
Irfan yang melihat dari kaca pintu ruangan nya, langsung menyuruh Siska untuk masuk ke dalam.
Siska pun dengan senang hati langsung masuk dan duduk berhadapan dengan Om Irfan.
"Siska, apa kabar kamu sekarang dan bagaimana dengan kabar Aliyaa sekarang. Sudah terlalu lama sekali kalian tidak ke Restoran ini."
Siska langsung memasang wajah sedih nya di depan Om Irfan.
"Aku kasih sekali dengan Aliyaa, Tante Miranda benar-benar kelewatan sekali kepada Aliyaa. Dia bilang kalau dia mempunyai perasaan terhadap Kak Fabian dan bahkan itu di bicarakan di saat Aliyaa sedang di rawat di Rumah Sakit."
Irfan lebih terkejut sekali ketika mendengar cerita dari Siska.
"Ada apa dengan Miranda kenapa dia se nekat itu, hanya untuk mendapatkan lelaki yang lebih mencintai Aliyaa. Padahal kenapa dia tidak melerakan saja Fabian bisa bersama dengan Aliyaa untuk kebahagiaan Putri kandung nya sendiri."
Siska pun tersenyum manis kepada Om Irfan.
"Om bagaimana kalau Om Irfan mencoba lagi untuk mendekati Tante Miranda, kalian berdua itu kan seumuran loh dan kenpa ya Tante Miranda lebih memilih Kak Bian kenapa nggak milih Om Irfan saja."
__ADS_1
Pandangan mata Siska begitu sangat tajam memandangi Om Irfan.
"Jadi sebenarnya kedatangan kamu ke sini untuk apa Siskaa, berharap Miranda bisa bersama dengan Om ? itu tidak mungkin terjadi walaupun dulu memang sangat menginginkan Miranda tapi cinta tidak bisa di paksakan."
Om Irfan terlihat sangat sedih sekali dia bagaikan di posisi Tante Miranda, tapi beda nya Om Irfan lebih menyadari kenyataan.
"Hmmmmm, tapi bagaimana jika berjuang kembali. Aku kasihan sekali melihat kondisi Aliyaa sekarang yang selalu di jahati oleh Mama nya."
Handphone Siska pun tiba-tiba bergetar dan menghentikan sejenak pembicaraan bersama dengan Om Irfan.
"Aliya akhirnya kamu membalas pesan juga."
* Siska, ini Kak Bian sekarang Aliyaa sedang di rawat kembali di Rumah Sakit. Semoga karena Miranda perlakuan nya semakin tidak masuk akal.*
Siska terkejut ketika membaca pesan tersebut dia langsung berlari dari ruangan Om Irfan dan tidak pamit terlebih dahulu.
"Kenapa dia langsung berlari, apa yang terjadi dengan Aliyaa. Astagaaaa Aliyaaaaaaa semoga kamu selalu kuat untuk menghadapi perlakuan Mama kamu sendiri."
__ADS_1
Siska langsung menghampiri Rendy yang sedang menikmati makanan yang dia pesan.
"Ayoo cepatan bayar makanan nyaa, kita harus segera pergi dari sini dan menuju ke Rumah Sakit. Aliyaaaaaaa kembali di rawat di Rumah Sakit."
Mendengar Aliyaa di rawat kembali ke rumah sakit, Rendy pun langsung berlari ke kasir untuk membayar yang dia pesen.
Siska keluar terlebih dahulu dan menunggu Rendy di samping mobil nya.
Rendy dengan cepat langsung menghampiri Siska dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
"Aliyaaaaaaa kamu kenapa lagi sih Al, kenapa kamu jadi lemah sekali seperti ini. Ini semua nya pasti karena Tante Miranda, aku benci sekali dengan Tante Miranda."
Siska membuka handphone nya sambil memandangi foto-foto kebersamaan mereka berdua.
Rendy merasa sangat salut sekali terhadap Siska dia benar-benar sahabat sejati Aliyaa.
Siska terlihat sangat sayang sekali kepada Aliyaa, ketulusan hati nya sangat terlihat sekali.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Siska pun langsung berlari untuk mencari ruangan Aliyaa.