Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (165)


__ADS_3

Setelah jam istirahat Fabian mencoba untuk menghubungi Aliyaa, meja makan dia berdekatan dengan Miranda.


Sehingga Miranda bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh Fabian.


"Seperti nya Fabian akan menghubungi Aliyaa, perhatian sekali dia dengan Aliyaa. Membuat aku semakin panas dan cemburu."


Miranda pun mencoba memfokuskan untuk bisa mendengar pembicaraan mereka berdua.


Fabian yang menyadari keberadaan Miranda di belakang nya pun dia langsung tersenyum.


*Hallo Baby Aliyaa, kamu sudah pulang dari kampus belum?.*


*Kak Bian aku sekarang lagi jalan menuju rumah bersama dengan Siska.*


*Kamu benar-benar sama Siska kan bukan dengan yang lain nya yang mencurigakan.*


*Iya dong Kak beneran aku sekarang lagi sama Siska, ngapain sih aku bohong.*


*Yasudah kalau begitu kamu jangan lupa makan yaa, bentar lagi pulang dan jangan masak yaaa kita makan di luar saja.*


*Ohh baiklah Kakak kalau begitu hehe Kakak semangat ya kerja nya.*


*Kakak pasti selalu semangat berkerja keras terus untuk membahagiakan kamu.*


Siska pun langsung tersenyum kepada Aliyaa dia langsung menggoda Aliyaa.


"Ciyee-ciyeee kaya Kak Bian udah mulai overprotektif nih. Tapi nggak apa-apa itu semua adalah tanda cinta yang sesungguhnya."


Aliya pun memilih untuk masuk ke dalam rumah nya, dan Siska pun di ajak masuk Aliyaa ke dalam kamar nya.


"Al, kamu seperti nya lebih bahagia deh dengan kesederhanaannya ini dari pada kemewahan yang cuman buat hati kamu sakit."


Aliya pun tersenyum manis kepada Siska.


"Iyaa Siska beneran banget aku lebih nyaman dengan kesederhanaan ini ada rasa cinta yang besar di berikan oleh Kak Bian."


Siska pun langsung menutup ke dua wajah nya dengan tangan nya.


"Ahhhhhh, so sweet nya aku jadi malu loh denger nya."


Aliya pun memilih untuk pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka berdua makan.


Fabian pun mengakhiri panggilan telephone nya, setelah beres menelephone Fabian memilih untuk pergi dari kantin tersebut.

__ADS_1


Fabian tidak makan sama sekali dia hanya berniat untuk menghubungi Aliyaa karena keberadaan Miranda di belakang nya.


Miranda pun langsung merasa sangat pusing sekali ketika mendengar perkataan Fabian terhadap Aliyaa.


"Dia benar-benar mencintai Aliyaa, kalau begitu aku yang harus membuat Aliyaa yang meninggalkan Fabian."


Miranda pun memilih untuk pergi ke dalam ruangan nya.


Dia memikirkan bagaimana cara nya agar Aliyaa bisa meninggalkan Aliyaa.


"Aliya itu kan dulu sangat mencintai Irfan, tapi tidak mungkin juga merasa bisa bersama kembali. Aliya sudah terlanjur sakit hati dengan Irfan."


Miranda pun mulai memutar otak nya kembali untuk berpikir kembali.


"Bagaimana kalau aku cari seseorang yang akan aku jodoh kan dengan Aliyaa, yaa benar sekali ini adalah ide yang sangat bagus sekali."


Ketika jam istirahat berakhir Miranda terlihat sangat sibuk sekali dengan perkerjaan nya.


Fabian merasa sangat curiga dengan Miranda, dia yang seketika fokus dengan pekerjaan tidak lagi memperhatikan nya.


"Seperti nya dia mempunyai rencana baru, aku harus hati-hati jangan sampai dia melukai hati dan fisik Aliyaa."


Sampai jam kerja berakhir pun Miranda tetap fokus dengan pekerjaan.


Fabian sebernarnya ingin sekali mengikuti Miranda tapi dia yang sudah berjanji makan di luar bersama dengan Aliyaa.


Miranda masuk ke dalam mobil nya, dia menuju ke rumah teman nya.


