
Melihat Siska tertawa Rendy pun melihat Siska yang sangat manis sekali, Rendy terus memandangi wajah Siska.
"Sudah yaa aku mau pergi ke Restoran Om aku dulu, kamu sana pergi menjauh dari aku."
Siska tidak bisa menyembunyikan perasaan benci nya terhadap Rendy.
"Bagaimana kalau aku antar kamu ke Restoran Om kamu, daripada kamu berlama-lama menunggu di sini."
Siska sebernarnya memang sudah lama menunggu, tapi dia juga tidak mau jika Rendy sampai masuk ke dalam Restoran Om Irfan.
Karena ingin membicarakan tentang Aliyaa dan Tante Miranda.
"Baiklah, kamu boleh mengantarkan aku tapi kamu langsung pulang yaa. Nggak usah masuk ke dalam Restoran karena aku mau membicarakan hal penting dengan Om aku."
Rendy pun menyetujui permintaan dari Siska, dia tidak habis pikir dengan sikap Siska yang jujur apa adanya dengan dirinya.
Siska pun masuk ke dalam mobil Rendy dia memilih untuk duduk di kursi belakang.
Rendy memandangi wajah Siska dan Siska pun hanya tersenyum.
__ADS_1
"Aku duduk di sini menghindari kamu yang terus mengajak ngobrol aku, karena aku nggak suka dengan kamu."
Siska pun langsung membuka handphone nya dia mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Aliyaa.
* Aliyaaaaaaa, bagaimana dengan kondisi kamu sekarang Al. Aku berniat untuk datang ke rumah kamu tapi takut menggangu kalian berdua.*
Aliya yang sedang beristirahat tidak menyadari adanya pesan masuk ke handphone nya.
"Hmmmmmm, seperti nya Aliyaa sedang sibuk atau dia sedang istrirahat atau dia sedang hmmmmmm pikiran ku mulai traveling."
Siska pun menyimpan kembali handphone nya ke dalam tas nya, dan pandangan nya fokus depan.
Tapi Rendy hanya tersenyum saja dia tidak sedikit pun sakit hati dengan apa yang di ucapkan oleh Siska.
Dan akhirnya Siska pun sampai di depan Restoran tersebut, Rendy pun merasa sangat terkejut sekali dengan melihat Restoran tersebut.
"Wahhhhh, Restoran yang sangat mewah sekali. Seperti nya ini Restoran terbaik aku harus coba masuk ke Restoran ini."
Siska langsung memegang tangan Rendy dia menatap tajam wajah Rendy.
__ADS_1
"Akukan sudah bilang kamu langsung pulang saja, ada hal yang sangat penting yang aku bicarakan dengan Om aku."
Siska tidak mau di ganggu oleh Rendy dia takut sekali Rendy mengetahui semua yang dia ceritakan.
"Siska Aurora, Restoran ini sangat luas sekali. Kamu bisa berbicara dengan Om kamu di ruangan pribadi nya. Aku tidak akan bisa mendengar semua pembicaraan kalian berdua."
Siska pun melepaskan genggaman tangan nya, dia langsung masuk ke dalam Restoran tersebut dan mencari keberadaan Om Irfan.
Rendy menyusul Siska dia berjalan dengan santai sekali sambil melihat Restoran tersebut dari dalam.
"Wahhh, aku bisa membawa Mama ke sini dan Mama pasti akan senang sekali dengan suasana yang sangat elegan sekali."
Rendy duduk dan mulai memesan makanan dan minuman yang akan dia nikmati.
Siska memperhatikan Rendy yang sudah duduk dan memesan makanan dia melihat Rendy begitu sangat menyukai Restoran ini.
"Seperti nya dia memeang tidak menggangu sekali, kalau begitu aku bisa tenang untuk bisa berbicara dengan Om Irfan."
Siska terus berjalan menuju ke ruangan Om Irfan, dan Siska pun langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.
__ADS_1