Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (252)


__ADS_3

Aliya memilih untuk datang ke rumah sakit untuk bertemu dengan Mama nya dia ingin menyampaikan sesuatu kepada Mama nya.


"Aku harus meminta ijin terlebih dahulu kepada Dokter Nadia, aku ingin bertemu dengan Mama."


Dokter Nadia menuggu Aliyaa di meja makan, dan Aliyaa pun turun untuk sarapan bersama dengan Dokter Nadia.


"Selamat pagi Aliyaa, bagaimana sayaaaaang dengan istrirahat kamu. Apakah kamu menikmati kamar baru kamu yang sekarang ? kamu merasa nyaman tinggal di rumah ini."


Dokter Nadia memberikan susu hangat kepada Aliyaa, dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


Aliya pun meminum susu hangat tersebut dan mulai berbicara dengan Dokter Nadia.


"Dokter, hari ini aku seperti nya belum bisa masuk ke kampus. Aku ingin bertemu dengan Mama aku ingin berbicara dengan Mama."


Dokter Nadia pun membiarkan Aliyaa pergi untuk menemui Mama nya.


"Silahkan sayang jika kamu mau bertemu dengan Mama kamu, nanti Tante siapkan supir pribadi untuk mengantarkan kamu.


Dokter Nadia pun langsung menghubungi salah satu supir yang ada untuk mengantarkan Aliyaa.

__ADS_1


*Tolong kamu antarkan Aliyaa ke rumah sakit yaa.*


"Kamu tunggu saja yaa di depan, nanti mobil nya datang."


Dengan sangat lemas sekali Aliyaa pun meninggalkan meja sarapan.


"Dia tidak makan dia hanya meminum sedikit susu hangat saja, kasihan sekali Aliyaa."


Aliya menunggu kedatangan supir pribadi nya itu dan akhirnya Aliyaa pergi menuju ke rumah sakit.


Di perjalanan menuju rumah sakit Aliyaa kelihatan murung sekali dia seperti tidak bersemangat.


"Aku harus bisa kuat aku harus bisa tegar menghadapi semua ini, Aliyaa kamu bisa."


Langkah kaki Aliyaa begitu sangat cepat sekali, dia berdiri di depan pintu tersebut.


Aliya mengatur nafas nya dan dia pun langsung membuka pintu tersebut.


Miranda seketika terkejut ketika melihat Aliyaa datang menemui nya, dengan tatapan mata yang kosong Aliyaa menghampiri Mama nya.

__ADS_1


Miranda merasa sangat aneh sekali ketika melihat wajah Aliyaa yang begitu sangat serius sekali.


"Mam, bagaimana dengan kondisi Mama sekarang? sudah membaik atau semakin memburuk ?."


Aliya duduk di kursi dan berhadapan dengan Miranda.


Tapi Miranda tidak menjawab pertanyaan dari Aliyaa dia memilih untuk diam dengan tatapan mata sinis nya kepada Aliyaa.


"Mama kenapa tidak mau menjawab pertanyaan kuu ini, Mama marah karena lelaki yang Mama cinta lebih memilih aku."


Miranda membalikkan wajah nya seakan tidak mau melihat wajah Aliyaa.


"Tidak usah bersikap seperti itu, Mama itu wanita yang berpendidikan tinggi harus prilaku Mama juga harus baik tidak seperti itu membalikkan wajah seakan benci sekali dengan aku."


Aliya terus saja bersabar ketika melihat sikap Mama nya kepada nya.


"Sebenarnya apa maksud dari kedatangan kamu ke sini,? hanya untuk pamer kemesraan dengan kekasih muu itu. Atau kamu marah ketika Fabian hanya datang sebentar menemui Mama ?, sikap kamu kepada Fabian sangat berlebih-lebihan sekali."


Wajah Miranda terlihat sangat benci sekali melihat Aliyaa tapi Aliyaa masih saja sabar ketika melihat perlakuan Mama nya kepada nya.

__ADS_1


Aliya memegang tangan Mama nya tapi Miranda menepis tangan Aliyaa dan Aliyaa pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Aliya yang sudah tahu semuanya dia hanya tersenyum ketika melihat sikap Mama nya yang seperti ini hanya karena terlalu cinta kepada Fabian.


__ADS_2