Kedatangan Miranda pun di sambut dengan baik sekali oleh sahabat nya itu.


"Miranda Larasati, ada apa kamu datang ke rumah ini. Sudah lama sekali kamu tidak bermain ke sini dari semenjak Aliya SD."


Sahabat Miranda ini mempunyai anak lelaki yang seumuran dengan Aliyaa.


Miranda berniat untuk menjodohkan Aliyaa dengan putra nya tersebut.


"Kedatangan saya ke sini ingin sekali mempertemukan Rendi dengan Aliyaa mereka yang sudah berteman dari kecil sekali."


Sahabat Miranda mulai mengerti dengan kedatangan Miranda dan tujuan untuk apa.


"Rendy dan Aliyaa begitu sangat cocok sekali, bagaimana jika kita menjodohkan mereka berdua. Dan ini juga bisa membuat keuntungan untuk perusahaan kamu."


Sahabat Miranda mulai tergiur dengan ucapan Miranda yang membawa-bawa perusahaan nya.

__ADS_1


"Baiklah saya tidak bisa bilang setuju atau tidak yaa. Karena semua kembali kepada Rendy nya sendiri."


Miranda merasa sudah cukup dengan rencana nya dia pun memilih untuk segera pulang dari tempat tersebut.


"Baiklah, saya pamit pulang yaa karena terlalu sibuk dengan pekerjaan saya. Saya pergi dan saya tunggu jawaban nya."


Miranda pun dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.


Dia pun langsung menuju pulang ke rumah nya.


Sesampainya di rumah semua pegawai nya sedang membicarakan Aliyaa dan terlihat sekali mereka sangat merindukan Aliyaa.


Salah satu pegawai tersebut pun menghampiri Miranda hanya untuk menanyakan keberadaan Aliyaa.


"Buuu, sebenarnya nona Aliyaa itu sedang berada di mana yaa, kenapa nona Aliyaa tidak juga pulang ke rumah ini saya sangat rindu sekali nona Aliyaa."


Miranda pun di buat sangat terkejut sekali ternyata pegawai di rumah nya sangat perhatian sekali kepada Aliyaa.


'"Aliyaa baik-baik saja dia sehat dia sedang fokus untuk kuliah dan dia memilih untuk menyewa sebuah tempat tinggal di dekat kampus nya.,"


Setelah menjelaskan semuanya kepada pegawai nya, Miranda pun memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar nya.


Miranda sudah tidak pernah lagi sarapan pagi dan makan malam di rumah nya semenjak Aliyaa pergi dari rumah nya.


Ketika Miranda melewati kamar Aliyaa langkah kaki nya seketika berhenti di depan pintu kamar Aliyaa.


Miranda pun membuka pintu kamar tersebut dan seperti melihat bayangan Aliyaa yang sedang belajar di meja belajar nya.


Miranda pun duduk di tempat tidur Aliyaa dia melihat boneka kesayangan pemberian almarhum Papa nya.


"Aliya melupakan boneka ini, padahal dia tidak bisa tidur jika tidak memeluk boneka ini."


Miranda pun menyimpan kembali boneka tersebut.


"Aliya Mutiara, kenapa kamu harus mencintai seseorang yang Mama sayaaaaang, dia adalah calon papa muu bukan kekasih muuu. Maafkan Mama yang jadi seperti ini sama kamu karena Mama yang sudah terlanjur cinta dengan Fabian Mama tidak bisa merelakan Fabian dengan wanita lain apalagi dengan kamu putri kandung Mama."


Miranda pun memilih untuk pergi dari kamar Aliyaa, dia menutup rapat kembali pintu kamar Aliya.


Miranda pun masuk ke dalam kamar nya dia merenung di dalam kamar nya, merenungi rencana nya untuk bisa menjodohkan Aliya dengan anak sahabat nya sendiri.


"Semoga saja rencana ku berjalan dengan baik, dan berujung dengan kebahagiaan bersama. Aku bahagia bersama dengan Fabian begitu juga Aliyaa yang bahagia bersama dengan Rendy."


Miranda pun memilih untuk langsung berisitirahat.

__ADS_1


__ADS_2