
Aliya terbangun dari tidur nya dia merasa kondisi nya sudah membaik.
Aliya mengambil handphone nya dan ternyata ada pesan masuk dari Mama nya, dan Aliyaa membaca percakapan antara Fabian dengan Mama nya.
"Ternyata Kak Fabian, membalas pesan dari Mama tapi balesan pesan nya seperti ini baik lah."
Aliya pun beranjak dari tempat tidur nya, dia membereskan kamar Fabian yang sudah dia tiduri.
Selesai itu Aliyaa keluar dari kamar dan berniat untuk mandi.
"Aku harus tampak segar malam ini aku jangan terlihat seperti orang yang sedang sakit."
Aliya melamun ketika dia membayangkan pertemuan antara dirinya dengan Mama nya.
Ketika Aliyaa hendak mengganti baju nya tiba-tiba terdengar suara mobil Fabian.
Fabian pun mengetuk pintu kamar Aliyaa dan memberikan pakaian yang akan di pakai oleh Aliyaa.
"Terimakasih banyak yaa Kaa."
Aliya menutup kembali pintu kamar nya dan memakai baju yang telah di sediakan oleh Fabian.
Fabian pun mulai bersiap-siap untuk memakai pakaian yang akan di pakai.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba handphone nya bergetar seperti ada pesan masuk.
Fabian mengambil handphone nya dan membaca pesan dari Miranda.
*Aku sudah mempersiapkan semuanya, kita bertemu di tempat biasa kita dulu bersama.*
Fabian menghelakan nafas panjang nya dia merasa sangat tidak senang sekali.
*Yaa, baiklah.*
Fabian melemparkan handphone nya ke atas kasur dia seperti sangat malas.
"Aku benar-benar malas sekali untuk bisa bertemu dengan dia."
"Kaaaaa, aku sudah siap kaaaa. Ayo kita berangkat sekarang juga."
Fabian membuka pintu kamar nya dan Aliyaa melihat Fabian yang belum bersiap-siap.
"Kenapa Kakak belum bersiap-siap sih, nanti kita telat loh Kak. Nanti Mama yang menunggu kita terlalu lama."
Fabian tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Kita nggak akan pernah telat untuk pergi ke sana, karena tadi aku melihat Mama kamu yang sedang di salon dia sedang melakukan perawatan jadi kalau pun kita datang ke sana hanya membuang-buang waktu kita saja."
__ADS_1
Aliya pun langsung terdiam mendengar perkataan Fabian, dan dia pun tersenyum manis ternyata Mama nya begitu sangat bahagia sekali ketika akan makan malam bersama dengan Fabian.
Fabian menarik tangan Aliyaa untuk masuk ke dalam kamar nya.
Fabian menatap wajah Aliyaa dengan sangat dekat sekali, membuat Aliyaa yang memilih untuk memejamkan mata nya.
"Aliya Mutiara dengar aku baik-baik yaa, sampai kapan pun aku hanya mencintai kamu. Aku hanya mencintai kamu tidak untuk orang lain hanya kamu Aliyaa Mutiara."
Aliya membuka mata nya dan dia pun memandangin wajah Fabian yang begitu sangat serius sekali mengatakan hal tersebut kepada nya
Aliya merasakan cinta yang luar biasa besar nya yang dia rasakan dari Fabian untuk nya.
"Semoga saja kita bisa mempertahankan cinta kita berdua yaa Kaa."
Aliya memeluk erat Fabian dia tidak bisa membohongi perasaan hati nya kepada Fabian.
Aliya sangat sayang sekali dengan Fabian tapi ketika dia mencintai Lelaki yang sama dengan Mama nya sendiri.
Aliya melepaskan pelukan erat nya dia pun langsung memilih untuk keluar dari kamar nya.
"Ayoo kaa cepet bersiap-siap aku tunggu di luar yaa "
Aliya pun langsung menutup pintu kamar Fabian, dan Fabian dengan terpaksa mengikuti apa yang di katakan oleh Aliyaa.
__ADS_1