Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (25)


__ADS_3

Aliya pulang ke rumah nya dan dia pun langsung di sambut oleh Mama nya, Aliya memeluk erat Mama nya dan berjalan menuju ke kamar nya.


Miranda yang sebelumnya ingin berbicara dengan Aliya langsung terdiam karena melihat Aliya yang seperti sedang kecapean sekali.


"Seperti nya nanti saja, ini belum saat nya aku membiarkan Fabian kepada Aliya."


Miranda pun memilih untuk duduk sambil memainkan handphone nya, tapi tiba-tiba Ifran mengirimkan pesan kepada dirinya. Dia meminta alamat rumah nya karena akan memberikan sesuatu untuk nya.


Miranda pun berpikir sejenak sebelum dirinya memberikan alamat rumah nya kepada Irfan.


"Dia lelaki baik-baik dan juga sangat dewasa, aku rasa tidak masalah aku memberikan alamat rumah ini untuk nya."


Miranda langsung memberikan alamat rumah nya kepada Irfan, dan dia pun langsung masuk ke kamar untuk mandi.


Irfan merasa senang ketika Miranda membalas pesan dari nya, dia pun langsung tersenyum sambil memegang handphone nya.


Irfan langsung menyiapkan kiriman nya kepada Miranda bucket bunga mawar merah yang akan dia berikan dengan pita berwarna pink.


"Semoga kamu menyukai nya Miranda."

__ADS_1


Ucap Irfan dengan penuh harapan sambil memegang bucket bunga tersebut.


Aliya di kamar terus memikirkan bucket bunga mawar merah tersebut.


"Untuk siapa yaa bucket bunga itu, apa untuk pacar nya Om Irfan. Hmmmmmm seperti nya nanti aku tanyakan langsung aja sama Om Irfan."


Aliya bersiap untuk mandi karena sebentar lagi dia akan makan malam bersama dengan Mama nya.


Aliya mulai memakai rangkaian skincare milik Mama nya dia berpikir agar dia bisa terlihat cantik dewasa seperti Mama nya.


Selesai semuanya Aliya langsung keluar dari kamar nya karena Mama sudah menunggu nya.


Ucap Miranda sambil memandangi wajah cantik putri nya tersebut.


"Terimakasih Mama."


Aliya duduk dan menikmati makanan yang ada di hadapannya.


Mereka menikmati makan malam tersebut, dan tiba-tiba ada salah satu pegawai yang membawa bucket bunga.

__ADS_1


Seketika Aliya langsung terkejut ketika melihat bucket bunga mawar merah tersebut yang sangat mirip dengan yang ada di restoran Om Irfan.


"Bu Miranda, ini ada kiriman bucket bunga mawar merah untuk ibu. Wahhh seperti nya dia tahu yaa apa yang di sukai oleh Ibu."


Miranda langsung mengambil bucket bunga mawar tersebut dan mencabut nama pengirimnya.


Miranda tersenyum sambil mencium bunga mawar merah tersebut membuat Aliya bertanya-tanya siapa yang mengirimkan bucket mawar merah tersebut.


Ketika Aliya mau bertanya kepada Mama nya, handphone Mama nya berdering kencang. Ternyata itu adalah panggilan telephone dari Fabian.


"Sebenar yaa sayang, kamu lanjutkan makan malam yaa yang banyak makan nya supaya sehat."


Miranda meninggalkan meja makan dan Aliya langsung berdiri untuk mengambil bucket bunga mawar merah tersebut.


Aliya merasa bucket bunga mawar merah ini sama sekali dengan yang dia lihat di restoran Om Irfan, Aliya mencoba untuk mencari kartu nama nya tetapi dia tidak menemukan nya.


"Ahhhhhh, Mama sudah mensobek kartu pengiriman nya. Aku harus tanya Mama dari siapa bucket bunga mawar ini."


Aliya menyimpan kembali bucket mawar merah tersebut, dia kembali ke meja nya dan melanjutkan makan malam nya.

__ADS_1


Miranda masuk ke dalam kamar nya, agar dia bisa bebas menerima panggilan telephone dari Fabian.


__ADS_2