
Fabian menyuruh Aliya masuk ke dalam mobil karena banyak sekali pasangan yang tertuju kepada mereka berdua sedangkan Aliya terus saja menangis.
Aliya dan Fabian duduk di kursi belakang, Fabian tidak mungkin membawa Aliya dengan keadaan seperti ini.
Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan Aliya, tapi tetap saja tidak berhasil sama sekali. Fabian sangat mengerti karena Aliya baru merasakan rasa hati untuk pertama kalinya.
"Aliya, Kak Bian tahu kamu pasti sangat berat sekali untuk kamu. Mungkin cinta pertama kamu itu adalah Irfan dan sekarang kamu merasakan rasa sakit hati karena cinta pun dari Irfan, Kamu masih sangat muda dan kamu cantik masih banyak seseorang yang tulus mencintai dan menyayangi kamu."
Fabian kembali ke kursi depan dia berencana untuk membawa Aliya ke Apartemen nya. Karena tidak mungkin dia membawa Aliya ke rumah sewaan itu di saat Aliya sedang sedih begitu.
Fabian memperhatikan terus Aliya dia yang masih saja terus menangis, dia pun akhirnya sampai di depan Apartemen nya.
Fabian merangkul Aliya yang seperti sangat lemas sekali untuk berjalan, Fabian merasa baru pertama kali melihat seseorang yang patah hati sampai seperti ini mungkin juga rasa cinta Aliya yang terlalu dalam.
Aliya dan Fabian masuk ke dalam Apartemen, Aliya langsung masuk ke dalam kamar dan mengganti baju nya.
__ADS_1
Fabian tidak berani untuk menghampiri Aliyaa apalagi sampai harus masuk ke dalam kamar berdua dengan Aliya.
Setelah mengganti baju nya, Aliya pun membuka kembali pintu kamar nya sehingga Fabian bisa melihat kondisi Aliya.
Setelah melihat kondisi Aliya yang masih sangat bersedih, Fabian merasa sangat kebingungan sekali apa yang harus dia lakukan sekarang.
****
"Antarkan aku pulang sekarang, aku mohon aku tidak mau lagi di rawat di Rumah Sakit."
Irfan pun menganggukan kepalanya, melihat Miranda yang begitu sangat lemah sekali. Irfan memilih untuk mengendong Miranda dari ruangan sampai ke parkiran mobil nya.
__ADS_1
Miranda yang awalnya menolak pun hanya terdiam sambil memandangi wajah Irfan, seketika Miranda mulai menyadari bahwa Irfan yang baik dan sangat tampan juga.
Irfan tidak memperdulikan perkataan dan tatapan mata tajam orang-orang yang di dalam Restoran tersebut.
Pandangan mata nya fokus ke depan, karena dia takut melukai fisik Miranda. Irfan pun langsung membuka pintu mobil nya dan Miranda masuk ke dalam mobil Fabian.
"Terimakasih banyak atas perlakuan yang indah ini, aku tidak pernah merasakan sebelumnya. Sekali lagi terimakasih banyak."
Irfan hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Miranda, karena selalu ingat jika Miranda mencintai Fabian bukan dirinya.
Miranda memejamkan mata nya karena rasa pusing yang sangat luar biasa sekali yang dia rasakan, Irfan merasa sangat hawatir sekali dengan keadaan Miranda.
Beruntung nya dia dulu pernah mengirimkan bucket bunga mawar merah dan baju untuk Miranda jadi dia tidak harus membangunkan Miranda yang sedang tertidur pulas untuk menanyakan alamat rumah nya.
Irfan akhirnya sampai di depan gerbang pintu rumah Miranda, dia memasukkan mobil nya dan para pegawai nya pun menyambut kedatangan mobil Miranda tersebut.
__ADS_1
Tapi mereka pun langsung terkejut ketika melihat bukan Miranda yang keluar dari mobil nya itu melainkan seorang lelaki yang tampan.