
Fabian berjalan dan saling bertatapan wajah dengan Irfan, Fabian tersenyum tipis kepada Irfan.
"Cepat nikahi dia keburu dia menjadi despresi, karena sekarang dia sering bertingkah laku seperti orang yang tidak normal."
Ucap Fabian sambil membisikkan kata-kata tersebut dengan pelan di telinga Irfan.
Miranda langsung menarik tangan Fabian, dia ingin tahu apa yang di bicarakan oleh Fabian kepada Irfan.
"Apa yang kamu ucapkan kepada Irfan, kamu jangan sembarang berbicara yah."
Fabian langsung membalikkan badannya dan saling berhadapan dengan Miranda.
"Aliya sudah pulang, dia tadi menunggu kedatangan Mama nya sampai akhirnya dia ketiduran di kursi rotan itu. Dia punya hati dia menghawatirkan kondisi Mama nya."
Irfan hanya bisa terdiam dia tidak sampai salah bicara dengan mereka.
"Miranda, saya pamit pulang dulu yah. Dan mana supir pribadi kamu. Supaya dia bisa mengambil mobil kamu."
Miranda pun menyuruh Denies untuk ikut bersama dengan Irfan, Fabian berniat untuk pergi tapi tangan nya di genggaman erat oleh Miranda.
__ADS_1
"Ada apa lagi,? lebih baik sekarang kamu lihat keadaan Aliyaa. Dia anak kandung kamu kan bukan anak dari wanita lain."
Fabian melepaskan genggaman tangan Miranda, dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan rumah Miranda.
Miranda pun memilih masuk ke dalam rumah nya, dia berjalan menuju ke kamar Aliya, membuka pintu kamar nya, Dan masuk ke dalam kamar nya.
Miranda melihat Aliyaa yang begitu pulas sekali tidur nya, dia pun duduk di tempat tidur Aliyaa.
"Maafkan Mama, emosional Mama mengalahkan rasa cinta Mama tapi percayalah Mama sangat sayang kamu."
Miranda pun mencium kening Aliya dan menyelimuti nya tidak lupa mematikan lampu kamar nya.
Miranda kembali ke dalam kamar nya, dia bersiap untuk pergi beristirahat tapi tiba-tiba di saat Miranda berniat untuk mematikan lampu kamar nya.
Miranda langsung terkejut dan terbangun dari tidurnya, dia langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Miranda terkejut melihat Foto pernikahan nya bersama dengan Almarhum suami tiba-tiba terjatuh.
Miranda melihat foto pernikahan tersebut hancur kaca-kaca berceceran, Miranda mencoba untuk membersihkan nya tapi tangan tiba-tiba terluka oleh serpihan kaca tersebut.
__ADS_1
"Ahhhhhhhh, jariku berdarah."
Miranda mencoba mengambil P3K yang ada di kamar nya, Miranda pun langsung keluar dari kamar dan meminta bantuan pada pegawai nya.
"Mbak-mbak sini tolong bersihkan foto pernikahan saya yang tiba-tiba saja terjatuh."
Mendengar kebisingan di luar kamar nya, Aliya pun terbangun dari tidurnya.
"Ada apa ini sih rame sekali di luar kamar, jangan-jangan ada maling nih."
Aliya pun langsung berlari keluar dari kamar nya, dan melihat banyak sekali pegawai nya yang berdatangan ke dalam kamar Mama nya.
Aliya pun langsung menghampiri kamar Mama nya tersebut, dan ternyata foto pernikahan Orang tua yang terjatuh.
"Kenapa foto ini bisa terjatuh bukankah foto ini sangat kuat yah,"
Ucap Aliya dengan suara yang sangat sinis sekali sambil tersenyum kepada Mama nya.
"Mama juga tidak tahu kenapa foto pernikahan itu bisa terjatuh, ini bukan keinginan Mama."
__ADS_1
Miranda di buat emosional kembali dengan ucapan Aliyaa.
"Apakah ini pertanda jika Foto pernikahan ini akan segera di gantikan oleh foto lelaki yang lain."