Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (81)


__ADS_3

Aliya merasakan kenyamanan ketika dia ada di pelukan Fabian, dia seperti meluapkan semua perasaan dan emosional nya.


Siska yang ada di situ merasa jika mereka berdua seperti mempunyai kecocokan dan kenyamanan masing-masing, Siska hanya bisa terdiam melihat Aliyaa yang menangis kencang di pelukan Fabian.


***


Hati Miranda seketika terasa hancur melihat pemandangan tersebut, dia merasakan sesak di dada nya. Dia pun melemparkan barang-barang yang ada di hadapannya.


Miranda merasa sangat terpukul sekali, tapi dia pun langsung berpikir jika Fabian melakukan itu semua demi untuk bisa menjadi Papa baru Aliyaa.


"Tenangkan pikiran kamu Miranda, tenangkan berpikir positif karena itu tidak seperti yang kamu bayangkan."


Miranda kembali ke tempat tidur nya dengan merasakan pusing yang sangat luar biasa sekali pun mencoba untuk menenangkan pikiran nya.


***


Aliya melepaskan pelukan erat nya, dan dia pun meminta Fabian untuk mengantarkan Siska pulang.

__ADS_1


Fabian mau ngikutin apa yang di perintahkan oleh Aliya, Fabian mengantarkan Siska untuk pulang.


Siska merasa canggung sekali ketika dia harus di antarkan pulang oleh Fabian, di dalam mobil Siska pun hanya menundukkan kepalanya.


Fabian merasa Siska seperti sangat ketakutan sekali, Fabian memulai pembicaraan dengan Siska.


"Siska sejak kapan Aliya menyukai Irfan pemilik Restoran itu, dia seperti sangat patah hati sekali."


Siska pun mulai menggangkatkan kepalanya dan mulai berani menatap wajah Fabian.


"Hmmmm, Aliya menyukai Om Irfan dia berpikir jika dia bisa mendapatkan kasih sayang yang lebih karena Om Irfan itu kan bisa di bilang seumuran dengan Almarhum Papa nya."


"Hmmmmmm, Kak Fabian sebernarnya kehadiran Kak Fabian yang secara tiba-tiba di keluarga Aliya itu untuk apa Kak?. Apa Kak Fabian itu adalah calon pendamping hidup untuk Aliya yang sudah di rencanakan Tante Miranda."


Fabian terkejut mendengar pertanyaan dari Siska, dia tidak menyangka jika Siska punya pikiran seperti itu.


Fabian merasa kebingungan sekali untuk menjawab pertanyaan dari Siska.

__ADS_1


"Sebernarnya Kak Fabian hadir yaa untuk menjadi Asisten Pribadi Tante Miranda, untuk kedepannya Kak Fabian nggak tahu akan seperti apa kelanjutan ceritanya."


Siska langsung tersenyum ketika mendengar jawaban Fabian, Fabian terlihat seperti orang yang kebingungan dia mulai merasa malu menjadi lelaki pecinta tante-tante.


"Aku pernah berpikir kalau Kakak itu adalah pacar Tante Miranda, tapi itu tidak mungkin kan Kak Fabian yang menurut aku seperti anak dan ibu.Hahahaha."


Suara keras tertawa Siska membuat wajah Fabian semakin pucat dan ingin segera sampai di rumah Siska.


Siska pun sibuk memainkan handphone nya hingga tidak terasa sampai di depan rumah nya.


"Wahhhh, ternyata sudah sampai depan rumah. Terimakasih banyak ya Kak, sudah mengantarkan aku sampai rumah."


Siska turun dari mobil nya dan dia melambaikan tangan sambil tersenyum manis kepada Fabian.


Fabian pun membalas dengan senyuman.


"Anak yang manis tapi menyakitkan sekali perkataan nya, dia bilang jika Fabian bersama dengan Miranda itu seperti seorang Ibu dan anak. Astaga maka seketika semua orang akan bilang jika Lelaki itu hanya mengincar harta kekayaan saja."

__ADS_1


Fabian melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sewaan nya, dia berharap bisa bersama dengan Aliyaa di rumah tersebut.


__ADS_2