
Miranda memilih untuk diam di rumah nya, dia benar-benar ingin bisa bersama dengan Aliya.
"Nak, bagaimana kalau besok kita pergi ke suatu tempat. besok mama akan mengambil libur untuk bisa bersama dengan kamu seharian."
Aliya mengabaikan ucapan Mama nya dia hanya fokus terhadap buku yang dia baca. Miranda mengambil buku itu agar Aliya mau menjawab pertanyaan.
"Kenapa baru sekarang Mama mau begini, sebelum-sebelumnya Mama ke mana saja, aku mau belajar Mam, tolong keluar dari kamar aku."
Di saat Miranda merasa sangat Sedih dengan sikap putri nya kepada nya. Di sisi lain Fabian sedang bersenang-senang dengan dunia malam menghabiskan uang yang di berikan oleh Miranda.
"Heh Bian, mana Tante-tante cantik itu kenapa loe nggak bawa di ke sini."
Fabian langsung tertawa mendengar ucapan sahabat nya itu.
"Hahahaha, dia tuh cuman sekedar mesin ATM buat gue. Gue juga masih normal kali nggak mungkin pake cinta sama dia, gue juga pengen cari pasangan yang lebih muda cantik. Dia kan udah punya anak 1."
Teman nya cuma menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar ucapan Fabian.
"Jahat loe Bian, ternyata loe cuman mau uang nya doang. Gue kira loe beneran cinta sama perempuan itu."
__ADS_1
Fabian pun memilih pergi mendekati perencanaan-perempuan muda yang ada di sekitar nya.
Dia menghabiskan malam itu dengan bersenang-senang bersama wanita-wanita malam.
****
Miranda memilih untuk pergi ke apartemen nya, dia ingin melampiaskan kekesalannya pada Fabian dengan meluapkan rasa nya kepada brondong nya itu.
Miranda sampai di apartemen ternyata kosong, tidak ada Fabian di sana.
"Pergi kemana dia, aku coba buat menghubungi nya."
Panggilan telephone dari Miranda tidak di jawab sama sekali oleh Fabian.
Miranda langsung memilih untuk pergi dari Apartemen tersebut, ketika dia membuka pintu ternyata Fabian ada di balik pintu tersebut.
"Astaga, aku kaget sekali. Kamu sudah dari mana saja kenapa panggilan telephone dari aku nggak di angkat sih."
Miranda terlihat sangat emosional sekali, dia melihat Fabian seperti 1/2 sadar.
__ADS_1
"Kamu habis dari mana saja, kamu bau sekali minum ihhhhh."
Fabian terus memandangi wajah cantik Miranda, dia langsung memeluk erat Miranda.
"Ayoo kita lakukan saja langsung, kamu pasti sudah tidak sabar kan."
Fabian membuka kancing baju kemeja milik Miranda, tapi di tepis oleh Miranda.
"Lebih baik kamu tidur saja sana, aku tidak mau melakukan nya dengan keadaan 1/2 sadar begitu."
Miranda mengambil tas nya dan berniat untuk segera pergi dari Apartemen itu. Tapi tangan Miranda di tarik kencang oleh Fabian.
"Jangan seperti itu, kamu tega meninggalkan aku sendirian di kamar yang indah ini."
Fabian memeluk erat Miranda dari belakang.
"Tapi besok aku ada janji dengan putri kesayangannya ku. Besok dia ulang tahun aku harus ada di hari spesial dia."
Miranda mencoba melepaskan diri nya dari pelukan erat Fabian.
__ADS_1
"Aku ingin kamu menemani ku malam ini, tidur bersama dengan aku malam ini. Setelah itu kamu bisa langsung pulang, Bagaimana sayaaaaang?."
Fabian terus menggoda Miranda dengan mengerakkan tangan nya ke tempat-tempat tertentu yang membuat nafas Miranda tidak beraturan sekali dan bersuara lirih.