
Fabian merasa sangat lega akhirnya dia bisa mengatakan jika dia punya perasaan lebih dengan Aliyaa.
"Semoga Miranda mengerti apa yang sudah ku katakan kepada nya tentang Aliyaa, lebih baik aku berkata jujur kepada Miranda dari pada Aliyaa harus tau tentang hubungan ini."
Fabian menuju ke rumah Aliyaa dia mencoba melupakan semua nya yang terjadi antara dirinya dengan Miranda.
"Harus fresh ceria Aliyaa tidak boleh tahu apa yang terjadi."
Aliya merasa sangat bosan sekali berada di dalam kamar ketika Siska keluar dari toilet Aliyaa meminta Siska untuk mengajak nya keluar dari kamar nya.
"Sis, kita ke luar rumah yuuu. Jalan-jalan di taman saja. Aku bosan banget nih."
Siska melihat kondisi Aliyaa yang memang sudah sangat membaik sekali, Aliyaa tidak terlihat lemas seperti waktu di rumah sakit.
"Oke tapi kita genggaman tangan yah, dan kalau kamu merasa pusing atau mendadak lemas langsung bilang sama aku ya."
Siska pun langsung membantu Aliya untuk bangun dari tempat tidurnya, Aliyaa merasa sangat senang sekali dengan kehadiran Siska yang sangat membantu nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak yah Siska kamu sahabat terbaik."
Siska hanya bisa tersenyum kepada Aliyaa, ketika Aliyaa keluar dari kamar nya para pegawai langsung menghampiri Aliyaa mereka sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa yang baru saja pulang dari rumah sakit.
"Nona Aliyaa, lebih baik istirahat saja jangan dulu cape-cape dulu."
Para pegawai begitu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa.
"Nggak apa-apa kok mbak, aku sudah sehat kok dan aku ingin menghirup udara segar supaya aku lebih sehat lagi."
Aliya pub meneruskan langkah kaki nya, dia berjalan menuju ke taman dan duduk berdampingan dengan Siska.
Aliya begitu sangat menginginkan hal tersebut menjadi sebuah kenyataan walaupun dia tahu dia harus berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa agar mimpi nya menjadi kenyataan.
"Iyaahhh Aliyaa, makanya aku juga memilih ingin menjadi seorang Dokter Specialis bukan perawat karena aku ingin bisa berjuang bersama dengan kamu."
Mereka pun terlihat sangat bahagia sekali membayangkan cita-cita nya.
__ADS_1
Siska melihat seperti ada mobil yang menuju ke rumah Aliyaa, tapi sepertinya itu bukan mobil nya Fabian.
Siska terus memperhatikan mobil tersebut dan ternyata yang turun dari mobil tersebut adalah Om Irfan.
"Astaga Aliyaaaaaaa, itu Om Irfan datang ke sini loh. Ohhhhhhh keren juga ya itu om-om hehe."
Aliya langsung melihat Om Irfan tapi Aliyaa bersiap biasa saja tidak seperti dulu di saat dia belum tahu jika Om Irfan lebih mencintai Mama nya.
"Yasudah nggak apa-apa mungkin dia ingin melihat kondisi aku sekarang."
Siska benar-benar melihat perubahan yang terjadi dengan Aliyaa.
Irfan langsung masuk dan menghampiri Aliyaa yang sedang duduk di taman depan rumah nya.
"Aliya, kamu sudah membaik kan. Kenapa kamu ada di luar kamar kenapa kamu nggak istrirahat saja dulu di dalam."
__ADS_1
Irfan memegang kening Aliyaa yang memang tidak demam dan kelihatan sangat sehat sekali.Siska pun langsung menatap wajah Irfan yang begitu sangat serius sekali memandangi wajah Aliyaa.