Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (39)


__ADS_3

Mereka sampai di tempat yang sudah di tentukan oleh Miranda, Fabian dan Aliya pun turun dari mobil nya.


Pandangan mata seketika melihat Aliya dan Fabian mereka yang ada situ seakan melihat pasangan muda yang sedang bersama.


Miranda tersenyum melihat Aliya dan Fabian datang tepat waktu, mereka langsung duduk berhadapan dengan Miranda.


"Terimakasih banyak sayaaaaang, kamu tidak menolak ajakan Mama ini yaa."


Miranda mulai memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman untuk mereka.


"Ada apa sih Mam, kenapa sekarang Mama lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga. Biasanya Mama sibuk di kantor terus sampai Mama nggak pernah pulang ke rumah."


Fabian merasa tersindir dengan perkataan Aliya, hampir setiap malam Miranda selalu meluangkan waktu nya bersama di Apartemen bersama nya.


Miranda melirikan mata nya kepada Fabian dan seketika Fabian mengabaikan pandangan mata nya.


"Hmmmmmm, boleh kan Mama memperbaiki kesalahan Mama sekarang Mama ingin bisa meluangkan waktu bersama dengan putri Mama satu-satunya kesayangan Mama."

__ADS_1


Aliya hanya terdiam dia merasa sangat tidak dengan sikap Mama nya yang tiba-tiba berubah semenjak kehadiran Fabian.


"Yasudah, pesanan kita sudah datang dan selamat menikmati yaa."


Aliya menikmati pesanan yang di pesan oleh Mama nya, Ice cream strawberry yang dingin sedikit mengobati rasa kepanasan Aliya.


"Aliya, bagaimana dengan ujian sekolah mu ini adalah ujian kelulusan kamu kan dan setelah itu kamu masuk universitas."


Aliya menghentikan makannya dia langsung fokus dengan pertanyaan Mama nya.


Fabian semakin mengagumi kepribadian Aliya yang begitu sangat pintar sekali, Fabian terus memandangi wajah Aliya dan membuat Aliya merasa sangat tidak nyaman.


"Hmmmmm, ada sih liat-liat gitu bikin nggak nyaman aja aku."


Fabian langsung merasa sangat malu ketika Aliya menyadari kalau dirinya sedang memperhatikan nya.


Miranda seketika terkejut mendengar perkataan Aliya kepada Fabian.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik Aliya."


Ucap Fabian sambil tersenyum manis kepada Aliya, Miranda tersenyum mendengar perkataan Fabian kepada nya. Tidak ada raut wajah cemburu Miranda kepada Aliya ketika kekasih tersayang memuji kecantikan wajah putri nya.


"Kamu tidak lihat wajah Mama nya seperti apa, kamu tidak menyadari bahwa kecantikan Aliya itu dari mana hah."


Aliya melihat keakraban Fabian bersama Mama nya yang seperti sudah saling mengenal sangat lama sekali.


"Oh iya Mama, sebenarnya Mama kenal sama Kak Fabian di mana. Ko bisa sih kalian bisa saling mengenal dan aku rasa sangat akrab sekali seperti ini. Bukan kah Mama sangat sibuk sekali di kantor dan mungkin Kak Fabian juga dia masih kuliah kan."


Pertanyaan Aliya seketika membuat suasana menjadi hening, Miranda langsung terdiam dia harus menjawab apa pertanyaan dari Aliya. Karena sebenarnya Miranda yang membiayai semua fasilitas Fabian sampai lulus kuliah semua di tanggung oleh Miranda.


Fabian lebih memilih untuk mendengarkan penjelasan dari Miranda, dia tidak mungkin mengarah cerita karena melihat Aliya yang sangat begitu cerdik sekali.


"Kenapa kalian berdua diam, kenapa kalian seperti harus berpikir terlebih dahulu untuk menjawab pertanyaan dari aku ini."


Perkataan Aliya semakin menyudutkan Miranda dan juga Fabian, mereka berdua tidak bisa menyembunyikan perasaan panik mereka. Sedangkan Aliya terus memperhatikan wajah panik Mama nya yang sampai memegang kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2