
Fabian langsung berhenti dia seperti mendengar suara Ibu nya yang memanggil nama nya.
Fabian pun langsung membalikkan badan nya dan memandangi wajah Ibu nya yang berlari sambil menangis memanggil nama dirinya.
"Fabian sayaaaaang anak kuuu kamu kembali juga Nak."
Fabian langsung memeluk erat Ibu nya dia melepaskan kerinduan yang mendalam sekali dengan ibu nya tersebut.
"Kamu kemana saja Nak, tujuh tahun lama nya kamu meninggal kan Ibuuu. Ibuu sangat merindukan kamu Nak jangan pergi lagi dari kehidupan ibu yaa Nak."
Fabian merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang sudah dia lakukan kepada orang tua nya.
Fabian terus saja menangis di pelukan Ibu nya, dan Ayah nya pun yang melihat semua nya langsung meneteskan air mata nya.
Fabian melepaskan pelukan erat dia memandangi wajah Ibu nya.
"Maafkan Fabian yaa buuu, Fabian janji tidak akan pernah pergi dari kehidupan ibu."
Ketika melepaskan pelukan erat nya Fabian pun melihat wajah Ayah nya, dia langsung menghampiri Ayah nya.
__ADS_1
Fabian pasrah dengan apapun yang di lakukan oleh Ayah nya kepada nya.
Fabian tidak berani memeluk erat Ayah nya bahkan untuk memandang wajah Ayah nya pun dia tidak berani sama sekali.
Fabian hanya menundukkan kepalanya di depan Ayah nya.
*Plaaaakkkkkkk*
Fabian di tampar keras oleh Ayah nya, Fabian menahan rasa sakit nya itu.
Dia hanya terdiam karena dia merasa sangat salah sekali.
"Kemana saja kamu selama tujuh tahun ini,? kamu tidak kasihan dengan kondisi Ibu kamu yang terus-menerus menangis. Ibu kamu sampai harus pulang pergi ke psikiater hanya untuk memperbaiki mental nya yang merasa sangat terpukul sekali dengan kehilangan kamu."
"Sudah yah sudah, kasihan Fabian jangan seperti ini. Ibu sangat senang sekali dengan kehadiran Fabian ibu tidak mau Fabian pergi untuk meninggalkan ibu kembali."
Fabian pun langsung bersujud di depan Ayah nya dia meminta maaf kepada Ayah nya.
"Fabian minta maaf atas perilaku Fabian yang membuat Ayah dan Ibu seperti ini, Fabian sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah Fabian lakukan selama ini."
__ADS_1
Ayah Fabian memilih untuk pergi dia tidak mau kembali emosional dengan Fabian.
"Ayooo Nak, bangun sayaaaaang."
Fabian di bantu untuk bangun oleh Ibu nya.
"Sekarang kita masuk ke dalam kamar kamu yaa sayaaaaang, kamu pasti sangat rindu kan dengan suasana kamar kamu."
Fabian pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu nya, Fabian merasa ini adalah saat nya dirinya menceritakan tentang Aliyaa kepada Ibu nya.
Fabian pun membuka pintu kamar nya tidak ada perubahan di dalam kamar nya tersebut.
Fabian pun duduk di atas kasur dan Ibu nya pun langsung duduk di samping Fabian.
Fabian memandangi wajah Ibu nya dia ingin tahu sekali bagaimana tanggapan Ibu jika dia menceritakan tentang Aliyaa.
"Buu, aku sudah menemukan seseorang yang bisa membuat hidup kuu berubah. Dia sangat mandiri sekali dan wanita yang sangat tangguh sekali aku sangat sayang kepada buu aku sangat percaya sekali jika dia adalah yang terbaik untuk hidup kuu."
Ibu Fabian pun langsung terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Fabian.
__ADS_1
"Kamu sudah mempunyai wanita pilihan kamu nak, siapa dia kenal segera kepada ibu."
Fabian tidak menyangka dengan perkataan Ibu nya tersebut.