Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (83)


__ADS_3

Fabian sampai tepat waktu di sekolah Aliya, semua mata tertuju kepada lelaki muda itu. Apalagi dia datang untuk mewakili Aliya, Aliya terkejut melihat kedatangan Fabian dia pun langsung melirikan mata nya kepada Siska.


"Apa Kak Bian datang ke karena kamu yaa,"


Tatapan mata tajam Aliyaa di balas dengan senyuman manis Siska.


"Yasudah, yang penting senangkan di wakilkan sama Kaka ganteng."


Aliya hanya terdiam saja dari awal acara tersebut, suatu keberhasilan Aliya yang bisa mendapatkan nilai terbaik di sekolah nya.


Fabian yang mewakili orang tua Aliya di buat sangat kagum sekali mendengar pengumuman tersebut.


"Aliya, kamu begitu hebat sekali mungkin kamu bisa lebih sukses dari kedua orang mu."


Fabian tertepuk tangan sambil tersenyum manis kepada Aliya, sampai pada akhirnya acara pun selesai.


Handphone Fabian terus berdering kencang tapi Fabian mengabaikan nya, karena dia tahu itu adalah panggilan telephone dari Miranda.


Karena terlalu sering berdering akhirnya, Fabian pun menonaktifkan handphone nya karena dia sangat merasa kesal sekali.

__ADS_1


Banyak yang mengucapkan selamat kepada Aliya atas keberhasilan mendapatkan nilai terbaik di sekolah nya.


Aliya dan Siska mencari keberadaan Fabian, dan mereka pun langsung menuju ke mobil Fabian ketika Aliya membuka pintu mobil dia terkejut melihat Fabian yang membawa bucket bunga mawar merah.



Aliya dan Siska merasa sangat kaget sekali, Aliya melihat mawar merah adalah bunga kesukaan Mama nya.


"Bucket mawar merah itu seperti nya untuk Mama deh, bukan untuk aku hmmmmmmm."


Aliya sedikit sensitif dan Fabian baru menyadari bahwa Aliya lebih suka mawar putih.


Siska dan Aliyaa seketika langsung masuk ke dalam mobil Fabian, mereka pun pergi untuk mencari baju ganti terlebih dahulu.


Membuat Fabian kewalahan karena mereka yang secepat kilat pergi menghilang begitu saja.


"Astaga, pergi ke mana lagi mereka yaa semoga saja mereka tahu jalan pulang."


Fabian memilih mereka berdua di tempat makan dan dia pun langsung mengaktifkan handphone nya yang penuh sekali dengan pesan masuk dari Miranda.

__ADS_1


*Aku sekarang sedang bersama dengan Aliya dan Siska, mereka sedang berbelanja pakaian dan kita pulang setelah makan.*


Membaca pesan singkat dari Fabian, Miranda mulai meradang kembali.


"Aliyaaaaaaa, kenapa dia selalu bersama dengan Fabian. Fabian harus berkerja kenapa juga Fabian tidak pernah mau menolak ajakan dari Aliyaaaaaaa, awas saja sudah habis kesabaran ku ini."


Miranda menyelesaikan pekerjaan nya, di kantor dengan penuh emosional dia pun merasakan kembali kesakitan di kepalanya.


Miranda terus memaksakan sampai akhirnya semua pekerjaan nya selesai, Miranda berniat untuk menenangkan pikiran nya dia berniat untuk pergi ke Restoran Irfan.


"Aku ingin menenangkan diri ku ini, sebelum aku pergi ke rumah."


Miranda yang mengendarai mobil pribadi nya sendiri, dia menjalankan mobilnya dengan sangat hati-hati sekali.


Sampai akhirnya dia sampai di Restoran tersebut, melihat Miranda datang kembali ke Restoran nya Irfan selalu menyambut kedatangan dengan ramah dan senyuman manis walaupun dia tahu jika Cinta nya tidak ada pernah terbalaskan oleh Miranda.


"Maafkan aku yang selalu harus di sambut oleh pemilik Restoran ini, merepotkan sekali kan."


Miranda pun duduk berdampingan dengan Irfan, dan membuat semua pegawai yang ada di Restoran semakin yakin jika Miranda adalah calon istri Irfan Riawan.

__ADS_1


__ADS_2