
Aliya pun langsung menyusul Siska di kamar nya, Siska terlihat sedang terdiam sambil menonton drama Korea di laptop nya.
Siska yang mengetahui semuanya tentang perjuangan cinta Fabian kepada Aliyaa yang membuat sikap Siska seperti ini kepada Aliyaa.
Aliya mencoba untuk mendekati dirinya kepada Siska, tapi Siska hanya terdiam saja dan serius dengan drama yang sedang di tonton.
"Sis, aku minta maaf atas perilaku aku yang tadi yaa. Yang mungkin membuat kamu menjadi risih sama aku, aku minta maaf banget yaa."
Aliya terus saja memohon kepada Siska sambil memegang tangan Siska.
Siska pun menghentikan nonton nya dia langsung fokus pada Aliyaa.
"Aku begini karena aku tau perjuangan Kak Bian selama ini, sebelum dia mengatakan perasaan nya sama kamu dia menceritakan semuanya sama aku Al. Dan aku lihat kalau Kak itu sangat tulus sekali sama kamu bahkan mungkin dia punya niat yang serius sama kamu."
Siska mencoba untuk membuka pintu hati Aliyaa agar tidak tergoda dengan Rendy.
__ADS_1
"Aku seperti ini bukan berarti aku punya perasaan dengan Rendy, sehingga aku seakan menyuruh kamu untuk tidak dekat dengan Rendy. Aku bicara seperti ini karena aku mau kamu bahagia dengan lelaki yang tepat yaitu dengan Kak Fabian."
Aliya pun langsung menyadari hal tersebut dia pun berpikir bagaimana jika Fabian mengetahui hal ini.
Sedangkan dia sendiri pun menangis cemburu ketika melihat Kak Bian pergi bersama Mama nya sendiri.
"Iyaaa Siskaaa, aku minta maaf banget atas semua yang aku lakukan sekarang. Aku janji aku akan lebih menghargai perasaan Kak Fabian yang jauh di sana sedang bertugas."
Siska pun langsung tersenyum manis kepada Aliyaa dan langsung menyuruh Aliyaa untuk membuka handphone baru nya.
"Sekarang kamu buka handphone baru kamu itu dan masukkan kartu lalu telephone Kak Fabian."
Seketika Siska pun langsung berpikir jika nanti Kak Fabian pulang dan melihat handphone tersebut apa yang akan Aliyaa jawab.
"Al, nanti kalau Kak Bian pulang terus lihat handphone baru kamu ini gimana ?. Kamu nggak mungkin juga kan bilang kalau handphone ini pemberian dari Rendy."
__ADS_1
Aliya pun seketika melamun dan terdiam apa yang harus dia katakan kepada Fabian.
Siska pun memegang kepala nya, kenyataan mereka berdua pasti harus berbohong kembali kepada Fabian.
"Terus bagaimana dong Siska, aku bilang apa sama Kak Fabian. Hmmmmmm tolong bantu aku untuk berpikir Siska aku mohon."
Siska pun mulai berpikir keras dan dia pun langsung berkata kepada Aliyaa.
"Bagaimana kalau kamu bilang handphone ini pemberian dari Om Irfan yang baik hati itu, Kak Fabian kan dekat sama Om Irfan dia nggak mungkin marah kan sama Om Irfan."
Aliya langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Kak Bian pasti akan sangat marah dan cemburu sekali jika tahu handphone ini pemberian dari Om Irfan, dia pasti cemburu dan langsung membawa handphone ini kepada Om Irfan mengembalikan nya."
Siska dan Aliyaa mulai berpikir bersama-sama dan Aliyaa pun merasa sangat menyesal sekali mengambil handphone pemberian dari Rendy ini.
__ADS_1
Aliya terlihat sangat kebingungan sekali dia terus saja memandangi wajah Siska untuk meminta pertolongan kepada Siska.
Siska pun hanya bisa terdiam saja dia tidak tahu harus bagaimana lagi.