
Miranda menghampiri Aliya dia menatap wajah Aliyaa.
"Jika kamu masih memilih untuk menjadi seorang Dokter, maka kamu tinggalkan rumah ini."
Miranda benar-benar mengancam Aliya dia tidak menyangka jika Mama nya bisa berbicara seperti itu kepada nya.
"Mama mau mengusir aku dari rumah ini,? hanya karena Mama tidak menyukai cita-cita kuu ini. Mama sangat jahat sekali sama aku."
Mata Aliyaa berkaca-kaca ketika dia mengatakan hal tersebut di hadapan Mama nya.
"Yaa, Mama jahat supaya kamu mau mengikuti apa yang Mama inginkan jadi bagaimana apa kamu masih mau menjadi seorang Dokter dengan kamu hidup sendiri tampa ada yang membuat kamu."
Miranda pergi ke kamar nya dia mengambil sesuatu dari kamar nya.
Aliya merasa sangat lemas sekali ketika mendengar perkataan Mama nya tersebut.
Miranda pun langsung kembali menghampiri Aliyaa.
Dia membawa banyak uang di tangan nya, dengan senyuman manis nya.
__ADS_1
"Aliya, kamu tidak mungkin bisa hidup dengan uang-uang ini. Yaa mungkin kamu untuk kuliah kamu mendapatkan beasiswa tapi untuk kehidupan kamu sehari-hari kamu pasti membutuhkan uang-uang ini."
Aliya pun langsung merampas uang-uang yang ada di tangan Mama nya dan menyimpan nya di atas kasur nya.
"Mama itu kenapa sih sekarang jadi seperti ini,? Mama pikir semua bisa Mama bayar dengan uang. Kesenangan dan cinta pun Mama bayar dengan uang-uang Mama, seharusnya kebahagiaan aku itu kebahagiaan Mama juga harus nya Mama sebagai orang tua tunggal aku hanya Mama yang mendukung aku."
Miranda mulai emosional sekali dengan sikap Aliyaa kepada.
"Yaaa itu benar sekali Aliyaa, dengan uang-uang Mama bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang."
Aliya tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran Mama nya, dia pun menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Ohhhh, jadi jika Mama menyukai lelaki pun Lelaki itu Mama bayar dengan uang-uang Mama supaya dia bisa memberikan cinta dan sayang nya ke Mama."
"Plaaaakkkkkkk."
Miranda menampar Aliyaa dengan sangat kencang sekali.
Sampai membuat Aliyaa terjatuh ke kasur nya.
__ADS_1
Tangan Miranda pun langsung bergetar hebat dia tidak menyangka bisa melakukan hal itu kepada Aliyaa.
Aliya menahan rasa sakit nya dia pun langsung berdiri dan terbangun dia tersenyum kepada Miranda.
"Terimakasih banyak atas semua perlakuan Mama kepada kuu, aku akan pergi sekarang juga dari rumah ini."
Miranda memegang erat tangan Aliya tapi Aliya langsung menepis nya.
Aliya mengeluarkan handphone nya dengan menahan air mata nya.
*Kak, bisa jemput aku sekarang di rumah. Aku ingin pergi dari rumah ini sekarang juga Kak aku sudah tidak kuat lagi.*
"Aliyaaaaaaa, maafkan Mama nak. Mama tidak sengaja melakukan itu. Mama terbawa emosi jangan pergi dari rumah ini Nak."
Miranda mencoba untuk membujuk Aliyaa, agar tidak pergi dari rumah nya.
Miranda yang hanya berniat untuk mengancam Aliyaa saja, tidak menyangka jika menjadi seperti ini.
Aliya hanya membawa laptop dan buku-buku nya saja, karena menurut nya itu barang yang paling penting.
__ADS_1
Aliya pun keluar dari kamar nya dan Miranda hanya bisa terdiam menyesali perbuatannya.
Para pegawai pun sangat terkejut sekali ketika melihat Pipi Aliyaa yang terlihat memerah seperti telah terjadi sesuatu.