Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (187)


__ADS_3

Rendy bahkan berniat untuk bertemu dengan Miranda di saat Miranda sedang bertugas di luar kota.


"Lebih baik aku mendatangi Tante Miranda langsung saja, karena kemarin aku kirim pesan dia seperti mengabaikan pesan dari kuu ini."


Rendy pun sampai di depan kantor nya dia langsung bertugas dengan sangat baik sekali.


***


Aliya dan Siska duduk di bawah pohon rindang ketika mereka berdua sudah tidak ada lagi kelas.


Siska terus saja memandangi wajah Aliyaa yang masih saja sedih.


"Al, kamu kenapa masih sedih gitu kan udah di belikan handphone baru sama Rendy. Apa kamu rindu dengan Kak Fabian sekarang kamu bisa pakai handphone kuu ini, untuk memberikan kabar kepada Kak Fabian."


Siska memberikan handphone nya kepada Aliyaa dan Aliyaa pun mengambil handphone tersebut.


"Apa Kak Bian masih sibuk yaa sekarang kalau aku menghubungi dia sekarang."


Aliya pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian.

__ADS_1


Tapi tidak juga ada jawaban nya dan Aliyaa pun terus saja menghubungi Fabian.


"Tidak di jawab terus Siska seperti nya, Kak Bian sedang sibuk dengan pekerjaan nya."


Aliya mengembalikan handphone Siska dengan wajah yang sangat sedih sekali.


"Hmmmm, Siska seperti nya aku tidak selalu seperti ini terus. Jika aku seperti ini terus hanya bisa membebankan orang lain dan membuat mereka risih dengan aku yang sekarang yang selalu tergantung pada orang lain dalam kebutuhan kuu sendiri."


Siska memegang tangan Aliyaa dia sangat kasihan sekali melihat kondisi Aliyaa yang sekarang.


"Aku tidak mau kebutuhan kuu di tanggung oleh Kak Fabian, aku nggak mau menyusahkan nya. Kasihan dia kerja keras hanya untuk membiayai aku yang hanya sebatas pacar nya saja."


"Al, maksud kamu apa Al. Kamu mau balik lagi ke rumah kamu Al,? kamu mau meninggalkan kuliah kedokteran ini dan mengikuti keinginan Mama kamu untuk kuliah bisnis."


Siska begitu sangat terkejut sekali jika apa yang dia katakan itu menjadi kenyataan.


"Tidak Siska, aku tidak akan pernah kembali lagi ke rumah itu. Nama kuu sudah di coret sesuai dengan ucapan Mama Miranda, seperti nya aku akan mencari pekerjaan. Aku akan kuliah sambil berkerja."


Aliya tersenyum manis kepada Siska.

__ADS_1


"Kamu yakin Al mau kuliah sambil kerja, dengan kuliah aja kita udah keteteran Al. Kadang tugas-tugas yang tiba-tiba banyak banget dan bikin kita lelah banget."


Siska yang tidak bisa membantu Aliyaa hanya bisa kasihan kepada Aliyaa.


"Kan belum di coba, aku harus semangat Sis demi mengejar mimpi aku. Dan nanti ini akan aku ceritakan jika aku mempunyai anak nanti tentang perjuangan hidup hidup nya."


Siska langsung memeluk erat Aliyaa.


"Kamu semangat terus yaa Al, aku yakin deh sekarang kamu pasti jadi seseorang yang sukses tampa sedikit pun dari harta kekayaan keluarga kamu. Kamu harus semangat."


Siska melepaskan pelukan erat dan mereka pun berjalan menuju pulang ke rumah masing-masing.


"Al, bagaimana kalau malam ini kamu nginep aja di rumah aku yuuuu Al. Malam ini aja biar kamu juga bisa komunikasi sama Kak Bian sambil menunggu kedatangan handphone baru dari Rendy."


Aliya terdiam sambil berpikir dengan ajakan dari Siska.


"Baiklah ayo kita pulang bersama, nginep di rumah kamu Siska."


Mereka pun pulang bersama dan menunggu kedatangan Rendy di rumah Siska.

__ADS_1


__ADS_2