfan, apa yaa tumben banget sih telephone aku begini.*


Seketika kesedihan Aliya hilang begitu saja, dia langsung melupakan tentang sosok Fabian di pikiran nya.


* Begini Aliya kamu bisa nggak nanti sore, temenin Om Irfan untuk mencari sesuatu yang pasti Om Irfan yakin kamu pasti pintar untuk memilih barang-barang yang bagus.*


* Oh maksudnya Om Irfan ngajak aku buat temenin Om cari barang atau sesuatu gitu yaa.*


* Iyaa bener banget Aliya, gimana kamu bisa kan bantuin Om. Kamu ada waktu kan.*

__ADS_1


Jantung Aliya seketika berdekup kencang sekali dia langsung merasa sangat bahagia sekali.


* Bisa dong Om bisa banget aku pasti bisa.*


* Oke kalau gitu nanti Om yang jemput kamu yaa, kamu kirim alamat kamu ke Om nanti Om jemput.*


Aliya langsung seketika terdiam ketika mendengar Om Irfan meminta alamat rumah nya, dia tidak mungkin memberikan alamat rumah nya kepada Om Irfan karena mungkin saja itu pertanda Om Irfan akan bisa bertemu dengan Mama nya karena Aliya berniat untuk mencari tau tentang Fabian.


* Hmmmmmm, Om kita ketemuan di restoran Om aja yaa nggak apa-apa kan.*


* Oke baiklah kalau begitu, sampai ketemu nanti sore yaa Aliya.*


Aliya langsung terdiam dan dia seperti orang yang kebingungan sekali, Siska langsung menepuk pundak Aliya dengan keras dan membuat Aliya teriak.


"Hey, kenapa kamu jadi ngelamun gitu sih bukan nya mau ketemuan sama Om-om Itu."


Aliya langsung beranjak dari kasur nya, dia memandangi wajah nya di cermin.


"Gawat aku belum perawatan aku belum ke salon, aku nggak bisa tampil cantik dong di depan Om Irfan."

__ADS_1


Aliya terus memandangi wajah di cermin sambil memasang wajah cemberut.


"Aliya, kamu itu kan masih sekolah dan Om Irfan juga tau itu kan. Udah make up natural aja pake bedak bayi sama lipsgloss udah selesai Aliya Mutiara, nggak usah yang berlebih-lebihan seperti itu."


Siska menghampiri Aliya yang sedang berada di depan cermin.


"Al jangan sampai yaa kamu suka sama Om-om terus wajah imut kamu berubah jadi Tante-tante gitu nggak sesuai apa umur nanti kamu kebawah cepet tua dong."


Aliya pun langsung membalikkan badannya dan memeluk erat tubuh Siska.


"Terimakasih banyak ya Siska kamu sahabat sejati banget, nanti kalau aku menikah sama Om Irfan kamu bakalan jadi tamu spesial."


Siska langsung melepaskan pelukan erat dari Aliya dia menggeleng kepala nya.


"Mimpi kamu terlalu sangat tinggi Aliya kamu lulus sekolah juga belum pikiran nya udah ke pernikahan, Al kamu itu kan belum pacaran sama Om Irfan dan juga belum tahu gimana perasaan Om Irfan sama kamu."


Siska pun langsung menghindari Aliya seperti menjaga jarak.


"Udah deh Al cari Lelaki yang seumuran sama kamu aja deh jangan sama Om-om gitu, dari sikap pikiran dan tingkah laku kamu jadi dewasa sebelum waktunya nggak pantes banget loh Al."

__ADS_1


Siska mencoba untuk mengubah pikiran Aliya yang begitu sangat menyukai Om Irfan.


__ADS_2