
Sesampainya di depan gerbang rumah nya, Aliya langsung keluar dari mobil nya dan masuk ke dalam kamar nya dengan tergesah-gesah.
Fabian langsung mengejar Aliya tapi Aliya langsung menutup rapat pintu kamar nya.
"Al, kamu kenapa Al ayo ceritakan semuanya sama Kakak. Janji jaga rahasia sepenuhnya dari Mama Miranda."
Aliya mengabaikan ucapan Fabian dia langsung mengambil boneka kesayangan dan memeluk erat sambil membayangkan siapa perempuan yang di maksud pegawai restoran itu.
"Apa itu adalah tunangan nya Om Irfan yang dulu meninggalkan nya, sekarang dia hadir kembali di kehidupan Om Irfan datang dengan alasan ingin berkerja sama dengan perusahaan Om Irfan."
Aliya merasakan patah hati ke dua setelah kepergian Papa nya, dan sekarang dia merasakan hal tersebut kembali padahal dia belum ada hubungannya apapun dengan Om Irfan.
"Aliyaaaaaaa, kamu pasti sangat lapar kan. Special hari ini Kakak bakalan masak sesuatu buat kamu. Kakak tunggu kamu di dapur yaa."
Fabian pergi meninggalkan kamar Aliya dia serius pergi ke dapur untuk bisa masak.
Aliya yang mendengar perkataan Fabian, dia langsung seketika tertarik untuk belajar masak dengan Fabian.
__ADS_1
"Mama itu kan nggak bisa masak dan aku juga nggak pernah di ajarin masak, jangan kan belajar masak ke dapur aja aku nggak pernah. Kayanya seru nih coba aku liat apa benar Kak Fabian bisa masak."
Aliya langsung mengganti baju nya dan seketika rasa sakit hati hilang begitu saja, Aliya pun melihat Fabian yang ternyata benar-benar masak untuk dirinya.
Aliya pun langsung menghampiri Fabian, dia mendekati Fabian yang sedang membuat sesuatu untuk nya.
"Kak Bian, hebat yaa bisa masak aku nggak bisa sama sekali apalagi Mama gapernah aku liat dia masuk ke dapur."
"Udah kamu di situ aja jangan dekat-dekat, untuk sekarang kamu jadi juri aja yaa jangan dulu coba-coba mendekat."
Aliya begitu sangat serius sekali melihat Fabian yang sedang memasak, dia pun memandangi wajah Fabian juga yang begitu serius untuk memasak.
__ADS_1
Salah satu pegawai memperhatikan Aliya dan Fabian, pegawai itu pun langsung tersenyum melihat mereka berdua yang begitu sangat serasi sekali.
Fabian menarik tangan Aliya dan meniupkan makanan yang dia ambil di sendok untuk di suapin ke Aliya.
Aliya seketika merasa sangat gugup sekali ketika dia bisa melihat wajah Fabian dengan begitu sangat dekat sekali.
Fabian pun menyuapi hasil masakannya kepada Aliya, dan Aliya langsung merasa masakan Fabian.
Fabian melihat expresi wajah Aliya yang begitu sangat datar sekali seakan pertanda bahwa masakan tidak enak.
"Hmmmmmmmm, enak banget Kak Bian ihhhhh aku suka banget kak. Ayo kita bawa yuu ke meja makan kita makan bareng di sana."
Aliya langsung membantu Fabian menyiapkan makanan ke meja tempat biasa mereka makan.
Mereka duduk berdampingan dan Aliya terlihat sangat lahap sekali memakan masakan hasil dari Fabian.
"Kak ayoo makan kak ihhhh nanti kehabisan loh sama aku."
__ADS_1
Fabian membersihkan makanan yang nempel di bibir Aliya, dan untuk pertama kalinya bibir Aliya di sentuh oleh seorang lelaki.
Salah satu pegawai sampai mengabadikan moments tersebut, mereka sangat senang sekali melihat kebersamaan Fabian dengan Aliya yang menurut mereka sangat serasi sekali.