
Mereka sampai di sebuah restoran yang sangat mewah sekali, Aliyaa merasa sangat terkejut sekali kenapa hanya pertemuan saja seperti sebuah pertunangan yang sangat mewah sekali.
"Rendy, kita kan hanya bertemu dengan Tante Kania. Kenapa harus seperti ini yaa mewah sekali. Aku jadi merasa gimana gitu yaa."
Aliya menggigit bibir bawah nya dia tidak ada sedikit pun rasa bahagia nya sama sekali.
"Aliya kamu aja yang terlalu sederhana sekali, ini biasa saja kok Al."
Rendy pun mengajak Aliyaa untuk duduk menunggu kedatangan Mama nya yang Aliyaa pikir sudah datang.
"Sebenarnya Mama pasti datang kok ke sini dia sedang bersama di perjalanan menuju ke ke sini."
Aliya terlihat sangat gugup sekali, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.
Rendy mulai memesan kan makanan untuk mereka bertiga.
Aliya duduk dengan sangat gelisah sekali dan Rendy memperhatikan nya.
"Al, kamu kenapa seperti itu. Kamu mau ke toilet yaa ?."
__ADS_1
Ketika Rendy mengatakan tentang toilet Aliyaa pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Iyaa Rendy aku mau ke toilet dari tadi tapi aku tahan Haha."
Aliya pun mencari toilet tersebut, dia hanya bercermin dan memperhatikan wajah nya.
"Apa ini kenapa aku merasa tidak nyaman sekali, padahal aku sudah pernah bertemu dengan Tante Kania sebelumnya tapi kenapa aku jadi seperti. Niat mau ingin berkerja di perusahaan nya nyali ku turun."
Aliya lumayan lama sekali berada di dalam toilet dan akhirnya dia pun kembali menghampiri Rendy.
"Demi apapun aku ingin pulang, aku tidak mau bertemu dengan Tante Kania."
Aliya pun menghampiri Rendy dan ternyata sudah ada Mama nya
Aliya tidak berani menyapa dia hanya tersenyum tipis saja sambil menundukkan kepalanya.
Aliya tidak menyangka Tante Kania yang dulu berbeda dengan Tante Kania yang sekarang.
__ADS_1
Semakin perusahaan nya maju semakin berubah sikap dan penampilan nya.
"Aliya Mutiara, kamu sekarang sedang kuliah jurusan apa ?."
Tanya Tante Kania dengan suara yang tegas dan membuat Aliyaa terkejut.
"Aku sekarang sedang Kuliah Kedokteran dengan jurusan Dokter Specialis Anak karena aku mendapatkan beasiswa."
Kania tersenyum tipis kepada Aliyaa.
"Kenapa kamu tidak kuliah bisnis untuk bisa mengembangkan perusahaan milik Almarhum Papa kamu, apa kamu tidak kasihan kepada Mama yang harus mengurus perusahaan itu sendiri atau memilih pertolongan orang lain."
Pertanyaan yang menyudutkan Aliyaa dia sangat tidak menyangka sekali pertemuan yang hanya untuk membahas urusan pribadi nya saja.
Aliya merasa sangat tidak nyaman sekali dia ingin meninggalkan restoran ini saja.
"Aliya kamu anak yang pintar dan berprestasi, jika kamu mengikuti apa yang Mama kamu inginkan mungkin kamu tidak akan seperti ini. Kamu tidak akan kesusahan soal materi dan kamu tidak harus berjuang keras untuk hidup. Tante benar-benar kasihan dengan kamu Aliyaa Tante merasa tidak tega melihat nya."
Setelah Tante Kania selesai berbicara dengan nya, Aliyaa memilih untuk berdiri dari tempat duduk nya.
__ADS_1
"Jika pertemuan ini hanya untuk membahas tentang masalah pribadi saya, dan berujung pada menyudutkan saya lebih baik saya pergi saja. Karena jujur saja saya yang sudah mulai bisa hidup terbiasa seperti ini merasa sangat tidak nyaman sekali berada di tempat mewah seperti ini."
Aliya memilih untuk pergi meninggalkan Rendy dan Mama nya.