
Dokter Nadia sampai di Rumah Sakit dengan tidak mendapatkan kepastian, dia langsung masuk ke ruangan Aliyaa.
Fabian pun tersenyum melihat kedatangan Dokter Nadia.
"Aliya, Dokter sudah membicarakan hal ini kepada Mama kamu tapi dia tidak memberikan kepastian dia mengijinkan atau tidak nya."
Dokter Nadia memegang kening Aliyaa yang menurut nya sudah normal.
"Aku tahu Mama pasti akan seperti itu Dokter, ketika aku tidak boleh tinggal bersama dengan Dokter tapi di sisi lain dia mengabaikan aku."
Aliya pun mulai merasa sangat Sedih sekali.
"Yasudah kalau begitu bagaimana kalau kamu mengingap dulu saja beberapa hari di rumah Tante, setelah itu terserah kamu mau tinggal bersama Tante atau di rumah kamu yang berdekatan dengan kampus kamu."
Aliya melirikan mata nya kepada Fabian seakan meminta pendapat dari nya.
"Jika Aliyaa tinggal bersama dengan Dokter Nadia, jujur saja saya lebih tenang dari pada Aliyaa harus kembali lagi ke rumah nya. Seperti nya Aliyaa sudah tidak nyaman untuk tinggal di rumah itu."
__ADS_1
Dokter Nadia pun langsung memandangi wajah Fabian.
"Fabian apa yang kamu rasakan ketika Miranda mempunyai perasaan terhadap kamu,? apakah kamu akan tetap bertahan dengan Aliyaa. Aliya yang masih polos yang belum mengerti apapun tentang suatu cinta apalagi sampai menjalankan rumah tangga bersama dengan kamu."
Pertanyaan yang sangat serius sekali yang Dokter Nadia berikan kepada Fabian.
"Aku lebih memilih Aliyaa, karena aku ingin sama-sama belajar dalam menjalankan hubungan ini. Apapun yang terjadi aku akan tetap bertahan dengan Aliyaa, karena menurut aku yang sudah berpengalaman belum bisa membuat kita baik. Tapi dengan kita sama-sama berjuang dan belajar aku yakin itu jauh lebih indah."
Dokter Nadia pun langsung tersenyum manis ketika mendengar jawaban dari Fabian.
"Terimakasih banyak Fabian kamu memang lelaki yang terbaik untuk Aliyaa, dan sekarang lebih baik kalian berdua pikirkan untuk ke arah lebih jauh lagi jika kalian berdua sudah terikat hubungan halal tidak mungkin Miranda menggangu kalian berdua."
"Yasudah Aliyaa kondisi kamu sudah sangat membaik dan besok kamu sudah bisa pulang yaa, pikiran saja terlebih dahulu kamu akan pulang ke mana."
Dokter Nadia langsung meninggalkan ruangan Aliyaa dia merasa sangat senang sekali ketika melihat Fabian dan juga Aliyaa.
"Aku sangat terharu sekali melihat mereka berdua, Fabian yang bertanggung jawab dengan Aliyaa dan Aliya yang mencoba untuk sabar dengan setiap keadaan yang ada. Semoga kalian selalu bersama sampai di pernikahan."
__ADS_1
Dokter Nadia menutup rapat pintu ruangan Aliyaa.
Fabian pun mulai tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Apasih kaaaaa, senyuman nya begitu banget sih memaksa kan sekali."
Fabian terus saja memandangi wajah Aliya sambil tersenyum manis.
"Kaaaaaaa, jangan begitu ihhhhhh liatin aku nyaa jadi malu aku."
Fabian pun tidak lagi mendekati Aliyaa.
"Aliya, benar apa kata Dokter Nadia kita harus segera meresmikan hubungan kita ini. Jika kita sudah menikah Mama kamu tidak mungkin bisa menggangu hubungan kita berdua karena kita yang sudah menikah."
Aliya merasa jika dirinya masih belum siap untuk bisa menikah di usia muda nya.
"Tapi kaaaaa, aku masih ingin menggapai cita-cita kuu untuk menjadi seorang Dokter Specialis Anak."
__ADS_1
Aliya membuat Fabian seketika langsung terdiam.