
Siska terus saja menghapus air mata yang ada di pipi Aliyaa, air mata yang terus menerus mengalir walaupun Aliyaa sedang tersenyum.
"Aliya bagaimana kamu sekarang tinggal bersama dengan Dokter Nadia, dia pasti sangat baik sekali dengan kamu yaa Al."
Aliya menganggukan kepala nya sambil tersenyum.
"Aku merasa sangat nyaman sekali tinggal bersama dengan Dokter Nadia, dia sangat baik sekali tapi aku tidak mungkin tinggal bersama dengan nya terus. Aku harus mencari pekerjaan Siska aku ingin tinggal sendiri menurutku itu lebih baik atau aku meminta Mama untuk membiayai aku kuliah di luar negeri agar dia bisa bebas bersama dengan Kak Fabian."
Siska memilih untuk mengajak Aliyaa untuk pindah mengobrol di depan lapangan parkir.
"Al kita pindah yuu ke parkiran jangan di sini aku takut banyak pohon-pohon nanti ada ulat yang jatoh lagi ihhhhhhhh."
Alasan Siska mengajak Aliyaa pindah karena dia melihat Fabian seperti nya dia sedang mencari Aliyaa.
Aliya pun akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh Siska, mereka pun memilih untuk duduk di parkiran kampus.
Siska melihat Kak Fabian tapi Fabian tidak melihat Siska, Siska mencari cara bagaimana supaya Fabian melihat mereka berdua.
__ADS_1
Siska memilih untuk berdiri dengan membenarkan baju nya dan akhirnya Fabian pun melihat Siska.
Dan Siska pun tersenyum manis kepada Fabian sambil memberikan kode kepada Aliyaa.
"Itu Siska apakah dia juga sedang bersama dengan Aliyaa, lebih baik aku ke sana saja."
Fabian pun langsung berlari menghampiri mereka berdua dan Siska pun duduk kembali ketika melihat Fabian yang berjalan menuju ke parkiran.
"Siska aku banyak sekali mata kuliah yang tertinggal hmmmmm aku harus mengejar nya."
Aliya mengambil buku yang di pegang oleh Siska dia membuka dan membaca nya
Fabian pun duduk di samping Aliyaa dan Aliyaa langsung terkejut melihat Fabian yang tiba-tiba ada di sana nya.
Seketika Aliyaa langsung berdiri dan pindah ke sebelah Siska, kali ini Siska sebagai penengah diantara mereka berdua.
"Mau apa kamu di sini sih, aku belum mau melihat wajah kamu. Sana pergi saja sana jangan ada di hadapan kuu."
__ADS_1
Aliya mengusir Fabian dia seperti sudah tidak peduli lagi dengan perasaan Fabian.
"Kenapa aku harus pergi dari sini aku hanya ingin melihat wajah kamu, aku tidak menggangu kamu kan Al."
Siska pun sangat binggung sekali harus bagaimana agar bisa mendamaikan kembali mereka berdua.
"Oke, jika kamu tidak mau pergi aku yang pergi saja."
Aliya pun langsung berdiri dan berniat untuk pergi dari tempat tersebut tapi Siska memegang tangan Aliyaa.
"Jangan pergi Al kita selesaikan semua nya di sini, sampai kapan kamu harus seperti ini terus sih Al. Kalau pun kamu sudah tidak punya perasaan dengan Kak Fabian kamu berteman kan dengan Kak Fabian."
Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil memandang sinis ke arah wajah Fabian.
"Aliya maafkan aku Aliyaa aku hanya ingin melihat wajah kamu saja sudah itu saja Aliyaa."
Aliya benar-benar tidak mau dengan keberadaan Fabian bersama dengan nya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu memandangi kuu jika keteria Wanita ideal mu itu adalah Mama aku sendiri bukan aku."
Ucap Aliyaa begitu sangat menyakitkan hati Fabian.