Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (121)


__ADS_3

Miranda memilih untuk pergi dari rumah sakit tersebut karena dia merasa sangat kesal sekali dengan kedekatan Aliyaa dan juga Fabian.


"Semakin hari semakin kurang ajar saja perlakuan mereka, seperti tidak menghargai aku sama sekali."


Miranda pun meninggalkan rumah sakit dengan hati yang sangat kesal sekali.


"Aku harus berbicara serius dengan Fabian, aku harus segera merencanakan rencana pernikahan kita berdua. Jika terus seperti ini Aliyaa semakin merasa nyaman ada bersama dengan Fabian."


Miranda pun mulai memikirkan rencana yang akan di lakukan nya.


Melihat Miranda yang sudah pergi, Aliyaa merasa sangat tenang sekali dan mulai menceritakan semuanya kepada Fabian.


"Aku sudah mengatakan semuanya kepada Mama. Dan Mama tidak terima dengan keputusan yang aku mau ini Kak, Mama kecewa, Mama marah-marah dan Mama sudah tidak peduli lagi dengan aku."


Aliya menangis tersedu-sedu di depan Fabian dia meluapkan semua perasaan nya yang sangat sakit sekali.

__ADS_1


Fabian membiarkan Aliyaa menangis kesukaan nya, agar dia meluapkan emosi nya yang dia pendam selama ini.


"Kamu anak kuat Aliyaa kamu anak yang sangat kuat sekali, Kak Bian selalu mendukung kamu apapun itu Aliyaa."


Fabian memeluk erat tubuh Aliyaa dan mengusap kan air mata yang mengalir deras di pipi nya.


"Kamu harus bisa melewati semua ini ingat kamu anak yang berprestasi kamu bisa kuliah dengan mengambil beasiswa kamu jangan pernah merasa takut."


Fabian terus menyemangati Aliyaa, Aliyaa pun tersenyum walau bibir nya masih bergetar.


Perasaan Fabian semakin mendalam kepada Aliyaa dia seakan tidak mau berpaling dari Aliyaa. Cinta Fabian begitu sangat tulus sekali dengan Aliyaa bukan cinta nafsu dan karena uang seperti yang dia lakukan dengan Miranda.


Rasa perhatian Fabian pun semakin nyata ketika Suster membawakan makanan untuk Aliyaa, Fabian langsung mengambil makanan tersebut dan menyuapi Aliyaa dengan penuh perasaan.


"Kamu makan yang banyak yah dan langsung di minum semua obat nya, supaya kamu bisa secepatnya pulang dari Rumah Sakit ini."

__ADS_1


Aliya langsung menundukan kepalanya dia menutup rapat mulut nya ketika suapan yang di berikan oleh Fabian.


"Aku nggak mau pulang Kak, aku cape jika pulang aku pasti berdebat kembali dengan Mama. Aku cape kak aku lemas kalau harus tinggal di Rumah yang seperti itu, aku ingin keluar dari Rumah itu."


Fabian merasa sangat Sedih sekali, kenapa semuanya harus terjadi kepada Aliyaa.


"Jika kamu ingin pergi dari Rumah itu kamu bisa tinggal di Rumah kontrakan Kakak, di sana kamu bisa dekat dengan Fakultas Kedokteran juga kan dan kamu juga bisa tinggal bersama dengan Siska. Biar Kakak yang mencari kan tempat tinggal yang baru untuk Kakak."


Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa dan selalu mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Aliyaa.


"Terimakasih banyak atas perhatian nya atas semua kebaikan yang Kakak berikan selama ini untuk aku. Aku nggak tahu aku harus membalas semua nya dengan apa."


Melihat Aliyaa tersenyum membuat Fabian bahagia sekali, nasib Aliyaa yang sama seperti nasibnya Fabian.


Tapi beruntung nya Fabian ketika dia pergi dari keluarga kehidupan tetap bahagia karena di tanggung oleh Miranda Larasati.

__ADS_1


__ADS_2