
Mereka terus saja berpelukan sampai sampai Siska melihat jam dinding yang sudah tepat jam 4 sore.
Siska pun melepaskan pelukan erat nya kepada Aliyaa.
"Aliya seperti nya aku harus pulang yaa, nanti besok aku pasti ke sini lagi untuk bertemu dengan kamu."
Aliya pun harus melerakan kepergian Siska walaupun sebenarnya Aliyaa masih ingin bersama dengan Siska.
"Kamu hati-hati Siska lebih baik kamu di antar pulang sama Kak Fabian saja bagaimana Sis."
Aliya terlihat sangat hawatir sekali dengan Siska.
"Ihhhhhhh, nggak usah deh aku pulang sendiri aja yaa."
Siska pun langsung keluar dari ruangan Aliyaa, dia terlihat sangat buru-buru sekali.
Aliya pun memilih untuk beristirahat dia memejamkan mata nya.
Tapi tiba-tiba ada suara sepatu yang seperti mau masuk ke ruangan nya.
Aliya masih memejamkan mata nya dan dia berpura-pura tidur.
__ADS_1
Ternyata itu adalah kedatangan Miranda yang ingin melihat Aliyaa sambil merencanakan sesuatu.
Miranda menghampiri Aliya dia melihat Aliyaa yang terbaring lemah tidak berdaya.
Miranda hanya bisa terdiam saja dia tidak berani untuk membangunkan Aliyaa.
"Seperti nya aku harus pergi saja, aku kembali di saat nanti malam hari saja."
Miranda berniat untuk pergi tapi Aliyaa membuka mata nya dan dia melihat ternyata yang datang untuk menjenguk nya adalah Mama nya.
Aliya pun merasa sangat senang sekali ketika Mama nya datang untuk menjenguk nya.
"Mamaaaaaa, Mama Miranda."
Miranda langsung membalikkan badannya ketika Aliyaa memanggil nama nya.
Miranda pun menghampiri Aliyaa dia merasa sangat tidak tega sekali melihat kondisi Aliyaa yang sangat pucat sekali.
"Aliya kamu kenapa harus di rawat kembali, kamu tidak bisa menjaga kesehatan tubuh kamu."
Terlihat Miranda yang sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa yang sekarang.
__ADS_1
"Iyaa Mam, maafkan aku yang tidak bisa menjaga kondisi kesehatan kuu."
Aliya terlihat sangat sedih sekali dan membuat Miranda pun menahan tetesan air mata nya.
Miranda terdiam untuk menahan rasa sedih nya.
"Aliya, Mama sangat tidak tega melihat kondisi kamu yang seperti ini. Mama memberikan pilihan untuk kamu sekarang, kembali ke rumah atau kamu bertahan hidup kekurangan seperti ini."
Miranda mulai bisa bicara tegas kembali kepada Aliyaa.
"Aliya kamu jangan memaksa kan untuk hidup mandiri seperti ini, tapi kenyataan nya kamu hidup dengan penuh dengan kemewahan. Jangan pernah kamu berpikir Mama yang tidak peduli dengan kamu itu semua nya karena kamu yang memilih untuk menghindar dari Mama jadi seakan-akan Mama yang salah."
Aliya terdiam mendengar perkataan dari Mama nya.
"Aliya Mutiara, ayo lah jangan seperti ini hanya untuk menyiksa diri kamu sendiri. Lihat wajah kamu sekarang sangat pucat sekali dan tubuh kami Aliyaa sangat kurus sekali hanya untuk berjuang demi mendapatkan beasiswa itu saja."
Miranda memandangin wajah Aliyaa dengan tatapan mata yang tajam sekali dan Aliyaa hanya bisa menunduk kan kepalanya.
"Sekarang kamu tinggal bersama dengan Fabian, sedangkan setatus hubungan kalian itu hanya berpacaran saja bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu dengan kamu Aliyaa. Bagaimana jika kamu sampai hamil anak Fabian."
Aliya mulai merasakan jika pembicaraan Mama nya itu selalu berujung dengan hubungan nya bersama dengan Fabian.
__ADS_1