Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (73)


__ADS_3

Miranda begitu sangat panik sekali dia pun seakan tidak percaya juga jika Aliya benar-benar hilang di rumah nya.


Miranda memilih untuk langsung mencari Aliya di rumah nya, dia tidak mau melaporkan hal ini kepada polisi karena dia tahu jika Aliya yang tidak pernah ke luar rumah dan tidak mungkin mampu untuk bertahan hidup di luar sana.


Miranda terus menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi Aliya tidak menjawab nya, dia membiarkan handphone terus berdering.


"Handphone aktif, tapi kenapa dia tidak mau menjawab panggilan telephone."


Miranda sampai di rumah semua pegawai dan pelayan nya merasa sangat ketakutan sekali, mereka hanya menundukkan kepalanya.



Miranda mengabaikan nya semua dia langsung masuk ke dalam kamar Aliya, dan langsung menuju ke CCTV rumah nya. Tapi Fabian yang lebih cerdik menghapus CCTV ketika Aliya keluar dari rumah nya, Fabian menyimpan orang kepercayaan nya di dalam rumah tersebut.

__ADS_1


Miranda merasa sangat hawatir sekali, tapi seketika dia pun langsung terdiam. Dia menghubungi Fabian agar dirinya bisa segera datang ke rumah nya.


Tapi Fabian yang sedang sibuk mengambil alih pekerjaan Miranda lebih memilih untuk mengabaikan panggilan telephone dari Miranda.


Miranda memilih untuk menghampiri semua pegawai dan pelayan nya, Miranda menyampaikan hal yang mengejutkan semua pelayan yang ada di rumah itu.


"Kita lihat saja seberapa mampu dia bertahan hidup di luar tampa Fasilitas yang biasa dia pakai, Aliya tidak akan bisa bertahan lama kita biarkan saja dia pergi sampai nanti akhirnya pun dia pasti akan kembali ke rumah ini."


Ketika melihat Miranda pergi semuanya pun merasa sangat aneh dengan tingkah laku Miranda yang seakan tidak peduli sama sekali dengan hilangnya Aliya, supir pribadi Aliya langsung melaporkan hal tersebut kepada Fabian.


Fabian yang membaca pesan singkat dari supir pribadi tersebut langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka Miranda bisa setega itu kepada Aliya.


"Oke Miranda kalau begitu, Aliya akan siapkan hotel untuk nya. Seberapa kuat dia mengabaikan anak perempuan nya sendiri."

__ADS_1


Fabian yang sudah menyelesaikan pekerjaannya memilih untuk langsung pergi ke Apartemen nya, karena dia takut Miranda pergi ke Apartemen itu.


Fabian mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga akhirnya dia bisa sampai dengan cepat di Apartemen.


Dia melihat Aliya sedang menonton drama Korea di laptop milik nya, Aliya yang melihat Fabian pulang langsung menghampiri Fabian.


"Aliya, lebih baik sekarang kita pindah dari Apartemen yang lain kita cari hotel untuk kita berdua karena nggak mungkin Kakak tega meninggalkan kamu sendiri untuk tinggal di hotel itu."


Aliya melihat ketulusan hati Fabian yang luar biasa sekali tulusnya kepada nya, Aliya pun tersenyum manis kepada Fabian.


"Kenapa aku harus memperpanjang masa kabur kuu, apakah ini pertanda jika Mama tidak memperdulikan aku lagi. Apakah Mama senang jika aku pergi dari rumah tersebut."


Tatapan mata tajam dan berkaca-kaca Aliya sambil memandangi wajah Fabian, Fabian tidak kuasa jika harus mengatakan hal sebenarnya terjadi kepada Aliya. Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan hati dan pikiran Aliya yang sebentar lagi harus fokus meneruskan sekolah nya.

__ADS_1


__ADS_2