
Setelah selesai Siska makan Aliya berniat untuk pergi dari Restoran tersebut.
"Ayoo sis, kita pulang kesellll banget deh aku jadi nya," ucap Aliya yang dengan wajah yang terlihat sangat kesal sekali.
"Oke Aliya, ayo kita pergi," Siska berdiri dari tempat duduk nya.
Aliya berjalan menundukan kepalanya sambil memainkan handphone.
Dan tiba-tiba brakkkkk Aliya terjatuh saling berantakan dengan seseorang.
Seketika Aliya pun langsung berteriak kesakitan.
"Aduhhhhh sakit jatoh hmmmmmmm,"
Seseorang itu pun langsung membantu Aliya untuk berdiri, Siska hanya terdiam melihat pemandangan yang seperti ada di drama Korea.
"Yaampuun, maaf yaa dee ayo saya bantu."
Aliya menatap wajah seseorang tersebut, wajah yang sedang dia cari2 ternyata sekarang ada di depan wajah nya sendiri.
Aliya langsung spontan berteriak kesakitan kembali.
"Aduuuuuh sakit nggak bisa jalan nih,"
Ucap Aliya sambil memegang kaki kanan nya, Irfan pun langsung mengendong Aliya dan membawa nya ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
Semua pegawai dan pelanggan yang ada mata mereka tertuju kepada Aliya dan Irfan.
Siksa merasa sangat binggung dia langsung berlari menghampiri Aliya yang di bawa ke suatu tempat.
Aliya terus memandangi wajah tampan Irfan, dia tersenyum manis kepada nya.
Irfan membuka kan pintu ruangan nya, dia menurunkan Aliya di sofa.
Aliya terus memandangi wajah tampan Irfan sampai mata nya tidak berkedip sama sekali.
"Masih sakit kaki nya dee, coba saya coba pijit yaa."
Aliya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya berkali-kali, Siksa yang memperhatikan Aliya dari balik pintu pun merasa ada yang aneh dengan tingkah teman nya itu.
"Dia kesakitan tapi dia masih bisa tersenyum gitu, apa an sih Aliya."
"Hmmmm, Pak Irfan yaa,"
Aliya memanggil nama Irfan Riawan dengan lembut sekali.
Irfan yang sedang memijitnya pun langsung terhenti sejenak ketika nama nya di panggil.
"Loh, sudah tahu nama saya darimana,?"
Aliya menjulurkan tangannya dan menyebut kan nama nya.
__ADS_1
"Aku Aliya Mutiara, aku punya kartu nama dari pegawai restoran."
Irfan pun langsung bersalaman dengan Aliya.
"Saya Irfan Riawan pemilik restoran ini."
Hati Aliya terasa berbunga-bunga sekali, deyut jantung berdebar kencang.
Aliya terus memandangi wajah tampan Irfan, dan Siska pun langsung terkejut mendengar perkataan mereka berdua.
Siska tidak menyangka ternyata lelaki yang selama ini di sukai oleh Aliya adalah seorang om-om tampan.
Siska terus memperhatikan mereka berdua, yang sedang mengobrol.
"Oh iya bagaimana sekarang dengan kaki nya, masih sakit kah. Saya meminta maaf sekali karena tadi tidak berhati-hati saat berjalan jadi nya malah bikin kamu kesakitan jatuh."
Aliya menjulurkan handphone kepada Irfan, tampa basa-basi dia meminta nomber telephone Irfan.
"Boleh minta nomer telephone nya kan, aku mohon aku hubungi yang ada di kartu nama nggak di bales terus, kesellll aku jadi nya sampai ketiduran nungguin balasan."
Irfan langsung tersenyum melihat tingkah Aliya yang begitu sangat polos sekali.
Irfan pun langsung mengambil handphone Aliya dan mengetikkan nomber handphone.
Aliya langsung histeris dia sangat kegirangan sekali dan membuat malu Siska yang melihat nya.
__ADS_1
"Terimakasih yaa, siapa tau kita cocok dan jadi jodoh gitu hehe."
Irfan langsung tersenyum melihat tingkah laku Aliya yang membuat nya salah tingkah.