Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (241)


__ADS_3

Miranda merasa sangat malu sekali ketika dia mendengar suara Aliyaa di handphone Fabian.


"Ahhhhhhh, kenapa harus Aliyaa sih yang ngejawab panggilan telephone nya. Malu kan aku jadi nya."


Miranda merasa semakin pusing sekali dia terus saja memegang kepala nya dengan kedua tangan nya


"Seperti nya aku harus diam dulu di sini, bahaya jika aku melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang seperti ini."


Miranda memilih untuk membuka pintu mobil nya dia melihat Restoran yang tidak jauh dari mobil nya.


"Oke lebih baik aku pergi ke sana dulu sampai pusing kuu ini menghilang."


Miranda menjalankan kembali mobil nya dia langsung menuju ke Restoran yang biasa dia datangi di saat istirahat di kantor nya.


Dengan perlahan Miranda pun menjalankan mobil nya dan akhirnya dia sampai di depan Restoran tersebut.


Miranda keluar dari mobil nya dia berjalan secara perlahan sambil memegang kepalanya.


Miranda pun duduk sambil memesan minuman untuk nya.

__ADS_1


Miranda pun lupa tidak membawa handphone nya di mobil.


"Aku lupa membawa handphone ku, ahhhh sudahlah tidak penting juga hanya membuat ku malu saja."


Miranda menikmati pesanan minuman nya, dan tampa sepengetahuan Miranda ternyata Rendy berada di tempat yang sama.


"Itu kan Tante Miranda, dia ngapain yaa ada di sini. Apa memang ini tempat favorit nya."


Rendy pun langsung menghampiri Miranda, kedatangan Rendy tidak membuat Miranda bahagia dia merasa terbebani dengan kehadiran Rendy di hadapan nya.


"Tante Miranda kita bisa bertemu lagi di sini ternyata yaa."


Rendy pun langsung duduk di hadapan Miranda dia hanya terdiam saja ketika Rendy duduk di kursi nya.


Menyebutkan nama Aliyaa Miranda teringat kembali dengan apa yang sudah terjadi dengan nya bersama dengan Aliyaa.


"Tidak, aku tidak mau. Nanti saja jika dia sudah pulang ke rumah nya. Sekarang aku sangat sibuk sekali dan tidak ada waktu luang untuk pergi ke sana."


Rendy melihat Miranda seperti sedang menahan rasa sesuatu, Miranda terus saja memegang kepala nya sambil menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Tante Miranda, apa kamu baik-baik saja kan?. Aku melihat Tante Miranda seperti sedang menahan sesuatu seperti sangat kesakitan sekali."


Miranda menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tetap menundukan kepalanya.


"Rendy lebih baik kamu pergi saja, Tante sedang ingin menyindiri tidak mau di ganggu dan banyak menjawab banyak pertanyaan dari kamu."


Miranda merasa sangat kesal sekali dengan kehadiran Rendy yang selalu banyak bertanya tentang kehidupannya nya.


Apalagi sekarang Rendy mulai mencurigai tentang siapa wanita yang di maksud korban dari Aliyaa.


"Baiklah Tante Miranda, maafkan aku yang menggangu waktu nya."


Rendy pun langsung pergi dari kursi tersebut dia kembali ke meja nya.


Miranda merasa sangat pusing sekali pandangan mata nya pu berkunang-kunang buram sekali.


"Astaga ada apa dengan kuu ini yaa, jangan sampai aku pingsan di tempat umum seperti ini. Aku harus kuat aku harus sehat."


Miranda berusaha untuk berdiri tapi kaki nya yang tiba-tiba saja bergetar tidak kuat untuk berdiri tegak apalagi berjalan.

__ADS_1


Rendy pun terus memperhatikan Miranda sampai akhirnya Miranda pun langsung terjatuh tidak sadarkan diri.


Melihat Miranda terjatuh Rendy langsung berlari menghampiri Miranda.


__ADS_2