Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (99)


__ADS_3

Miranda memilih untuk pergi ke suatu tempat yang dimana dia bisa melampiaskan kekesalannya dia tidak punya pilihan lagi karena tidak mungkin dia pergi ke Restoran Irfan kembali.



Miranda sangat menikmati sekali walaupun banyak yang memperhatikan penampilan nya, bahwa banyak juga yang menghampiri nya untuk bisa berkenalan dengan janda kaya raya tersebut.


Miranda hanya bisa terdiam dan tersenyum ketika banyak yang mencoba untuk mendekati dirinya, Miranda merasa mulai sangat tidak nyaman sekali.


Tapi siapa yang menyangka di saat Miranda yang mulai ingin pergi tiba-tiba datang seseorang yang memegang tangan nya untuk pindah dari kursi tersebut.



Miranda pun merasa sangat terkejut sekali ketika ada Irfan di sana, Miranda pun langsung pindah kursi dan mengikuti ajakan Irfan.


Pandangan mereka pun hanya tertuju kepada Miranda dan Irfan mereka langsung menyangka jika mereka ada pasangan suami istri.


Miranda dan Irfan pun duduk berhadapan, Miranda memegang kepalanya dia merasakan kembali sakit yang luar biasa sekali.

__ADS_1


"Miranda, apa kamu baik-baik saja. Kenapa kamu bisa ada di caffe ini."


Irfan memperhatikan terus Miranda yang terus memegang kepala nya.


"Hmmmmmm, aku ingin melepaskan rasa kesal yang terus-menerus ada di dalam kehidupan ku sehari-hari. Hari-hari kuu tidak pernah terlepas dari emosional."


Miranda pun meminum Coffe hangat yang ada di hadapannya.


"Tentang Fabian lagi,? kenapa lagi dia. Apakah dia sumber dari rasa kekesalan kamu selama ini?."


Miranda terdiam mendengar perkataan Irfan yang seperti sudah kesal dengan sikap Fabian terhadap Miranda.


Irfan memegang lembut tangan Miranda tapi Miranda melepaskan genggaman tangan tersebut.


"Hmmmmmmm, aku akan tetap seperti ini karena aku yakin sikap Fabian pasti akan berubah seperti dulu kembali sekarang aku harus jauh lebih mengerti dia dan belajar untuk sabar."


Irfan melihat kekuatan cinta yang besar ada pada diri Miranda untuk Fabian, tapi andai Miranda tahu jika Fabian lebih cinta kepada Aliyaa bukan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah Miranda, semoga saja semua pengorbanan cinta kamu itu tidak sia-sia dan berakhir dengan indah bukan dengan tangisan."


Irfan pun mencoba membuat Miranda tersenyum manis kembali, Irfan hanya bisa pasrah dan memendam perasaan cinta nya.


"Oh iya Irfan kenapa kamu bisa ada di Cafee ini lalu bagaimana dengan Restoran kamu?."


Irfan tersenyum manis ketika Miranda bertanya kepada dirinya.


"Ini adalah salah satu Cafee ku juga Miranda, Caffe ini baru di resmikan seminggu yang lalu."


Miranda terkejut sekali dengan kesuksesan Irfan.


"Wow, luar biasa sekali kamu ternyata sangat sukses sekali yah. Dari Restoran itu sangat keren dan elegan sekali sekarang kamu buka Caffe ini yang bertema seperti cinta dan romantis sekali yah."


Miranda sangat mengagumi sekali usaha bisnis Irfan.


"Aku seperti ini ingin bisa membahagiakan pasangan kuu nanti, biar dia merasakan semua kesuksesan kuu ini. Karena aku kerja keras seperti ini hanya untuk membahagiakan istri ku nanti."

__ADS_1


Pandangan mata Irfan begitu sangat tajam sekali ketika berbicara seperti itu dan membuat Miranda menjadi salah tingkah dengan pandangan mata Irfan yang seperti di tunjukkan untuk dirinya.


__ADS_2