
Aliya berjalan menuju ke dalam kamar nya, dia merasa suasana di dalam rumah nya sudah sangat sepi sekali.
Tapi di melihat pintu kamar nya yang terbuka dia pun langsung berlari menghampiri kamar nya dan membuka nya.
Aliya di buat terkejut ketika melihat Mama yang sedang berada di dalam kamar nya.
"Mama, kenapa Mama ada di dalam kamar aku Mam."
Aliya melihat Mama yang seperti sedang membaca-baca buku yang ada di dalam kamar nya.
"Aliya, untuk apa kamu mempunyai banyak buku tentang kedokteran seperti ini?. Dan kamu mempelajari nya selama kamu berada di dalam kamar."
Aliya mulai pasrah mungkin ini adalah waktu nya Mama nya mengetahui semuanya.
"Aku suka dengan masalah kedokteran dan ingin sekali bisa menjadi seorang Dokter Specialis Anak."
__ADS_1
Miranda langsung terkejut mendengar perkataan Aliyaa dia pun langsung menghampiri Aliyaa.
"Aliya, apa maksud dari perkataan kamu itu hah!. Kamu ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak."
Miranda terlihat sangat emosional sekali kepada Aliyaa.
"Iya Mam, aku ingin sekali bisa menjadi Seorang Dokter Specialis Akan. Aku rasa itu adalah sesuatu yang mulia sekali dan aku tahu untuk biaya Fakultas Kedokteran itu sangat mahal sekali, maka dari itu aku sedang mengejar beasiswa."
Miranda menggelengkan kepalanya berkali-kali seakan tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar dari mulut Aliyaa.
Aliya menundukan kepalanya dia merasa Mama nya sangat kecewa sekali dengan keputusan yang sudah dia ambil ini.
"Maaafkan aku Mam, tapi aku nggak bisa aku nggak mau aku ingin mengikuti apa yang sudah ada di dalam hati kecil ku ini. Aku ingin menjadi seorang Dokter Specialis Mam bukan seorang pembisnis hebat seperti Mama dan Papa."
Miranda merasa di buat sangat kecewa sekali dengan Aliyaa dia pun melemparkan barang-barang Aliyaa termasuk buku-buku yang banyak di hadapannya.
__ADS_1
"Mama sangat kecewa sekali dengan kamu Aliyaa, kesabaran Mama sudah sangat habis sekali dengan kelakuan kamu yang semakin hari semakin membuat Mama naik darah. Mama tunggu keputusan terakhir kamu dan silahkan kamu pikir-pirkir kembali atau kamu pergi dari rumah ini."
Miranda yang begitu sangat kesal sekali langsung bergegas pergi meninggalkan kamar Aliya, wajah Miranda terlihat sangat emosional sekali sampai dia menutup pintu kamar Aliyaa dengan sangat kencang sekali.
Aliya pun langsung terdiam dan meneteskan air mata nya, dia tidak menyangka jika akan sesakit ini perasaan nya.
"Padahal aku sudah mempersiapkan mental kuu sebelumnya, dan aku tahu Mama seperti apa sikap nya kepada aku tapi sumpah ini sangat sakit sekali ketika Mama menyuruh aku pergi dari rumah ini jika aku tetap dengan pilihan ku ini."
Langkah kaki Aliyaa begitu sangat melayang sekali dia melihat buku-buku yang yang bersekarakan di mana-mana.
Belum lagi barang-barang nya yang di lemparkan oleh Mama Miranda.
"Papa maafkan aku Pap, aku buat Mama kecewa dengan perkataan kuu ini. Tapi ini sudah jadi keputusan aku."
Aliya terus menangis sambil membereskan kamar nya.
__ADS_1