
Ke esokan hari nya, Aliya yang masih libur karena menunggu hasil kelulusan nya memilih untuk pergi dari rumah nya. Dia sama sekali seperti tidak punya rasa peduli sama sekali dengan kondisi Mama nya.
Aliya sudah memberikan kepercayaan kepada perawat yang mengurus Mama nya, Aliya mencari supir pribadi nya yang mengantarkan untuk pergi ke rumah Aliya.
Supir pribadi nya pun langsung mengantarkan Aliya ke rumah Siska, Aliya mengirimkan pesan singkat terlihat dahulu kepada Siska.
*Siska, kamu siap-siap yah. Nanti aku jemput kamu ada yang banyak aku ceritakan, sekarang aku sedang menuju ke rumah kamu.*
Siska yang membaca pesan singkat dari Aliya pun merasa kebingungan sekali.
"Kemarin kata Tante Miranda dia kabur dari rumah, dan sekarang dengan santai nya dia ngajak pergi. Astaga Aliya kamu itu luar biasa."
Siska langsung bersiap-siap menunggu kedatangan Aliya, dia pun duduk di kursi depan rumah nya.
Tidak lama kemudian Aliya pun datang dan Siska langsung masuk ke dalam mobil Aliya.
__ADS_1
"Mau kemana kitaaaa,? pasti ke Restoran nya Om Irfan lagi yaaaa."
Seketika wajah Aliyaa langsung berubah cemberut, Siska yang melihat perubahan wajah Aliya langsung memilih untuk diam.
Perasaan Siska mulai tidak nyaman sekali Aliya pasti sedang mempunyai permasalahan yang sangat besar sekali.
Mereka pun tiba di sebuah restoran Korea, Aliya langsung menarik tangan Siska agar segera keluar dari mobil nya.
Siska yang masih saja terdiam mengikuti apa yang di lakukan oleh Aliya, sampai akhirnya mereka pun duduk dan Aliya memesan makanan untuk mereka berdua.
Wajah Aliyaa yang sudah mulai memerah pun membuat Siska menundukan kepalanya sambil meminum jus jeruk di hadapannya.
Aliya mulai terlihat sangat emosional dan kesal sekali ketika sudah bercerita dengan Siska.
"Kamu kenapa emosional, belum tentu juga kan Om Irfan itu ada hubungannya sama Mama kamu. Lagian mungkin itu emang kebetulan saja Aliyaa kamu jangan dulu emosional kaya gitu."
__ADS_1
Siska mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Aliya yang meledak-ledak.
"Tapi aku pernah di minta Om Irfan, untuk memilih kan baju untuk seseorang dan baju sama sekali dengan baju yang ada di keranjang pakaian milik Mama."
Ketika mendengar semuanya Siska mulai yakin sekali jika kehadiran Fabian untuk memang untuk Aliya, dan Siska mereka sangat setuju sekali jika Tante Miranda bisa bersama dengan Om Irfan mereka memang sangat cocok sekali.
"Yasudah, Aliya sekarang lebih baik kamu fokus dengan kelanjutan masa depan kita berdua. Sekarang lebih baik kita membicarakan tentang rencana kita ketika sudah lulus sekolah kamu kan harus kuliah dengan baik karena kamu adalah penganti Mama Miranda kamu yang akan jadi pemimpin perusahaan itu."
Aliya langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali, mendengar ucapan Siska.
"Tidak akan, aku nggak berminat untuk menjadi bagian dari perusahaan itu. Aku akan memilih jurusan yang lain yang sesuai dengan keinginan aku sendiri."
Aliya pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan mengajak pergi Siska dari tempat tersebut. Siska mengikuti keinginan teman nya itu dan mereka pun masih bisa sempat untuk berfoto meninggalkan jejak.
__ADS_1