
Aliya terus saja memandangi wajah Fabian, dia merasakan kenyamanan ketika berada bersama dengan Fabian.
Fabian yang merasakan jika dia sedang di perhatikan oleh Aliyaa pun langsung menghampiri Aliyaa.
"Ada apa Aliyaa,? pandangan mata kamu itu begitu sangat tajam sekali."
Aliya pun langsung terkejut mendengar perkataan Fabian dia pun langsung tersenyum tipis.
"Hmmmmmmm, nggak apa-apa kok Kaa. Kakak lucu hehe."
Fabian pun merasa keanehan dalam diri Aliyaa.
"Aliyaaaaaaa, kamu jangan pernah mempunyai rahasia. Apapun itu ungkapan saja yaa."
Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa.
"Iyaa Kaaa, aku akan selalu bercerita dengan Kakak."
Aliya pun langsung menghampiri penjual bunga dia membeli setangkai bunga mawar putih untuk nya.
__ADS_1
Fabian memperhatikan Aliyaa dia kalah cepat dengan Aliyaa.
"Ahhhhhh, dia beli mawar putih duluan."
Fabian merasa sangat malu sekali seharusnya dia yang membelikan mawar putih tersebut.
"Al, kamu suka banget yaa sama mawar putih."
Aliya memandangi wajah Fabian yang terlihat seperti memandangi bunga mawar putih Aliyaa dengan wajah yang sedikit jutek.
"Aku kan di rumah ada taman bunga jadi yaa aku mencoba untuk suka dengan bunga-bunga, kalau nanti aku punya rumah sendiri aku ingin sekali rumah ku di kelilingi tamanan dan bunga-bunga."
Fabian langsung bersemangat untuk bisa berkerja lebih giat lagi untuk bisa mengabulkan apa yang di inginkan oleh Aliyaa.
Fabian memegang erat tangan Aliyaa dan dia pun mengambil setangkai mawar putih yang ada di tangan Aliyaa.
Aliya pun langsung terkejut melihat apa yang Fabian lakukan kepada nya.
Pandangan mata Aliya dengan Fabian begitu sangat dekat sekali, suasa pun mendadak menjadi sepi sekali.
Fabian mencium tangan Aliyaa dengan penuh perasaan sekali membuat Aliyaa gugup dengan apa yang di lakukan oleh Fabian.
"Aliyaaaaaaa, Kakak ingin bisa menjaga kamu di mana pun kamu berada. Aliyaa Kakak sayang sekali dengan kamu rasa sayang Kakak melebihi apapun."
__ADS_1
Aliya merasa tidak tidak percaya sekali ketika Fabian mengungkapkan perasaan hati nya.
Aliya pun langsung melepaskan genggaman erat tangan nya yang di genggaman erat oleh Fabian.
"Hmmmmm, Kak boleh aku memikirkan lagi untuk menjawab nya. Aku tau Kakak sangat baik sekali dengan aku dan aku pun merasa sangat nyaman sekali di dekat Kakak, tapi aku yang belum pernah berpacaran sebelum nya aku ingin bisa yang terbaik untuk aku."
Fabian merasa sedikit kecewa dengan jawaban Aliyaa, ternyata tidak semudah itu mengambil hati Aliyaa tidak seperti mengambil hati Mama nya.
Fabian hanya terdiam dan dia pun langsung merasa sangat lemas sekali, ketika cinta nya di tolak secara halus.
Aliya yang melihat wajah Fabian yang seperti sangat kecewa pun langsung mendekati Fabian.
"Kakak jangan marah yaa, aku nggak nolak perasaan Kakak Koo. Aku cuma minta waktu saja untuk menjawab nya, hmmmmm Kakak jangan tinggalkan aku di sini sendiri yaa. Kakak tetap mau mengantarkan aku sampai ke rumah kan Kaa."
Fabian pun langsung tersenyum ketika dia mendengar perkataan Aliyaa.
"Kamu ketakutan Kakak tinggal pergi sendiri, Kakak nggak mungkin sejahat itu. Kakak pasti akan bertanggung jawab."
Aliya pun tersenyum lega ketika mendengar perkataan Fabian.
"Terimakasih banyak yaa Kakak hehe maafkan aku yaa, Kakak jangan marah yaa sama aku."
Aliya seperti ini meyakinkan kembali perasaan nya, jika Fabian memang yang terbaik untuk dirinya sampai nanti.
__ADS_1