
Kania berencana untuk menemui Miranda, dia menuju rumah Miranda untuk membicarakan tentang perjodohan yang mereka rencanakan.
"Miranda hanya memperlambat saja sebernarnya apa maksud dari perjodohan ini, Miranda seperti membuang Aliyaa karena sudah tidak mau mengurusi nya."
Kania tidak memberitahu kepada Miranda tentang kedatangan nya, dia ingin mengetahui bagaimana perasaan Miranda dengan melihat kedatangan nya yang secara tiba-tiba.
Kania sampai di depan rumah Miranda, dia melihat bangunan mewah rumah Miranda.
"Rumah nya lumayan luas juga tapi dia lebih suka hidup sendirian tanpa ada anak di samping nya."
Kania pun langsung masuk ke dalam dan di perlakuan sangat baik oleh para pegawai yang ada di sana.
Kania pun duduk di sofa untuk menunggu kedatangan Miranda, Miranda yang sedang beristirahat langsung keluar dari kamar nya.
Ketika dia di beritahu oleh, salah satu pegawai nya.
"Siapa yaa yang datang ke rumah ini, wanita cantik siapa yaa."
__ADS_1
Miranda turun menuju ke ruangan tamu, Miranda merasa sangat terkejut sekali ketika melihat kehadiran Kania di rumah nya.
Kania tersenyum manis kepada Miranda dan Miranda langsung duduk di kursi berhadapan dengan Kania.
Miranda merasa sangat terkejut sekali melihat kedatangan Kania, apalagi wajah nya yang begitu sangat sinis sekali.
"Kania kenapa kamu datang tidak memberitahu aku dulu, aku kan bisa menyiapkan sesuatu terlebih dahulu."
Miranda terlihat sangat gugup sekali ketika Kania ada di rumah nya.
"Menyiapkan apa,? menyiapkan kata-kata untuk bisa merangkai kata yang baik dan benar begitu maksudnya."
Miranda hanya terdiam saja dia lebih memilih mendengarkan perkataan Kania.
"Aku mau tanya sebenarnya bagaimana dengan perjodohan antara Aliyaa dengan Rendy, apakah kamu sudah membicarakan nya kepada Aliyaa. Dan sekarang Aliyaa sedang sakit dan saya yang membiayai administrasi nya."
Kania memandangi wajah Miranda dia terlihat sangat kecewa sekali dengan sikap Miranda kepada Aliyaa.
__ADS_1
"Miranda, perusahaan kamu maju apalagi sekarang kamu sudah menyelesaikan proyek terbesar kamu tapi kenapa kamu tidak mau membayar administrasi saja dan membiayai kehidupan Aliyaa."
Miranda merasa sangat malu sekali ketika Kania berbicara seperti itu kepada nya, Miranda tidak bisa mengelak karena memang kenyataannya seperti itu.
"Itu adalah pilihan Aliyaa dia yang ingin keluar dari rumah ini, itu tanda nya dia lepaskan semua kemewahan yang ada di dalam rumah ini. Dan Aliyaa pun lebih memilih untuk pergi bersama dengan kekasih nya dari pada bersama dengan Mama nya sendiri."
Kania menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum manis kepada Miranda.
"Lalu kamu pasrah saja kamu tidak hawatir sama sekali dengan kondisi Aliyaa sekarang. Dan jangan-jangan kamu berniat untuk menjodohkan Aliyaa dengan Rendy karena ingin lepas tanggung jawab saja sudah tidak memberikan uang-uang untuk Aliyaa."
Miranda mulai terbawa emosional dia pun langsung berdiri dari kursi nya.
"Jika kamu datang ke sini hanya untuk menjatuhkan harga diri kuuu saja lebih baik kamu pergi dan lupakan perjodohan antara Aliyaa dan Rendy."
Miranda pun memilih langsung pergi meninggalkan Kania di langsung pergi ke kamar nya.
Kania hanya tersenyum saja ketika melihat perlakuan Miranda kepada nya.
__ADS_1
Kania memilih untuk pergi dari rumah Miranda berjalan menuju ke mobil nya.