Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (245)


__ADS_3

Ketika Fabian pergi Dokter Nadia langsung menghampiri Aliyaa.


Dokter Nadia memegang tangan Aliyaa dia pun tersenyum manis kepada Aliyaa.


"Kamu kenapa sayang,? kenapa kamu berubah seperti ini. Bukan kah kalian berdua berjanji untuk bisa saling bersama dan berjuang dengan cinta kalian kenapa jadi seperti ini sih sayaaaaang."


Dokter Nadia terus saja memandangi wajah Aliyaa yang langsung pucat dan lemas.


"Aku pun tidak mengerti Tante, seketika aku langsung saja berpikir jika ada hubungan diantara mereka berdua sebelum dengan aku. Aku nggak mengerti dengan pikiran ku ini, ini datang secara tiba-tiba dan aku pun merasa jika ini benar."


Aliya seketika langsung menangis di hadapan Dokter Nadia.


"Aliya sayaaaaang ini kan hanya perasaan kamu saja dan kamu juga tidak melihat langsung atau mendengarkan langsung semua itu."


Dokter Nadia mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa, Dokter Nadia merasa jika hati Aliyaa yang sangat peka sekali.


"Yasudah yaa sayaaaaang kamu jangan terlalu di pikir kan, Ingat Aliyaa kamu masih muda sekali cita-cita kamu pun sangat mulia sekali. Kamu sekarang fokus saja dengan kuliah kamu yaa."

__ADS_1


Ketika Dokter Nadia mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Aliyaa tiba-tiba saja Rendy datang ke ruangan Aliyaa.


Aliya langsung menatap wajah Rendy dan Rendy pun menghampiri Aliyaa.


"Aliya bagaimana dengan kondisi kamu sekarang,? kamu sudah mau pulang yaa."


Rendy terlihat sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa.


"Aku baik-baik saja sekarang Rendy dan aku sekarang harus pulang."


Dokter Nadia merasa jika ini adalah kisah cinta yang sangat rumit sekali, Dokter Nadia melihat Rendy yang sangat perhatian kepada Aliyaa dia seperti mempunyai perasaan terhadap Aliyaa.


Rendy merasa sangat senang sekali ketika dia bisa mengantarkan Aliyaa pulang.


"Yaa Dokter Nadia saya sangat bisa sekali untuk mengantarkan Aliyaa, dan jika Aliyaa mau saya selalu siap untuk mengantarkan Aliyaa."


Aliya pun hanya terdiam saja dia menjawab obrolan diantara mereka berdua.

__ADS_1


Dokter Nadia memilih untuk mengambil kursi roda untuk Aliyaa dan Rendy pun langsung mengangkat Aliyaa ke kursi roda.


Padahal Aliyaa masih kuat untuk berdiri tapi Rendy begitu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa.


"Terimakasih banyak ya Rendy kamu baik sekali sama aku."


Aliya tersenyum manis kepada Rendy dan itu membuat Rendy bahagia seketika.


Dokter Nadia membereskan barang-barang milik Aliyaa.


"Tante Nadia jangan bilang kak Bian yaa, aku pulang sekarang biarkan saja mereka berdua bersama. Agar aku tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara Anda."


Rendy pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Aliyaa, Rendy memikirkan jika Aliyaa sedang membiarkan Fabian bersama dengan Miranda.


Dan Rendy pun merasa jika Aliyaa mempunyai pemikiran yang sama dengan dirinya.


"Baiklah Aliyaa jika itu yang kamu inginkan, lebih baik jika kamu merasa penasaran sekali kamu datang saja ke ruangan Mama agar kamu bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua. Dari pada kamu di hantui selalu rasa penasaran."

__ADS_1


Dokter Nadia memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dia akan menyelesaikan administrasi untuk Aliyaa.


__ADS_2