Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (97)


__ADS_3

Melihat ekpresi Aliya yang langsung berubah menjadi cemberut, Siska pun langsung mengambil handphone Aliya.


Dia melihat panggilan telephone nya untuk di matikan oleh Miranda.


"Siska, seperti nya aku ingin segera pergi dari rumah itu. Mama selalu saja marah-marah sama Aku, dia selalu berpikir jika aku pergi bersama dengan Kak Fabian dan mengganggu waktu kerja dia."


Siska memeluk erat tubuh Aliya, Siska ikut bersedih dengan apa yang di rasakan oleh Aliyaa.


"Kamu yang sabar yah Aliyaaaaaaa, aku yakin kamu pasti kuat untuk menjalankan masalah ini."


Aliya pun langsung terdiam baru saja dia mencoba untuk melupakan bayang-bayang kejadian semalam, sekarang dia harus bersedih dengan sikap Mama nya sendiri.


"Siska, mau kah kamu menemani aku untuk pergi ke pemakaman umum papa aku. Aku sudah lama tidak pergi ke sana."

__ADS_1


Siska menganggukan kepalanya mereka berdua pergi dari tempat tersebut dan langsung bergegas pergi ke tempat pemakaman umum.


"Pak Denise, antarkan aku pergi ke pemakaman Papa yah. Aku ingin meluapkan semua perasaan hati aku."


Supir pribadi Aliya pun menggangukan kepalanya dia melihat Aliya begitu sangat bersedih kembali.


"Kenapa yah Tante Miranda bersikap overprotektif sekali dengan Kak Fabian, apa karena Kak Fabian itu asisten pribadi dan tahu tentang masalah dan rahasia perusahaan Mama kamu yah Aliyaaa."


Siska pun di buat kebingungan juga dengan sikap Miranda yang tidak seperti biasanya.


Mobil Aliyaa berhenti di depan toko bunga, seperti biasa sebelum pergi Aliya membeli bunga mawar putih. Dia membeli banyak sekali bunga-bunga mawar putih tersebut.


Siska pun ikut membantu Aliyaa, mereka berdua berjalan menuju ke pemakaman umum tersebut.

__ADS_1


Aliya melihat setangkai bunga mawar merah yang sudah mengering, itu tanda nya sudah lama Mama nya tidak datang ke pemakaman ini.


Aliya langsung membuang bunga mawar merah yang sudah mengering tersebut dan menggantinya dengan bunga mawar putih yang sangat banyak sekali.


Aliya memandangi batu nisan almarhum Papa nya, seketika air mata nya mengalir deras di kedua pipinya. Terlihat sekali Aliyaa sangat merindukan sekali sosok Papa di sampingnya sekarang.


Siska mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa, karena terlihat sekali Aliyaa yang begitu sangat sedih.


Aliya pun mengusap batu nisan tersebut, sambil memaksakan senyuman di saat air mata nya masih mengalir.


"Pap, Aliyaa rindu sekali Papa sekarang. Sekarang Mama seperti sangat membenci sekali aku Pap. Mama sekarang berani membentak aku dengan suara yang keras sekali Pap, Mama berubah tidak seperti yang dulu yang sangat lemah lembut sama aku. Aku lebih sering pergi dari rumah tapi Mama tidak pernah mencari kuu Pap."


Mendengar curahan hati Aliyaa, Siska merasa sangat sedih sekali Aliyaa yang dia kenal sejak kecil yang sangat manja sekali sekarang mulai berubah menjadi Aliya yang kuat dan sangat mandiri.

__ADS_1


Setelah mencurahkan isi hati nya, Aliyaa tidak lupa mendoakan Almarhum Papa nya. Walaupun air mata tidak berhenti mengalir dari matanya.


Siska pun langsung mencoba untuk membangun kan Aliyaa, agar segera pergi karena Siska sangat hawatir sekali melihat Aliyaa yang terus menerus menangis tanpa henti di depan batu nisan almarhum Papa nya


__ADS_2