
Kedatangan Kania untuk melihat kondisi Aliyaa pun membuat Aliyaa dan Siska terkejut.
Siska yang tidak tahu siapa wanita tersebut hanya bisa memperhatikan penampilan nya.
Siska merasa baju itu tidak pantas untuk di pakai untuk menjenguk pasien di rumah sakit.
Penampilan tersebut hanya untuk berlibur dan bersenang-senang.
"Sebelum saya meminta maaf dengan penampilan saya yang seperti ini, karena sebentar tadi saya sedang menikmati liburan saya. Tapi tiba-tiba Rendy menghubungi saya dia bilang kamu sedang sakit Aliyaa."
Siska langsung menyadari bahwa wanita cantik ini adalah Mama dari Rendy.
Kania pun langsung menghampiri Aliyaa dan melihat kondisi Aliyaa.
"Kondisi kuu sudah membaik dan Dokter bilang aku besok sudah bisa pulang ke rumah."
__ADS_1
Kania bertanya kepada Aliyaa ketika Aliyaa mengatakan besok akan pulang.
"Kamu besok akan pulang ke rumah kamu,? kembali bersama Miranda kan."
Aliya mulai merasa sangat malas sekali ketika Tante Kania pasti berujung menyuruhnya untuk pulang ke rumah nya yang megah.
"Aliya, akan pulang ke rumah saya Tante. Ada Mama saya yang akan membantu Aliyaa, Mama saya sangat perhatian sekali dengan Aliyaa yaa walaupun rumah saya sederhana tapi di rumah saya penuh dengan cinta."
Kania memilih untuk pergi dari ruangan tersebut, dia memberikan amplop kepada Aliyaa.
Aliya pun menerima amplop yang di berikan oleh Kania.
"Terimakasih banyak Tante, Tante baik sekali sama aku. Tante begitu sangat perhatian sekali dengan kuu padahal Tante bukan siapa-siapa aku tapi baik sekali."
Kania pun tersenyum manis kepada Aliyaa dia membayangkan bagaimana jika Aliyaa itu adalah Putri kandung nya.
Kania langsung menuju ke tempat administrasi untuk Aliyaa tapi ternyata semuanya sudah di bayar oleh Dokter Nadia.
__ADS_1
"Dokter Nadia,? kenapa orang lain yang sudah duluan membayar nya. Kenapa bukan Miranda Larasati yang membayar nya, astagaaaa Miranda untuk membayar anak nya di rumah sakit pun dia rugi sekali."
Kania pergi meninggalkan Aliyaa dengan hati yang sangat tenang sekali karena dia memberikan uang 30 juta untuk Aliyaa.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Miranda, membiarkan Aliyaa seperti itu kesusahan seperti itu. Dan hati nya pun tidak peka terhadap anak nya yang sedang sakit seperti itu."
Kania yang mengetahui Miranda yang sudah pulang dari tugas di luar kota pun berencana untuk bisa ngobrol bersama dengan Miranda.
"Miranda berniat untuk menjodohkan Aliyaa dengan Rendy, apakah itu rencana nya Miranda agar Aliyaa secara halus keluar dari rumah nya dan lepas tanggung jawab untuk hal materi."
Kania semakin binggung dengan apa rencana perjodohan ini untuk apa di mata Miranda.
"Setelah aku perhatikan tidak mungkin perempuan sebaik Aliyaa menjadi perebutan lelaki orang lain, Aliyaa tidak mungkin berbuat seperti itu. Apakah ini semua hanya rencana besar Miranda saja."
Kania memilih untuk pergi ke rumah nya Miranda, karena dia sangat yakin sekali Miranda tidak mungkin berada di kantor nya.
Dia pasti sedang beristirahat di rumah nya karena tugas-tugas nya sedang di selesaikan oleh asisten pribadi nya.
__ADS_1