
Siska memilih untuk pergi dari rumah tersebut, dia membiarkan Aliyaa yang menyelesaikan semua nya.
Aliya pun langsung mengambil handphone nya, dia berniat untuk mengirimkan pesan kepada Mama nya.
*Mam, nanti malam Mama siapkan makan malam untuk aku, Mama dan Kak Bian. Aku ingin malam ini kita makan malam bersama jika sudah siap kirimkan alamat nya kepada Kak Fabian.*
Miranda merasa sangat terkejut sekali ketika membaca pesan dari Aliyaa.
"Ada apa ini maksudnya Aliyaa mengirimkan pesan seperti ini, dia mengajak aku untuk makan malam bersama mereka berdua."
Miranda hanya terdiam sambil membaca ulang pesan yang di kirimkan oleh Aliyaa.
Aliya yang merasa masih sangat lemas sekali beranjak dari tempat tidur nya, dia berjalan menuju ke kamar Fabian.
"Kaaaa, bisa di buka dulu pintu kamar nya kaaa. Aku ingin berbicara dengan Kakak."
Aliya mencoba untuk terus mengetuk pintu kamar Fabian, dan akhirnya Fabian membuka kan pintu kamar nya.
Aliya tersenyum manis kepada Fabian dengan wajah yang masih sangat pucat sekali.
Fabian pun menarik tangan Aliyaa untuk masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukan ini semua, kita baru saja bertemu setelah tiga hari kita tidak bertemu dan sekarang ketika kita bertemu kenapa harus bersama dengan Mama kamu."
Fabian masih saja tidak mengerti dengan apa rencana dari Aliyaa.
"Semenjak aku keluar dari rumah Mama tidak peduli sama akuu, dia seperti lupa kalau dia mempunyai anak perempuan. Aku hanya ingin mencoba untuk menjalani hubungan yang baik dengan Mama yaa walaupun aku tidak bisa lagi tinggal bersama dengan dia."
Mendengar penjelasan dari Aliyaa Fabian pun langsung memeluk erat tubuh Aliyaa.
Aliya yang masih merasa pusing dan lemas hanya bisa terdiam ketika dia peluk erat oleh Fabian.
Aliya tidak bisa membohongi perasaannya kerinduan nya kepada Fabian.
"Aku sangat merindukan kamu Aliyaa, aku sangat merindukan kamu."
Fabian yang melihat wajah Aliyaa yang semakin pucat langsung membiarkan Aliyaa untuk tidur di kamar nya.
"Wajah kamu masih saja pucat sekali lebih baik kamu istrirahat dulu yaa."
Fabian keluar dari kamar nya dia mencoba untuk membuat kan teh manis hangat untuk Aliyaa.
"Aku sangat mencintaimu Kak Bian tapi aku tidak mau Mama kuu membenci kuu hanya karena sebuah perasaan yang tertunda."
__ADS_1
Aliya menghapus air mata dia tidak mau Fabian sampai mengetahui nya.
Fabian pun datang dengan membawa kan teh manis hangat untuk Aliyaa.
"Di minum yaa, supaya kamu lebih bertenaga yaa."
Aliya mengikuti perintah Fabian dia meminum teh manis hangat tersebut.
Wajah Aliyaa masih sangat pucat sekali tapi dia mencoba untuk tersenyum kepada Fabian.
"Bagaimana Kak,? nanti malam kita bisa kan makan bersama dengan Mama. Aku minta Mama yang menyiapkan semuanya tempat nya juga."
Fabian hanya terdiam dalam hati nya dia sangat tidak mau tapi demi Aliyaa dia terpaksa harus berbohong.
"Yaa, baiklah. Nanti malam kita datang ke sana untuk makan bersama."
Fabian terus memandangi wajah cantik Aliyaa, dia berjanji kepada dirinya sendiri dia tidak akan meninggalkan Aliyaa.
"Sekarang lebih baik kamu beristirahat yaa, biar kondisi kamu sehat yaa."
Fabian membaringkan kembali Aliyaa dan menyimpan gelas yang berisi teh manis hangat.
__ADS_1
Aliya pun memilih untuk tidur di kamar Fabian.