
Melihat Irfan yang begitu terkejut dan seperti tidak percaya, Fabian memberikan foto kebersamaan antara Miranda dan Aliya.
Fabian menyimpan nya di meja dan Fabian langsung pergi dari tempat tersebut.
Irfan langsung mengambil foto tersebut, tangganya sangat bergetar sekali melihat foto kebersamaan mereka.
"Jika mereka berdua adalah ibu dan anak, lalu lelaki itu apakah dia adalah kekasih Miranda."
Irfan pun langsung berlari mengejar Fabian, dia melihat Fabian yang belum masuk ke dalam mobil.
"Tunggu sebentar apakah kamu itu adalah kekasih Miranda, yang dekat dengan Aliyaa."
Pertanyaan Irfan langsung membuat Fabian tahu jika Miranda dan Irfan sudah sangat dekat sekali, bahkan Irfan pun sampai tahu kedekatan nya bersama dengan Aliya.
"Yaa, benar sekali. Saya sangat dekat dengan Aliya bahwa saya cinta kepada Aliya bukan Miranda."
Fabian merasa Irfan memiliki perasaan dengan Miranda, dia pun ingin mengajak Irfan untuk berkerja sama.
"Kamu pasti punya perasaan yang lebih kan dengan Miranda, jujur saja karena kalian memang sangat cocok sekali sama-sama sudah dewasa."
__ADS_1
Fabian semakin memojokkan Irfan dengan ucapan-ucapan nya, dan membuat Irfan hanya bisa terdiam.
Irfan pun mencoba untuk menenangkan pikiran nya, ketika dia ingin menjawab pertanyaan dari Fabian.
"Miranda sangat percaya terhadap saya dia bercerita tentang kehidupan pribadi dan saya menghargai itu karena dia menyimpan kepercayaan kepada saya, sedangkan Aliya dia hanya gadis remaja yang masih sangat labil sekali dari sikap dan tingkah laku nya."
Setelah mendengar penjelasan dari Irfan, Fabian memilih untuk masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Irfan.
Fabian langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat kencang sekali.
"Ahhhhhh, aku tidak menyangka sekali ternyata Miranda adalah Mama nya Aliya. Astagaaaa dunia ini begitu sangat sempit sekali."
****
Fabian mulai menyusun rencana nya, bagaimana cara nya agar Aliya bisa bercerita kepada nya tentang sosok Irfan.
"Sudah gue tebak lelaki itu mempunyai perasaan terhadap Miranda, tapi itu bagus supaya gue makin punya kesempatan untuk bisa bersama dengan Aliya."
Fabian memilih untuk pulang ke Apartemen nya, dan membiarkan dua mobil mewah milik Miranda ada di Apartemen nya.
__ADS_1
***
Suasana makan malam di rumah, Aliya turun terlebih dahulu dia pun memilih untuk menikmati makanan yang sudah di sediakan oleh pelayan nya sehingga dia tidak makan bersama dengan Mama nya.
Miranda yang melihat Aliya dari atas tangga pun langsung turun dan menemani nya makan bersama.
Suasana makan malam tersebut begitu sangat canggung sekali, tidak ada pembicaraan antara mereka berdua.
Aliya hanya fokus menundukkan kepalanya sambil menikmati makanan nya, sedangkan Miranda terus memperhatikan Aliya makan.
Aliya selesai menghabiskan makanan nya, dia pun langsung beranjak dari tempat duduk nya.
"Aliyaaaaaaa, bisa kah kamu menghormati Mama mu ini."
Suara Miranda begitu sangat kencang sekali sehingga membuat para pegawai memperhatikan mereka berdua.
Aliya pun langsung membalikkan badannya dan menghampiri Mama nya tersebut.
"Selama ini Mama itu kenapa sih, dari waktu Mama melemparkan baju ke atas kasur aku sudah mulai sakit hati dengan perlakuan Mama sama aku. Terus kenapa sih Mama marah-marah kalau aku dekat sama Kak Bian tingkah Mama mencontohkan hal yang nggak baik untuk aku."
__ADS_1
Miranda terdiam mendengar perkataan Aliya.