
Aliya terbangun dari tidurnya dia langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, sambil tangannya memegang buku yang mau dia baca ulang.
Aliya hanya sendirian di depan meja sarapan nya, Mama belum menghampiri nya.
"Mama ke mana yaa,? masa sih belum juga bangun biasa nya juga udah ada. Hmmmm yasudahlah aku makan duluan saja takut telat juga ke sekolah nya."
Aliya menikmati sarapan pagi nya sendiri dia terus melirik-lirik mata nya mencari Mama nya.
Tidak lama kemudian Miranda keluar dari kamar nya dan menghampiri Aliya tapi Aliya sudah menyelesaikan sarapan nya.
"Kamu sudah selesai sarapan nya sayaaaaang, sekarang kamu diantarkan ke sekolah dengan Kakak Fabian dia hari ini akan jadi supir pribadi kamu sementara sebelum dia berkerja di perusahaan kita."
Aliya semakin tidak mengerti apa yang akan di rencanakan oleh Mama nya itu, dia hanya tersenyum dan berdiri dari tempat duduk nya dan berpamitan untuk pergi ke sekolah.
"Kamu hati-hati yaa sayang, semoga kamu lancar mengerjakan soal-soal ulangan dan bisa mendapatkan universitas terbaik."
Aliya hanya menggangukan kepalanya, dia seperti tidak bersemangat sekali. Jika Fabian menjadi supir pribadi nya maka Aliya tidak bisa pergi ke restoran Om Irfan.
Miranda memperhatikan langkah kaki Aliya, dia terlihat seperti tidak suka jika Fabian yang mengantarkan nya ke sekolah.
"Bukan sesuatu yang mudah untuk bisa mendapatkan hati Aliya, dia terlihat sekali tidak mau di antarkan ke sekolah dengan Fabian. Aku harus terus bisa membuat Aliya dekat dengan Fabian."
Miranda melanjutkan sarapan pagi nya dan berniat untuk pergi ke restoran Irfan untuk mengucapkan terima kasih nya.
__ADS_1
Aliya keluar dari rumah nya dia sudah melihat Fabian yang sedang menunggu nya untuk masuk ke dalam mobil kesayangan.
Fabian pun langsung membukakan pintu mobil nya dan Aliya pun masuk ke dalam mobil nya, tidak bisa nya Aliya duduk di kursi depan bersama dengan supir dia pun menyadari nya.
"Aliya bagaimana dengan sekolah kamu, sebentar lagi kamu pasti masuk universitas terbaik."
Aliya mengabaikan pertanyaan Fabian, dia lebih memilih untuk mengeluarkan buku catatan nya dan membaca nya di dalam mobil.
Fabian mulai merasa tertantang sekali dengan sikap dingin Aliya, ternyata tidak semudah itu mendapatkan hati Aliya.
Fabian memilih untuk terdiam di saat perjalanan menuju ke sekolah Aliya, sampai di depan gerbang sekolah Aliya memilih untuk membuka pintu mobil nya sendiri dan langsung berlari menghampiri Siska yang sudah menunggu nya.
"Hah, dia dingin sekali lebih-lebih dari Mama nya tapi ini belum apa-apa. Lihat saja nanti dia yang gue nikahi bukan Mama nya."
Siska melihat wajah Aliya yang kelihatan cemberut dari awal turun dari mobil nya.
"Al, kamu kenapa pagi-pagi udah cemberut gini. Kamu kesiangan yaa lupa belajar sekarang kan matematika ulangan pertama."
Aliya semakin cemberut sambil memegang tangan Siska.
"Aku nggak bakalan bisa lagi ketemu Om Irfan, Mama memberikan aku supir pribadi yang baru. Nama nya Fabian yang pernah telephone ke Mama aku ternyata dia masih sangat muda sekali loh dan sekarang dia akan berkerja di perusahaan Mama."
__ADS_1
Siska melihat kesedihan di wajah Aliya dan mata nya pun seperti berkaca-kaca menahan air mata menetes.
"Yasudah nanti kita omongin lagi yaa kalau sudah selesai ulangan, sekarang kita fokus dulu aja sama mata pelajaran sekolah."
Siska menarik tangan Aliya agar bisa segera masuk ke dalam kelas nya dan memulai persiapan ulangan nya.
Di sisi lain Miranda menganti baju nya dengan baju pemberian dari Irfan, dia berniat untuk pergi ke restoran nya.
"Seperti nya aku langsung saja pergi ke restoran nya, nggak usah memberi kabar nanti chatting ku di baca sama Fabian dan dia berpikir negatif."
Miranda pergi bersama dengan supir pribadi Aliya dia sangat terkejut ketika Miranda pergi ke restoran yang sering di datangi oleh Aliya.
Miranda turun dari mobil nya dan ternyata tampa sengaja langsung bertemu langsung dengan Irfan.
Irfan merasa sangat senang sekali ketika bisa melihat Miranda memakai baju yang dia berikan.
"Terimakasih banyak ya, Pak Irfan saya sangat suka sekali dengan pemberian dari Pak Irfan ini."
Supir pribadi Aliya merasa sangat kaget sekali melihat Miranda yang begitu sangat akrab sekali dengan Irfan.
"Bagaimana perasaan nona Aliya, kalau dia tahu lelaki yang dia suka ternyata mempunyai hubungan dekat dengan Mama nya."
__ADS_1
Supir pribadi itu menutup kaca mobil nya, dan memilih memarkirkan mobilnya jauh dari depan restoran karena Irfan pasti kenal dengan supir dan mobil yang sering di pakai untuk bertemu dengan nya.
Mereka pun terlihat sangat akrab sekali dan membuat Irfan semakin percaya diri jika dia bisa mendapatkan Miranda sebagai pendamping hidup nya.