
Aliya merasa sangat tidak nyaman sekali ketika Om Irfan memandangin wajah nya dengan begitu sangat dekat sekali.
"Maaf Om, jangan terlalu seperti ini. Maaf aku kurang nyaman."
Irfan langsung menjaga jarak nya dengan Aliyaa, Siska yang memperhatikan mereka berdua seperti sedang tertukar kepribadian nya.
Aliya bersiap biasa saja dengan Om Irfan, sedangkan Om Irfan bersikap perhatian kepada Aliyaa.
Siska langsung berpikir jika Om Irfan mulai menyimpan perasaan dengan Aliyaa.
Pandangan mata Siska langsung tertuju kembali ke gerbang rumah itu dan melihat ada mobil lagi yang datang menuju ke rumah ini.
Siska langsung mengetahui nya jika itu adalah mobil Fabian, Siska langsung hawatir ketika Fabian datang di saat Om Irfan sedang ada di sini juga.
Siska memilih untuk mengeluarkan handphone nya dia memilih untuk memainkan handphone saja.
Berpura-pura tidak tahu dengan kedatangan Fabian menuju ke sini, Fabian terlihat memakai baju hitam seperti dia sudah mengganti baju nya sebelum datang ke sini.
__ADS_1
Siska merasa sangat kebingungan sekali jika dia berada di posisi Aliyaa, dua orang lelaki tampan yang menghampiri nya.
Jadi kejauhan Fabian sudah melihat Irfan berada di rumah Aliyaa.
"Irfan Riawan, ada apa dia kembali menghampiri Aliyaa."
Fabian bergegas berjalan menuju ke rumah Aliyaa, dia pun menepuk pundak Irfan sampai membuat nya terkejut.
"Astaga, Fabian. hahhhh kupikir siapa."
Fabian tersenyum sinis kepada Irfan.
Suasana berubah menjadi memanas, Siska merasa sangat tidak nyaman sekali melihat perdebatan antara Fabian dan Irfan.
Aliya hanya terdiam mendengar kan perkataan mereka berdua.
"Miranda tidak pernah menyuruh saya untuk datang menemani Aliyaa tapi saya yang ingin sekali melihat kondisi Aliyaa."
Fabian pun langsung menepuk tangan nya sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Atas dasar apa kamu ingin melihat kondisi Aliyaa,? jangan mempermainkan perasaan Aliyaa sebelumnya kamu tahu kan jika Aliyaa mempunyai perasaan yang lebih dengan kamu dan sekarang Aliyaa sudah melupakan semuanya tapi kamu datang kembali seperti memberikan harapan baru untuk Aliyaa."
Siska pun langsung memegang tangan Aliyaa, dia menggelengkan kepalanya kepada Aliyaa seakan pertanda agar Aliyaa diam saja.
"Saya melakukan ini karena saya merasa kasihan sekali dengan Aliyaa, dia kurang kasih sayang dari Miranda."
Mendengar perkataan dari Om Irfan membuat Aliyaa semakin yakin jika Om Irfan memang tidak akan pernah mempunyai perasaan terhadap nya.
Aliya pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dia merasa sudah sangat cukup mendengar perkataan mereka berdua.
"Om Irfan, sebelum nya aku berterima kasih sekali atas perhatiannya terhadap aku. Tapi lebih baik Om Irfan tidak usah seperti ini hanya merepotkan saja, karena sekarang ada seseorang yang bisa menjaga aku ketika Mama tidak pernah ada di samping aku sekarang dia adalah Kak Fabian."
Irfan merasa sangat terkejut sekali ketika Aliyaa yang kelihatan seperti sudah mempunyai kenyamanan dengan ada nya Fabian di samping nya.
Irfan langsung menghampiri Fabian dan berbisik ke telinga nya.
"Jangan serakah secepatnya tentu kan siapa yang kamu pilih. Anak nya atau Ibu nya jangan sampai hanya ingin mempermainkan perasaan mereka berdua saja."
Irfan langsung meninggalkan tempat tersebut dan perkataan Irfan membuat Fabian seketika langsung terdiam.
__ADS_1